Ads

Friday, July 10, 2020

Melonjak, 6 Nakes Positif Covid-19 Usai Ikuti Pelatihan

BERITAKEBUMEN.CO.ID - Munculnya gelombang II kasus Covid-19 di Kebumen pasca zero positif yang sempat dikhawatirkan seakan jadi kenyataan. Lonjakan kasus positif Covid-19 di Kebumen benar-benar terjadi. Jumlah kasus positif Covid-19 di Kebumen bertambah enam orang dalam sehari.

Hal itu nampak dari pantauan data Covid-19 Kabupaten Kebumen melalui laman https://corona.kebumenkab.go.id/ yang diupdate pada Jumat 10 Juli 2020 pukul 21.27 WIB. Data menyebutkan ada 12 orang positif Covid-19 yang masih dalam perawatan dari total kasus positif 51 orang. Sementara 37 dinyatakan telah sembuh dan dua orang meninggal dunia.

Enam orang pasien terahir yang terkonfirmasi positif Covid-19 akibat transmisi lokal ini adalah para tenaga kesehatan (nakes). Dua diantaranya adalah dokter dan empat perawat usai mengikuti pelatihan pengambilan spesimen/swab yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan di Hotel Mexolie Kebumen.

Mereka berinisial FR (28) Kebumen, DU (39) Puring, RW (39) dan ERN (41) warga Kecamatan Sruweng, AM (42) asal Rowokele dan Nur (38) warga Karanganyar terpapar karena kontak dekat dengan suspect Covid-19.

Atas kejadian tersebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen melakukan penyemprotan disinfektan di lima Puskesmas untuk memutus mata rantai penyebaran virus, yakni di Puskesmas Sruweng, Karanganyar, Rowokele, Klirong 1 dan Ayah 1. Penyemprotan juga dilakukan di rumah pasien dengan hasil swab positif yang berlokasi di Sruweng, Rowokele, Karanganyar, Puring dan Kebumen.

Kemudian lokasi pelatihan di Hotel Mexolie Kebumen juga disemprit desinfektan. “Penyemprotan disinfektan juga dilakukan di 28 satuan pendidikan,” ujar Plt Kalakhar BPBD Kebumen Teguh Kristiyanto.

Personil BPBD juga melaksanakan giat pengisian air bersih guna keperluan cuci tangan di beberapa fasilitas umum di antaranya Alun-alun Kebumen sejumlah tiga torn, Pasar Mertokondo satu torn, Pasar Tumenggungan dua torn dan Pasar Koplak dua torn.

Sementara, untuk meringankan beban keluarga pasien ODP, personil BPBD Kebumen mengirimkan bantuan logistik dari Pemkab Kebumen untuk ODP atas nama UM yang beralamat di RT 02 RW 02 Desa Pringtutul Kecamatan Rowokele dan penerimaan di wakili oleh Puskesmas Rowokele.

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kebumen melakukan Rapid Diagnose Test (RDT) bagi pengelola objek wisata, Rabu 9 Juli 2020 di halaman parkir Pantai Logending, Kecamatan Ayah. Rapid Test diikuti oleh 154 peserta yang terdiri dari penyelenggara objek wisata yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten maupun Desa. Dari 154 peserta kesemuanya dinyatakan non-reaktif.

Saat ini, jumlah pasien dengan pengawasan (PDP) yang masih dalam proses pengawasan sebanyak 21 orang, dari total 283 pasien. Dari jumlah itu, 196 dinyatakan negatif, 45 selesai pengawasan dan 21 meninggal dunia tanpa hasil lab.

 
Tangkapan layar laman corona.kebumenkab.go.id Jum'at 10Juli 2020 pukul 23.00 WIB.

Thursday, July 9, 2020

Hendak Berikan BLT dengan Syarat Mau Diajak 'Ngamar', Warga Desak Bupati Mencopot Pak Kades


BERITAKEBUMEN.CO.ID - Warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Desa Adimulyo mendatangi Bupati Kebumen H Yazid Mahfudz di Rumah Dinasnya, Kamis (9/7/2020) terkait persoalan Kepala Desa Adimulyo. Mereka didampingi Kuasa Hukum Yuli Ikhtiarto meminta Bupati Kebumen H Yazid Mahfudz memberhentikan Kades Adimulyo dari jabatannya karena diduga telah melakukan perselingkuhan.

