Ads

BERITA TERBARU

Monday, February 17, 2020

Sebanyak 84 Profesional Turut Menginspirasi Siswa-Siswa SD Bersama Kelas Inspirasi Kebumen


BERITAKEBUMEN.CO.ID - Sabtu (15/02) merupakan tahun kelima Kelas Inspirasi Kebumen menggelar hajatan rutin tahunan. Kali ini dua kecamatan di Kabupaten Kebumen bagian timur selatan, yaitu Kecamatan Bonorowo dan Mirit, terpilih sebagai tuan rumah kegiatan hari Inspirasi.

Sebanyak 84 relawan pengajar dan dokumentator dari berbagai lini pekerjaan siap berbagi motivasi dan inspirasi kepada siswa-siswa di delapan Sekolah Dasar (SD) sebagai sasarannya. SD tersebut adalah SDN 1 Patukgawemulyo, SDN Patukrejomulyo, SDN 2 Selotumpeng, SDN 2 Pujodadi, SDN 3 Bonjoklor, SDN 3 Mrentul, SDN Balorejo, SDN 1 Patukrejo.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, relawan dikumpulkan terlebih dahulu di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen (Jumat, 14/02/2020) untuk berdiskusi dan diberikan arahan dari panitia lokal Kelas Inspirasi Kebumen. Selain dihadiri oleh relawan pengajar dan dokumentator, acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Kebumen serta sejumlah kepala sekolah di SD sasaran. 

“Kelas Inspirasi merupakan sebuah gerakan yang dilakukan oleh para profesional dari berbagai bidang. Pengajar direkrut dengan kerelawanan dan tanpa ada kepentingan apapun dalam menginspirasi siswa,” tutur Bapak Bibit, perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Kebumen dalam sambutannya (Jumat, 14/02/2020).

Bagai gayung bersambut, salah satu relawan pengajar yang setia mengikuti Kelas Inspirasi Kebumen setiap tahunnya mengaku sangat senang bisa kembali hadir dalam kegiatan yang sama. 

“Dari yang awalnya grogi untuk berbicara di depan kelas hingga sekarang sudah merasa berani dan mampu mengatasi berbagai tingkah laku anak-anak,” ungkap Murdiono, seorang relawan pengajar yang berprofesi sebagai IT Service Perbankan di Kebumen.

Selain Murdiono, tahun ini juga hadir relawan pengajar dengan profesi yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, seperti pemadam kebakaran, orthopedagog, perangkat desa, penggiat kopi, dan dari berbagai profesi lainnya. 



Mereka datang dari berbagai kota di Indonesia, selain dari Kebumen sendiri tentunya, bahkan luar pulau seperti Bali dan Jambi. Hal ini membuktikan bahwa mereka dipertemukan dengan hati dan tujuan yang sama yaitu untuk menebar inspirasi serta ikut andil secara nyata dalam kemajuan pendidikan di sekolah dasar.

Bagaimana pun juga, mereka datang ke Kebumen tanpa ada paksaan karena salah satu prinsip dari 7 Prinsip Dasar yang harus dimiliki oleh seorang relawan adalah sukarela. Mereka secara sukarela mendaftarkan diri menjadi relawan pengajar atau pun dokumentator di Kelas Inspirasi. 

Tentunya pengorbanan waktu dan materi yang telah mereka keluarkan akan lunas dengan sendirinya ketika bertemu langsung dengan para siswa yang begitu antusias mengikuti kegiatan hari Inspirasi.

Harapannya, dengan datangnya para relawan ke sekolah, maka keinginan belajar siswa akan meningkat. Sehingga mereka memiliki cita-cita yang harus diperjuangkan di masa depan. KI pun akan tetap meninjau perkembangan belajar siswa selepas hari Inspirasi melalui program Back to School di lain waktu. 

Jadi, kegiatan positif ini tidak akan terhenti sampai hari Inspirasi saja melainkan masih akan tetap berlanjut. Semua dilakukan agar terciptanya generasi emas bangsa Indonesia. (Helmi Nurlaili)

Saturday, February 15, 2020

“Yang Mulia” Otak Penipuan Lolos Jadi PNS Ditangkap Polres Kebumen

BERITAKEBUMEN.CO.ID - Sat Reskrim Polres Kebumen berhasil meringkus ketua komplotan penipu yang menjanjikan para korbannya lolos menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka adalah AD (62) warga Desa Lohayong Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur dan TA (51) warga Kelurahan Berua Kecamatan Biring Kanaya, Kota Makasar.
Keduanya ditetapkan tersangka oleh Unit Tipiter pimpinan Iptu Ghulam Yanuar Lutfi dari pengembangan tiga tersangka yang terlebih dahulu ditangkap.

