Ads

BERITA TERBARU

Sunday, October 13, 2019

KONI Kebumen Gelar Workshop Kepelatihan Pelatih Cabang Olahraga

Dr. Or. Mansur, M.S salahsatu narasumber dari UNY memberikan
piagam penghargaan kepada Edy Suparman, S.Pd sebagai peserta terbaik (dok:Koni Kebumen)
BERITAKEBUMEN.CO.ID - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kebumen gelar Workshop Pelatihan bagi pelatih Olahraga KONI Kebumen dari tanggal 10 sampai 11 Oktober 2019. 

Kegiatan itu secara resmi dibuka Kepala Dinas Kepemudaan dan olahraga dan pariwisata Kabupaten Kebumen yang diwakili oleh Rumadi, S.E selaku Kabib Pemuda dan Olahraga, di Aula Tribun SMK N 1 Kebumen Kamis (10/10). Dalam sambutannya Rumadi mengatakan, sangat mendukung kegiatan workshop bagi pelatih Cabor ini, dengan pelatihan ini mudah mudahan dapat meningkatkan kualitas SDM pelatih pelatih cabang olahraga yang ada di Kebumen,” sambutnya.

Ketua KONI Kebumen Drs. Sri Hartanto menyampaikan kegiatan workshop bagi pelatih olahraga ini di gelar merupakan wujud program kerja KONI Kabupaten Kebumen Tahun 2019 dan hasil Rapat Pleno KONI Kabupaten Kebumen yang diselenggarakan di Aula STIE Putra Bangsa baru baru ini, salahsatu kesepakatan dalam rapa pleno tersebut adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia keolahrgaan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan,” Ujarnya

Lebih lanjut disampaikannya Ketua KONI Kebumen, kegiatan ini diikuti oleh 70 pelatih dari 32 Cabang Olahraga (Cabor) binaaan KONI Kabupaten Kebumen, tujuan utama penyelenggaraan kegiatan ini adalah peningkatan kapasitas SDM Kepelatihan Olahraga untuk penyegaran bagi peserta lama dan pembekalan bagi para pelatih cabang-cabang olahraga yang baru pertama kali mengikuti kegiatan ini, “ Ujarnya.

“Kegiatan ini diharapkan benar-benar dapat meningkatkan SDM pelatih-pelatih olahraga di Kabupaten Kebumen sebagi persiapan Porwil Dulongmas 2020 yang akan diselenggarakan dikota Pekalongan” Sambungnya.

Sri Hartanto menambahkan untuk narasumber kita menghadirkan pakar-pakar olahraga dari Universitas Negeri Yogyakarta sejumlah 7 Narsumber yang terdiri dari 3 Orang Doktor, 4 orang Dosen candidate Doktor. Kegiatan ini selain mendengarkan paparan dari narasumber didalam ruangan, juga dilaksanakan teori dan praktek lapangan, di akhir kegiatan kita juga memilih peserta terbaik workshop pelatihan ini yaitu Edy Suparman, S.Pd dari Cabor Atletik” tutup Sri Hartanto. (BK/dRiz)

Monday, October 7, 2019

10.291 Balita di Kebumen Alami Stunting, Potensi Kasus Bisa Bertambah

BERITAKEBUMEN.CO.ID - Angka stunting di Kabupaten Kebumen terbilang cukup tinggi, prosentasenya mencapai 19,20 persen. Dari total 53.083 balita di Kebumen yang terdata pada tahun 2019 ini, sekitar 10.291 diantaranya mengalami stunting. Potensi kasus stunting ini bisa bertambah, mengingat sebagian balita masih dalam proses pendataan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dokter Hj Yohanita Rini Kristiani saat kegiatan Kampanye Gerakan Peduli Stunting di Hotel Candisari Karanganyar, Senin (7/10/2019). Hingga saat ini baru sekitar 63 persen balita di Kebumen yang terdata. Dimana 19,20 persen dari jumlah itu mengalami masalah kekurangan gizi kronis. Sedangkan, 37 persen balita lain masih dalam proses pendataan.

Masih Dokter Rini, target penurunan angka stunting di Kebumen sekitar dua persen setiap tahun. Namun demikian, upaya tersebut perlu dilakukan semua pihak bukan saja Dinas Kesehatan.

“Stunting ini bukan tanggung jawab Dinas Kesehatan semata tetapi juga pemerintahan desa dan masyarakat lain,” ungkapnya.

Kampanye Gerakan Peduli Stunting diikuti oleh 500 peserta yang terdiri atas para kepala desa se-Kebumen, Kepala Puskesmas di Kebumen dan OPD terkait. Hadir saat pembukaan Kepala BAP3DA Pudjirahaju, dan perwakilan pimpinan OPD lain.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen Ahmad Ujang Sugiono mengatakan penanganan masalah stunting memang harus menggunakan pendekatan multisektor. Oleh karenanya, seluruh perangkat daerah, dunia usaha, profesi, instansi dan elemen lain mengambil peran dalam upaya penanggulangan stunting.