Bukan hanya diduga telah melakukan nikah siri dengan wanita yang masih bersuami, Kades Adimulo juga diduga kerap melakukan pelecehan terhadap wanita di desa tersebut. Yuli menyampaikan perbuatan yang dilakukah oleh Kades Adimulyo sudah tidak lagi mencerminkan sosok pemimpin.

“Untuk itu warga sudah tidak mau lagi dipimpin oleh Kades tersebut. Perbuatannya sudah membuat warga resah. Kami meminta bupati mengentikan jabatannya. Setidaknya dilaksanakan pemberhentian sementara,” tuturnya.

Senada dengan Yuli, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Adimulyo Rasidin juga meminta agar bupati segera mencopot atau menonaktifkan Kades Adimulyo. Selain diduga telah banyak melakukan tindakan pelecehan, Kades juga bertindak sewenang-wenang salah satunya mencopot jabatan secara sepihak tanpa alasan.

“Kami meminta kepada bupati untuk segara mencopot. Kami takut masyarakat semakin emosi dan diluar kendali. Jika sudah demikian kami tidak lagi dapat membendung mereka,” katanya.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Kepala Dispermades Frans Haidar, Kepala Insprektorat Dyah Woro Palupi, Kasatpol PP R Agung Pambudi, Kepala Bagian Hukum Ira Puspitasari tersbut, iadirkan pula dua perempuan berinisial SM dan MN yang mengaku telah menjadi korban pelecehan Kades Adimulyo. Mereka berdua menyampaikan kebobrokan kadesnya kepada bupati. Mulai dari meminta berbuat senonoh, hingga berani megang-megang payudara korban. Kades juga pernah hendak memberikan BLT dengan syarat penerima mau diajak ngamar.

“Saya adalah korban. Kades telah melakukan pelecehan dengan memegang payudara saya. 70 persen perempuan di Desa Adimulyo merasa resah dan terancam,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Bupati H Yazid menegaskan jika surat dari Warga Adimulyo telah diterimanya. Pihaknya juga telah mendispo terkait persoalan tersebut sehingga dapat segera diperoses oleh inspektorat. Hanya saja, meski demikian mencopot kades bukanlah hal yang mudah. Kades telah dipilih oleh warga. Sehingga pencopotan harus dilaksanakan menggunakan prosedur yang ada. Tidak bisa serta merta dicopot begitu saja.

“Ini masih dalam proses. Masyarakat diminta untuk bersabar mengikuti prosedur yang ada. Adapun untuk kasus pelecehan, jika memenuhi unsur pidana dapat dilaporkan kepada pihak berwajib. Dalam hal ini adalah ranah kepolisian,” jelasnya.

Sementara itu Dyah Woro Palupi dan Ira Puspitasari menyampaikan sesuai Perda 10 Tahun 2016, untuk menentukan kades bersalah atau tidak diperlukan pemeriksaan. Kasus tersebut masih dalam proses pemeriksaan. Jika memang bersalah nanti akan dikenakan sanksi administrasi. Ini dilaksanakan secara bertahap berupa surat peringatan, teguran dan pemberhentian sementara. “Jika sudah diberhantikan sementara tetapi tidak mau memperbaiki akan dilaksanakan pencopotan jabatan,” ucapnya.


 

Thursday, July 2, 2020

Mahasiswa UNS Asal Kebumen Menyelenggarakan KKN Inspiratif di Desa Karangpoh

Mahasiswa UNS Asal Kebumen Menyelenggarakan KKN Inspiratif di Desa Karangpoh


BERITAKEBUMEN.CO.ID - Kuliah Kerja Nyata atau biasa disingkat KKN merupakan bagian dari bentuk Tridharma perguruan tinggi, untuk memberi kesempatan kepada setiap mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang didapat di bangku kuliah di masyarakat.

Tidak terkecuali bagi Neni Dewi Anggraeni (NIM K7117156), seorang mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) asal Kebumen ikut memberikan kontribusinya dalam pencegahan COVID-19 di Desa Karangpoh, Kecamatan, Pejagoan, Kabupaten Kebumen.

Dibawah bimbingan Bapak Eko Supri Murtiono, S.T., M.T, Neni (panggilan akrabnya) melaksanakan program KKN secara individu di Desa Karangpoh selama 45 hari mulai 15 Mei hingga 30 Juni 2020. Program kerja yang dilaksanakan terbilang inspiratif baik dalam jaringan maupun luar jaringan.