Tersangka AD atau yang akrab disapa “Yang Mulia” adalah seorang purnawirawan PNS di Kabupaten Flores.

Ia mendapatkan jatah uang paling banyak yakni 94 Juta Rupiah dari uang 150 Juta Rupiah yang disetorkan oleh para korbannya.

Para tersangka diamankan di dua tempat berbeda. Tersangka inisial TA memenuhi panggilan Penyidik di Polres Kebumen selanjutnya dilakukan penahanan pada Rabu (5/2).

Selanjutnya “Yang Mulia” ditangkap hari Rabu (12/2) di Jakarta.

Cukup mencengangkan, dari kedua tersangka ini, diperkirakan ada 605 korban di seluruh Indonesia yang dijanjikan akan diloloskan menjadi PNS.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat konferensi pers mengungkapkan, polisi belum bisa memastikan berapa jumlah total keseluruhan korban dalam kasus ini.

“Dua tersangka yang kita tangkap ini adalah hasil pengembangan kasus sebelumnya. Data yang kami peroleh dari dua tersangka ini, sementara ada 605 korban. Jika digabungkan dengan korban yang pertama mencapai 800an korban bahkan bisa lebih,” kata AKBP Rudy saat konferensi pers, Jumat (15/2).

Modusnya ke dua tersangka adalah mendapatkan setoran dari tersangka yang sebelumnya melakukan perekrutan di wilayah Kebumen.

Sebelumnya Polres Kebumen membongkar kasus penipuan dengan modus dapat meloloskan menjadi Pegawai Negeri Sipil antar Provinsi di Indonesia.

Tiga tersangka yang tangkap masing-masing inisial berinisial AS (43) warga Prembun Kebumen, ES (66) warga Kelurahan Pasireurih Kecamatan Tamansari Bogor, dan RD (33) warga Jalan MT Haryono Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

Para tersangka ditangkap setelah dilaporkan salah satu korban Yudi Suhendra (35) warga desa Prembun yang dijanjikan akan menjadi PNS dari tahun 2016.

Korban yang curiga hingga awal tahun 2020 belum ada tindak lanjut jadi PNS, sedangkan ia sudah menyetorkan uang 150 Juta akhirnya melaporkan ke Polres Kebumen.

(Humas Polres Kebumen)

Syarat Calon Perseorangan Pilbub 2020, Dukungan Minimal 69.727 Orang

BERITAKEBUMEN.CO.ID - 'Grengseng' kontestasi Pemilihan Bupati (Pilbup) dan Wakil Bupati Kebumen yang akan dihelat pada 23 September 2020 mendatang sudah terasa sejak awal tahun. Salah satu yang menjadi perbincangan hangat adalah terkait calon perseorangan atau calon independen. Setiap warga berhak mengajukan dirinya menjadi calon independen, namun ada syarat yang harus dipenuhi. Syarat tersebut diantaranya memiliki dukungan minimal 69.727 orang yang dibuktikan foto copi KTP elektronik dan tanda tangan pendukung yg tersebar di 14 kecamatan.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kebumen, Yulianto M.Kom saat sosialisasi pemenuhan syarat dukungan dan persebaran kepada bakal pasangan calon perseorangan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, Sabtu (15/2)di Gedung KPU Jl. Arungbinang No.14 Kebumen.

Yulianto menambahkan, surat pernyataan dukungan yang dimaksud menggunakan formulir Model B, 1-KWK Perseorangan yang dapat disusun secara perseorangan atau kolektif per desa/kelurahan dan dibuat dalam bentuk softcopy dan hardcopy. Softcopy menggunakan format yang telah disediakan dan diunggah pada sistem informasi pencalonan (Silon) dan harus sesuai dengan jumlah dukungan yang tercantum dalam hardcopy.

Selanjutnya, bakal paslon perseorangan menyusun rekapitulasi jumlah dukungan dengan menggunakan formulir Model B, 2-KWK. Dukungan dokumen dibuat 3 rangkap, 1 asli dan 2 salinan dan penyerahan dokumen dukungan dilakukan sesuai jadwal, paling lambat pukul 16.00.