“Pejabat di wilayah, saya minta ikut memantau langsung ke lapangan bekerjasama dengan kepala desa dan lainnya memantau dan mendata semua bayi yang ada di wilayahnya. Saya ingin semua pertumbuhan bayi normal. Jika ada stunting, tolong diidentifikasi apa penyebabnya untuk ditangani bersama-sama,” tegasnya.

Tidak hanya bayi, lanjut Ujang, kondisi ibu hamil juga perlu dikawal, agar pertumbuhan janin di dalam rahimnya bisa sempurna. Masyarakat, utamanya para orang tua, harus diberikan pemahaman tentang pentingnya pemberian asupan gizi berimbang Pasalnya tidak orang miskin saja yang terancam kena stunting karena kurang gizi akibat kemampuan ekonomi yang terbatas.

“Orang kaya juga bisa kena karena tidak paham tentang asupan gizi yang sehat untuk anak-anaknya. Selain itu pernikahan dini juga harus terus dicegah. Karena rahim perempuan yang masih muda belum siap hamil. Sangat rawan untuk pertumbuhan bayi jika dipaksa hamil, akhirnya bisa stunting juga,” jelasnya.

(BK01/kbmudpt)

Gelar Bazar Jajanan, KNK Hadirkan Sosok Mulia di Alun-Alun Kebumen

BERITAKEBUMEN.CO.ID - Komunitas Ketimbang Ngemis Kebumen (KNK) menggelar Bazar Jajanan di Alun-alun Kebumen, Minggu (6/10/2019) pagi. Acara bertajuk “Stay Young!” ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lansia Internasional. Peserta bazar adalah para Sosok Mulia, yakni para lanjut usia yang masih semangat hidup mandiri seperti aktif berjualan.

Bazar yang kali kedua digelar KNK ini menawarkan berbagai jajanan dan minuman yang dijual oleh delapan sosok Mulia kepada para pengunjung Car Free Day (CFD) Alun-alun Kebumen.

"Mereka kita hadirkan di sini tujuannya agar orang-orang lebih banyak tahu tentang sosok mulia kita, terus harapannya dagangan mereka menjadi semakin laris." ujar Panitia Bazar Jajanan KNK, Diana.

Salah satunya mbah Sartinah (75), seorang penjual pisang keliling asal Sokawera, Kebumen. Ia senang mendapat undangan untuk mengikuti bazar tersebut. Ia juga mengaku pernah mendapat apresiasi dari KNK beberapa waktu lalu.

"Pun nate dibantu arto kalih sembako, geh seneng kulo" aku Sartinah kepada Berita Kebumen.

Mbah Sartinah (75) salah satu Sosok Mulia Ketimbang Ngemis Kebumen. (Foto: Rahmat)

Selain itu ada juga panggung hiburan yang menampilkan Mbah Sanmarta, sosok inspiratif berusia 97 tahun asal Banioro Karangsambung yang masih lincah memainkan Siter. Kemudian live accoustic music UKM STIE Putra Bangsa, persembahan spesial dari Rumah Dongeng dan Budaya Indonesia serta pantomim dari komunitas Sahabat Lingkungan.

(Rahmat/BK01)

Semnas Geodiversity 2019; Kolaborasikan Hasil Penelitian di Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong


BERITAKEBUMEN.CO.ID - Balai Informasi dan Konservasi Kebumian (BIKK) LIPI menggelar Seminar Nasional (Semnas) Ilmu Kebumian Geodiversity 2019 bertajuk “Riset Ilmu Kebumian untuk Pengembangan Geopark Nasional”. Acara dilaksanakan di Hotel Mexolie Kebumen pada Rabu 2 Oktober 2019 lalu.
Ketua Seminar, Muhammad Al'Afif mengatakan bahwa Ilmu Kebumian Geodiversity 2019 ini merupakan salah satu kegiatan BIKK – LIPI sebagai eksistensi LIPI Karangsambung dalam bidang riset, serta pertanggungjawaban pada ilmu pengetahuan.

Seminar Nasional Ilmu Kebumian ini merupakan salah satu kegiatan BIKK - LIPI dalam menjalankan salah satu fungsinya untuk menyebarkan informasi kebumian berupa diseminasi tahunan hasil penelitian di lingkup LIPI khususnya BIKK.

Pada acara ini hadir sebagai keynote speaker Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Dr. Eko Yulianto dan Guru Besar Ilmu Geologi Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sc., Ph.D.

Semnas ini disampaikan dalam bentuk pemaparan presentasi oral maupun poster bagi peserta. Keseluruhan makalah lengkap akan dipublikasi dalam prosiding ilmiah yang akan diterbitkan pada bulan Desember 2019. Naskah Ilmiah yang diterima berjumlah 150 makalah dari peneliti berbagai macam instansi dan perguruan tinggi seluruh Indonesia.