Program dalam jaringan yang dilaksanakan berupa edukasi COVID-19 melalui jejaring sosial sedangkan luar jaringan dengan pemberdayaan ibu-ibu PKK dalam pembuatan masker, pengemasan handsanitizer, kontribusi dalam penyediaan sarana cuci tangan di Mushala hingga edukasi dengan penempelan poster di tempat umum.

Secara keseluruhan program yang direncanakan berjumlah 18 dengan menyentuh banyak sasaran seperti ibu-ibu PKK Desa Karangpoh, warga mushala, masyarakat Desa Karangpoh hingga anak-anak di Desa Karangpoh.

Tentunya dalam pelaksanaan tetap menerapkan protocol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Neni menyatakan bahwa ia berharap program tersebut dapat memberikan kebermanfaatan bagi desanya sendiri, apalagi di tengah kondisi pandemic COVID-19 yang membuat sejumlah sektor dan bidang mati suri.

Walaupun kegiatan KKN diselenggarakan secara individu di wilayah masing-masing, nyatanya tidak mengurangi rasa semangat seperti KKN yang diselenggarakan secara berkelompok. Ia mendapat berbagai dukungan dan bantuan dari berbagai pihak.

Terutama Kepala Desa Karangpoh beserta Ibu Kepala Desa yang menjabat sebagai ketua PKK Desa Karangpoh. Kegiatan ini sangat diapresiasi dan membawa hasil positif bagi masyarakat untuk lebih mematuhi protokol kesehatan yang digalakan oleh pemerintah.

Hasil membanggakan lainnya dari Desa Karangpoh adalah diberikannya penghargaan sebagai “Kampung Tangguh COVID-19” oleh Bupati Kebumen sebagai bentuk apresiasi terhadap Desa Karangpoh dan beberapa desa di Kecamatan Pejagoan atas upayanya dalam pencegahan COVID-19.

Langkah UNS dalam menginovasikan pola pembelajaran akademik dinilai sangat tepat dalam menyesuaikan diri dengan kondisi sekitar. KKN sebagai mata kuliah wajib semester 6 tetap diadakan dengan mengusung tema COVID-19 sebagai bentuk dukungan dan bantuan dalam mencegah persebaran COVID-19 di masyarakat.

Tuesday, June 23, 2020

Pendaftaran Cabup-Cawabup Kebumen Dibuka 4 September

BERITAKEBUMEN.CO.ID - Pemilihan bupati dan wakil bupati (Pilbub)Kebumen tertunda akibat adanya wabah corona covid-19. Tahapan pemilu pun dijadwal ulang setelah pendemi corona ini.


Komisioner KPU Kebumen Bidang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Agus Hasan Hidayat menyampaikan setelah adanya pandemi corona, beberapa jadwal tahapan Pilkada dilaksanakan perubahan. “Adapun untuk tahapan setelah pendemi dilaksanakan mulai 15 Juni 2020. Ini dengan mengaktifkan kembali PPK/PPS dan pengisian sekretariat PPS,” tuturnya, Senin (22/6).


Pendaftaran Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati (Cabup/Cawabup) Kebumen yang semula akan dilaksanakan 16-18 Juni 2020, menjadi 4-6 September 2020 mendatang. Hal ini dilakukan sesuai dengan PKPU RI Nomor 5 Tahun 2020. Selanjutnya, penetapan pasangan Cabup/Cawabup pada 23 September 2020 mendatang.


Adapun masa kampanye dimulai pada 26 September sampai dengan 5 Desember 2020. Kemudian,penetapan daftar pemilih tetap (DPT) 9-16 Oktober 2020. Sedangkan Pemilihan Umum (Pemilu) dilaksanakan Rabu 9 Desember 2020.


Agus menjelaskan, untuk 10-14 Desember 2020 dilaksanakan rekapitulasi hasil perhitungan suara di PPK. Setelah 13-17 Desember 2020 rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara di tinggat kabupaten. “Setelah itu yakni penetapan paslon terpilih. Maksimal lima hari setelah Mahkamah Konstitusi secara resmi memberitahukan permohonan yang terintegrasi dalam buku Regestrasi Perkara Konstitusi(BRPK) kepada KPU,” katanya.


Dijelaskanya juga adapun untuk penyelesaian pelanggaran dan sengketa hasil pemilih dilaksanakan menyesuai dengan jadwal penyelesaian sengkata di Mahkamah Konstitusi (MK). “Pengusulan pengesahan pengangkatan calon terpilih, maksimal tiga hari setelah penetapan paslon terpilih apabila tidak ada permohonan PHP. Maksimal tiga hari setelah penetapan paslon terpilih pasca putusan Mahkamah Konstitusi,” terangnya.


