KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Menjelang bulan suci Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah, kebutuhan bahan pangan masyarakat biasanya meningkat cukup signifikan. Kondisi ini kerap diikuti dengan kenaikan harga sejumlah komoditas pokok di pasaran. Untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kebumen bersama Badan Pangan Nasional menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Jumat (6/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman parkir depan Pendopo Kabumian tersebut juga melibatkan Alumni SMAN 1 Kebumen Angkatan 1996 yang turut berpartisipasi dalam aksi sosial bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Antusiasme warga pun terlihat sejak awal kegiatan dimulai, dengan banyak masyarakat yang datang untuk membeli kebutuhan pangan dengan harga lebih hemat.
Program Gerakan Pangan Murah Kebumen ini digelar sebagai upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan.
Koordinasi Serentak Se-Jawa Tengah
Sebelum kegiatan dimulai, Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani bersama jajaran asisten dan kepala organisasi perangkat daerah mengikuti teleconference dengan Gubernur Jawa Tengah terkait pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan serentak di 35 kabupaten dan kota di wilayah Jawa Tengah.
Usai koordinasi tersebut, kegiatan pasar murah yang melibatkan sekitar 20 vendor dan tenant resmi dibuka untuk masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Lilis menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau selama bulan Ramadan hingga Lebaran.
"Harga yang ditawarkan dalam kegiatan ini lebih murah karena komoditas didatangkan langsung dari produsen, petani, dan peternak sehingga rantai distribusi bisa dipangkas," ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying karena pemerintah memastikan stok pangan dalam kondisi aman.
Selain itu, masyarakat juga diajak mendukung gerakan Stop Boros Pangan dengan merencanakan menu sahur dan berbuka secara lebih bijak.
Beragam Komoditas Dijual di Bawah Harga Pasar
Dalam Gerakan Pangan Murah Kebumen ini, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Alumni Ikut Berbagi untuk Masyarakat
Kegiatan ini juga terasa istimewa karena melibatkan Alumni SMAN 1 Kebumen Angkatan 1996 dalam semangat "kembali dan berbagi" kepada masyarakat.
Perwakilan alumni, Irma, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian alumni setelah lebih dari tiga dekade lulus dari sekolah.
"Kami ingin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kebumen. Melalui kegiatan ini kami berharap bisa ikut membantu warga mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau," ungkapnya.
Sebagai bagian dari aksi sosial tersebut, panitia menyediakan lebih dari 3.000 kupon potongan harga senilai Rp5.000 hingga Rp10.000 bagi warga yang datang ke lokasi kegiatan.
Warga Mengaku Sangat Terbantu
Antusiasme warga terlihat dari antrean yang cukup panjang di beberapa stan bahan pangan. Salah satu warga Kebumen, Wulan, mengaku sangat terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah Kebumen ini.
"Harga telur di sini Rp24.000 per kilogram, padahal di pasar bisa sampai Rp30.000. Lumayan sekali selisihnya, apalagi mau buat bahan kue Lebaran seperti nastar," ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa bisa rutin digelar karena sangat membantu masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Sudah Digelar Lebih dari 100 Kali
Pemerintah Kabupaten Kebumen menyebutkan bahwa program Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari agenda intensif sepanjang tahun 2026.
Hingga saat ini, kegiatan serupa telah dilaksanakan lebih dari 100 kali di berbagai desa di wilayah Kebumen. Bahkan selama bulan Ramadan, program khusus bertajuk GPM Jumpa Ramadan dijadwalkan berlangsung setiap hari Jumat.
Melalui program ini, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih stabil sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Kegiatan yang berlangsung di halaman parkir depan Pendopo Kabumian tersebut juga melibatkan Alumni SMAN 1 Kebumen Angkatan 1996 yang turut berpartisipasi dalam aksi sosial bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Antusiasme warga pun terlihat sejak awal kegiatan dimulai, dengan banyak masyarakat yang datang untuk membeli kebutuhan pangan dengan harga lebih hemat.
Program Gerakan Pangan Murah Kebumen ini digelar sebagai upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan.
Koordinasi Serentak Se-Jawa Tengah
Sebelum kegiatan dimulai, Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani bersama jajaran asisten dan kepala organisasi perangkat daerah mengikuti teleconference dengan Gubernur Jawa Tengah terkait pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan serentak di 35 kabupaten dan kota di wilayah Jawa Tengah.
Usai koordinasi tersebut, kegiatan pasar murah yang melibatkan sekitar 20 vendor dan tenant resmi dibuka untuk masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Lilis menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau selama bulan Ramadan hingga Lebaran.
"Harga yang ditawarkan dalam kegiatan ini lebih murah karena komoditas didatangkan langsung dari produsen, petani, dan peternak sehingga rantai distribusi bisa dipangkas," ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying karena pemerintah memastikan stok pangan dalam kondisi aman.
Selain itu, masyarakat juga diajak mendukung gerakan Stop Boros Pangan dengan merencanakan menu sahur dan berbuka secara lebih bijak.
Beragam Komoditas Dijual di Bawah Harga Pasar
Dalam Gerakan Pangan Murah Kebumen ini, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.
- Beberapa komoditas yang tersedia antara lain:
- Beras SPHP: Rp60.000 per 5 kilogram
- Minyak goreng: Rp15.500 per liter
- Telur ayam: mulai Rp24.000 per kilogram
- Daging ayam: Rp17.500 per 0,5 kilogram
- Gula pasir: mulai Rp16.000 per kilogram
- Aneka sayur dan cabai: mulai Rp5.000 per paket
Alumni Ikut Berbagi untuk Masyarakat
Kegiatan ini juga terasa istimewa karena melibatkan Alumni SMAN 1 Kebumen Angkatan 1996 dalam semangat "kembali dan berbagi" kepada masyarakat.
Perwakilan alumni, Irma, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian alumni setelah lebih dari tiga dekade lulus dari sekolah.
"Kami ingin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kebumen. Melalui kegiatan ini kami berharap bisa ikut membantu warga mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau," ungkapnya.
Sebagai bagian dari aksi sosial tersebut, panitia menyediakan lebih dari 3.000 kupon potongan harga senilai Rp5.000 hingga Rp10.000 bagi warga yang datang ke lokasi kegiatan.
Warga Mengaku Sangat Terbantu
Antusiasme warga terlihat dari antrean yang cukup panjang di beberapa stan bahan pangan. Salah satu warga Kebumen, Wulan, mengaku sangat terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah Kebumen ini.
"Harga telur di sini Rp24.000 per kilogram, padahal di pasar bisa sampai Rp30.000. Lumayan sekali selisihnya, apalagi mau buat bahan kue Lebaran seperti nastar," ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa bisa rutin digelar karena sangat membantu masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Sudah Digelar Lebih dari 100 Kali
Pemerintah Kabupaten Kebumen menyebutkan bahwa program Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari agenda intensif sepanjang tahun 2026.
Hingga saat ini, kegiatan serupa telah dilaksanakan lebih dari 100 kali di berbagai desa di wilayah Kebumen. Bahkan selama bulan Ramadan, program khusus bertajuk GPM Jumpa Ramadan dijadwalkan berlangsung setiap hari Jumat.
Melalui program ini, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih stabil sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