Kepala BIKK - LIPI Edi Hidayat, S.T., M.T. mengatakan kegiatan ini merupakan kali pertama diadakan dan bertujuan untuk mengkolaborasi hasil-hasil penelitian yang ada di Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong (GNKK) ataupun di kawasan lainnya dari sisi ilmu kebumian, budaya dan hayati. Tantangan kedepan bagi daerah yang sudah ditetapkan menjadi kawasan geopark adalah bagaimana kawasan tersebut memberikan dampak peningkatan ekonomi lokal sehingga program-program kegiatan harus dibuat dengan mengikutsertakan masyarakat sekitar, dan tantangan perlindungan terhadap kawasan geopark sebagai kawasan konservasi, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

(YPermana/BK01)

Mahasiswa Kebumen Borong Penghargaan dan Juara UI Ethnovaganza 2019


BERITAKEBUMEN.CO.ID - Perhimpunan Mahasiswa Kebumen di Universitas Indonesia (Perhimak UI) kembali menjadi juara umum pada gelaran UI Ethnovaganza 2019. Gelar ini merupakan kali keempat Perhimak UI menjadi juara secara berturut-turut sejak tahun 2016. Pada acara yang dilangsungkan di Balairung Universitas Indonesia, Minggu (6/10/2019), Perhimak UI berhasil mendapatkan nilai terbaik mengungguli sejumlah paguyuban mahasiswa daerah lainnya, seperti Ikatan Mahasiswa Minang dan Sasambo Nusa Tenggara Barat.

“Kami bersyukur kembali mendapatkan juara ini empat kali secara berturut-turut. Ini bukti bakti kami kepada daerah asal, meski kami jauh merantau namun tetap mengingat dan mengenalkan budaya Kebumen di kancah nasional. Semoga setelah ini budaya Kebumen makin banyak diketahui masyarakat luas,” kata Satria Nur Muhammad, Ketua Perhimak UI saat ditemui sesaat setelah acara.

Pada festival unjuk budaya yang diikuti mahasiswa se-Nusantara tersebut, Perhimak UI membawakan sendra tari kolosal bertajuk Bhumi Tirta Praja Mukti. Tarian yang dibawakan 40 orang mahasiswa-mahasiswi UI yang berasal dari Kebumen ini menggambarkan keelokan unsur-unsur budaya yang ada di Kebumen, misalnya indahnya Samudera Hindia di bagian selatan, dan perbukitan Geopark Karang Sambung di Utara.



Agung Kurniawan, Kreatif Direktor sekaligus Penata Tari tersebut menjelaskan, ada empat unsur penting pada tarian ini, yaitu penari yang melambangkan manusia, tanah, air, dan burung. Semua itu gambaran dari unsur alam dan unsur sosial yang ada di Kebumen.

“Melalui tari ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa pesona alam dan keindahan Kebumen tercermin dari perangai muda-mudinya yang santun. Ada juga pesan tentang bagaimana mengarungi kehidupan yang baik selama kita menjalani kehidupan, mislanya untuk mencintai budaya dan tidak merusak alam. Jadi kita harus bisa menjaga warisan tanah kelahiran yang adiluhur,” jelas Agung.

Tak hanya menjadi penampil terbaik, Perhimak UI juga mendapat predikat mascot terbaik pada parade budaya yang dilaksanakan di Kota Tua Jakarta, pada Minggu (22/9/2019). Maskot ini merupakan rancangan mahasiswa UI sendiri dengan menampilkan kerajinan anyaman pandan khas Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar.

Dua mahasiswa, yaitu Muhammad Habib Maksum Azhari, jurusan Geografi 2017 dan Tsalits Laila Tsuroya, jurusan Ilmu Keperawatan 2017 juga meraih predikat Putra Putri Budaya Terfavorit. Predikat stand terfavorit dengan menyuguhkan makanan khas Kebumen yaitu Sate Ambal melengkapi kemenangan Perhimak UI. Total 5 trofi diraih pada festival budaya UI Ehnovaganza tersebut.

Menurut Satria, gelar ini tak dapat diraih tanpa bantuan berbagai pihak, termasuk Ikatan Alumni Perhimak UI, dan Ikatan Warga Kebumen di Jakarta atau IWAKK Walet Mas.

“Hanya saja, usaha kami untuk memperkenalkan budaya, tarian, makanan, dan pariwisata Kebumen di kancah nasional dari mulai lingkup mahasiswa se-Nusantara kami harap juga mendapat dukungan dan dorongan dari pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan,” Kata Satria.

VIDEO

Nasional

Hiburan

Olahraga

Politik

© Copyright 2019 Berita Kebumen | All Right Reserved