Sebelumnya Agus Hasan Hidayat menyampaikan penyelenggaraan Pilkada 2020 di tengah Pandemi Covid-19 menuntut penyelenggara pemilu untuk menyiapkan penyelenggaraan secara sehat dan aman bagi peserta Pilkada. Selain itu juga aman bagi pemilih dan penyelenggara pemilu atau pilkada. “Hal ini berkonsekuensi pada rasionalisasi kegiatan dan anggaran,” tegasnya.


Secara teknis, lanjut Agus Hasan, khususnya terkait protokol kesehatan dalam Pandeni Covid-19 mengakibatkan bertambahnya anggaran pada penyelenggaraan Pilkada 2020. Ini sesuai dengan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Kemendagri, KPU RI dan DPR RI pada Kamis 11 Juni 2020 lalu. Dalam kesempatan tersebut disepakati penambahan anggaran bersumber APBN. Sehingga konsekuensinya ditambah penambahan dukungan dari Pemda masing-masing.


Disinggung mengenai penggunaan penambahan anggaran, Agus Hasan menegaskan hal tersebut digunakan khususnya terkait penyesuaian protokol penanggulangan wabah Pandemi Covid-19. Adanya wabah corona membuat adanya penurunan pembatasan jumlah pemilih pada tiap TPS. Sebelumnya, maksimal jumlah pemilih pada tiap TPS yakni 800 orang. Kini jumlah tersebut dikurangi dan maksimal hanya 500 orang. Konsekuensinya ada penambahan jumlah TPS. “Selain itu juga memerlukan kelengkapan pelindung diri bagi penyelenggara pemilu. Ini seperti masker, sarung tangan, faceshield, hand sanitizer dan lainnya,” ucapnya.


Thursday, June 18, 2020

Pelaksanaan KBM Tahun Ajaran Baru di Kebumen Masih Menunggu Penentuan Zona Kabupaten

BERITAKEBUMEN.CO.ID - Menongsong dimulaina tahun ajaran baru 2020/2021 yang akan dimulai pada 13 Juli mendatang, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kebumen melaksanakan sosialisasi terkait pelaksanaan New Normal atau Tatanan Normal Baru pada dunia pendidikan, Selasa (16/6/2020).


Sosialisasi dilakukan di Aula II Disdik Kebumen secara online dan tatap muka dengan protokol pencegahan Covid 19 diikuti seluruh pejabat struktural Disdik Kebumen, Pengawas Sekolah, Korwil Bidang Pendidikan se-Kabupaten Kebumen dan Kepala SMP dan SD Negeri se-Kabupaten Kebumen. Acara dihadiri pula oleh Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Heri Setiyanto, Kepala Dinas Kesehatan Dwi Budi Satrio, Kabid Kesmas Tri Tunggal Eko Sapto, Kabid Pemerintahan dan Kesra Bapeda.


Kepala Disdik Kebumen Moh Amirudin menyampaikan kegiatan belajar mengajar akan dimulai pada 13 Juli mendatang. Kendati demikian hingga kini belum ditentukan apakah KBM dilaksanakan dengan tatap muka atau menggunakan sistem daring. Hal tersebut masih menunggu keputusan pemerintah pusat dalam penentuan zona kabupaten.


"Jika masih zona merah, orange atau kuning, KBM akan dilaksanakan dengan sistem daring. Namun jika sudah zona hijau dengan jangka waktu setidaknya 2 bulan, KBM akan dilaksanakan secara tatap muka," ungkapnya. 

 Moh Amirudin menjelaskan, dalam era new normal pembelajaran dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan physical distancing. Dimana tempat duduk nanti akan dibuat satu meja satu siswa. Pembelajaran pun akan dilakukan pengurangan jam belajar, tidak ada kegiatan olahraga ataupun ekstrakurikuler.


Siswa tidak boleh naik angkutan umum dan tidak diperkenankan jajan di sekolah. Penggunaan hand sanitizer dan masker harus selalu dilakukan. Pembejaran juga dilakukan dengan separo kelas."Artinya siswa masuk dengan cara bergantian jadwalnya," jelasnya. 