"Dokumen tersebut nanti akan di verifikasi yang meliputi verifikasi jumlah dukungan dan persebarannya, administrasi dan faktual. Verifikasi faktual langsung mendatangi setiap tempat tinggal pendukung," ujar Yulianto.

Setelah melalui verifikasi, maka calon perseorangan yang dinyatakan memenuhi persyaratan akan diberikan tanda terima pendaftaran formulir Model TT, 1-KWK. Untuk penetapan hasil verifikasi persyaratan pencalonan, persyararan bakal calon, penetapan pasangan calon peserta pemilihan nanti melalui rapat pleno dan dituangkan dalam berita acara penetapangan pasangan calon.

"Melalui sosialisasi ini diharapkan bakal paslon terutama dalam hal pemenuhan syarat dukungan dan persebaran sudah dapat memahami dan paslon perseorangan sudah bisa mempersiapkan diri sejak dini," tutup Yulianto.


Sunday, February 9, 2020

LOWONGAN KERJA KEBUMEN SEBAGAI TEKNISI KOMPUTER

LOWONGAN KERJA KEBUMEN TEKNISI KOMPUTER


BERITAKEBUMEN.CO.ID - Kami adalah toko komputer yang terus berkembang. Saat ini kami membutuhkan segera seorang :

## Teknisi Komputer ##

Keahlian :
– Mampu trouble shooting kerusakan PC

Kualifikasi :
– Pria umur 18-30 tahun.
– Minimal lulusan SMA, SMK/Sederajat.
– Jujur, pekerja keras, suka tantangan, teliti, kreatif, inovatif, up to date, komunikatif, dapat bekerja secara individu & team.
– Domisili di Kab. Kebumen.
– Mempunyai SIM C

Waktu Bekerja :
* Senin – Jumat Pukul 08.00 – 16.30,
 * Sabtu Pukul 08.00 – 15.30.

Lain-lain :
* Gaji awal Rp 1.500.000
* Insentif/bonus

Peminat serius silahkan kirimkan CV anda ke: izikomputer@gmail.com

Tuesday, January 21, 2020

Youtuber Asal Kebumen Dituntut 1 Tahun Penjara

BERITAKEBUMEN.CO.ID - Yuotuber asal Kebumen Andria Ardiansyah hukuman 1 tahun penjara akibat video hoaks insiden kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya beberapa waktu lalu.


“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa dengan pidana penjara selama dua belas bulan dikurangi selama terdakwa ditahan dengan perintah tetap berada dalam tahanan,” kata JPU Muhammad Nizar saat membacakan surat tuntutan diruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (20/1/2020).

Terdakwa maupun tim penasehat hukumnya diberikan waktu satu minggu untuk mengajukan pembelaan.

“Silahkan ajukan pembelaan, majelis berikan waktu satu minggu,” pungkas ketua majelis hakim Yohannes Hehamony.

Diketahui, Terdakwa Andria Ardiansyah dinyatakan JPU telah terbukti melanggar Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) lantaran menggunggah video berjudul provokatif “Tolak Bendera Merah Putih, Asrama Papua Digeruduk Warga”.

Video yang diunggah di akun Youtube-nya tersebut merupakan video lama yang diambil pada 17 Juli 2016. Namun oleh terdakwa, video itu diedit dan diunggah kembali dengan judul provokatif pada 16 Agustus 2019, bersamaan dengan terjadinya kericuhan di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) Surabaya.

Selain terdakwa Andria Ardiansyah, kasus ini juga menjerat dua terdakwa lainnya dalam berkas perkara yang terpisah. Keduanya adalah Syamsul Arifin, ASN Pemkot Surabaya dan Tri Susanti alias Mak Susi, Mantan anggota ormas FKPPI.

Terdakwa Syamsul Arifin diadili karena melontarkan kata monyet saat kerusuhan di AMP. Ia dianggap melakukan rasisme dan dijatuhi tuntutan 8 bulan penjara.

Sedangkan Mak Susi diadili karena menyebar berita bohong atau hoaks melalui sarana elektronik yakni WhatsApp terkait perusakan bendera merah putih di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya pada Jum’at (16/8/2019) lalu.

Persidangan Mak Susi masih berjalan di PN Surabaya dengan agenda mendengarkan keterangan saksi meringankan yang dihadirkan tim penasehat hukumnya.

Sumber: beritalima.com

VIDEO

Nasional

Hiburan

Olahraga

Politik

© Copyright 2019 Berita Kebumen | All Right Reserved