Dalam zona merah, kuning dan orange persiapan pembelajaran harus disiapkan dengan sistem daring. Dalam hal ini penggunaan teknologi informasi dalam KBM menjadi sangat penting. Sinergitas antara guru dan orang tua dalam berlangsungnya KBM daring menjadi suatu keharusan. Pihak sekolah pun akan diberikan kesempatan untuk menyesuaikan dana BOS untuk kebutuhan ditengah pandemi seperti kuota dan lain sebagainya.


"Prinsip belajar di tengah pandemi ini yakni kesehatan adalah nomor satu,” tegasnya. 

 Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyampaikan, kesiapan sarana prasarana dari masing-masing sekolah untuk memastikan kebersihan menjadi penting. Seperti ketersedian sabun cuci tangan, masker maupun hand sanitizer. Pemkab Kebumen juga akan mengupayakan penyediaan masker bagi para siswa dalam menyambut tahun ajaran baru nanti.


Tuesday, June 16, 2020

Tipu Warga Kebumen Hampir 1 M, IRT Asal Jakarta Ditangkap Polisi

BERITAKEBUMEN.CO.ID - Satreskrim Polres Kebumen menangkap seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Jakarta berinisial SP (37) atas dugaan kasus penipuan dengan modus investasi usaha katering. 

Hasil penyelidikan, tersangka melakukan aksi penipuan terhadap sejumlah orang di Kabupaten Kebumen dengan total kerugian hampir Rp 1 miliar. 

"Modusnya investasi modal usaha katering. Tiap bulan akan ada keuntungan dari setiap modal yang dititipkan ke tersangka. Namun usaha katering itu tidak pernah ada," kata Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat ungkap kasus, Senin (15/6/2020). 

Besarnya uang yang diinvestasikan para korban kepada tersangka bervariasi, antara Rp 10 juta hingga Rp 700 juta. Jika diakumulasi, total kerugian para korban mencapai Rp 935 juta. 
 
Menurut Rudy, kasus tersebut terungkap bermula dari laporan salah seorang korban asal Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen. Korban telah mentransfer uang kepada tersangka sebanyak Rp 25 juta pada Desember 2019. Namun, keuntungan yang dijanjikan akan diberikan hingga kini tidak pernah diterima korban. 
 
"Korban merasa ditipu karena keuntungan 10 persen setiap bulan yang harus diterimanya, ternyata tidak diberikan. Tersangka yang kebetulan ngontrak di samping rumah korban selalu berbelit jika ditagih mengenai uang usaha bersama itu," jelas Rudy. 
 
Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Ungkap kasus penipuan dengan modus investasi catering di Mapolres Kebumen. (Foto: Dok Polres Kebumen)

Gubernur Jateng Minta Masyarakat Tidak Terburu-buru Normal Baru

BERITAKEBUMEN.CO.ID - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meminta segenap warga Jawa Tengah untuk tidak terburu-buru menjalankan tatanan kehidupan normal baru alias new normal. 

Ganjar menilai Jateng belum siap menjalankan kehidupan normal baru. Dia menyebut Kebumen sebagai contoh yang sebelumnya berhasil meredam kasus Covid-19 dan bersiap menjalani normal baru, akhirnya dikejutkan kembali dengan munculnya kasus baru Covid-19 pada Senin (15/6/2020). 


Ganjar pun meminta setiap kota/kabupaten lebih hati-hati menyikapi perkembangan situasi. ”Normal baru tidak bisa semata-mata dilakukan karena penurunan kasus dalam jangka waktu singkat. Normal baru selayaknya diterapkan saat kasus Covid-19 landai, konsisten tidak ada peningkatan selama 14 hari, atau bahkan berbulan-bulan,” ujarnya di sela-sela kunjungannya ke Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (16/6/2020). 

 Dia berpesan, setiap daerah yang menerapkan normal baru tetap harus mempersiapkan protokol penanganan Covid-19 sesuai standar. Daerah yang merasa telah siap bisa memulai uji coba normal baru. Namun, pada kondisi apa pun, dokter berikut peralatan pendukungnya, seperti APD (alat pelindung diri), juga tetap harus siap untuk mengatasi munculnya kasus Covid-19 baru. 

 Ganjar mengatakan, pihaknya juga terus berupaya mendorong pemerintah kota/kabupaten untuk terus melakukan tes cepat secara masif. Dengan upaya ini, kasus-kasus Covid-19 di masyarakat bisa diungkap dan ditangani secara cepat.
© Copyright 2019 Berita Kebumen | All Right Reserved