DomaiNesia

Bangunan Rumah Makan di JJLS Roboh Diterjang Angin, Tiga Pengunjung Terluka

Bangunan Rumah Makan di JJLS Roboh Diterjang Angin, Tiga Pengunjung Terluka

KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Cuaca ekstrem kembali memicu insiden di wilayah Kabupaten Kebumen. Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan sebuah bangunan lantai dua rumah makan roboh saat sejumlah pengunjung tengah menggelar acara buka bersama. Peristiwa tersebut terjadi menjelang malam dan sempat membuat panik warga sekitar, terutama karena lokasi berada di jalur strategis Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS). Tiga orang pengunjung mengalami luka akibat tertimpa material bangunan dan harus mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan berbeda. Kepolisian memastikan kejadian tersebut murni akibat faktor cuaca ekstrem serta kondisi bangunan yang diduga sudah rapuh.

Peristiwa bangunan roboh di Kebumen itu terjadi pada Senin, 2 Maret 2026, sekitar pukul 18.00 WIB. Lokasinya berada di sebuah warung makan di Desa Tlogopragoto, Kecamatan Mirit, tepatnya di tepi Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS), samping SPBU Tlogopragoto.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, sebelum kejadian para korban bersama 13 orang lainnya mengadakan acara silaturahmi dan buka bersama sejak pukul 16.30 WIB.

“Saat hujan deras dan angin kencang datang, sebagian pengunjung sudah turun ke lantai satu. Namun tiga orang masih berada di lantai dua ketika bangunan tiba-tiba roboh dan tertimpa material,” terang Kapolres, Selasa, 3 Maret 2026.

Akibat kejadian rumah makan roboh di Mirit, tiga orang mengalami luka. Korban pertama, Yulaikha (38), warga Patukrejo, Kecamatan Bonorowo, mengalami cedera kepala dan dirujuk ke PKU Muhammadiyah Gombong.

Korban kedua, Witani Setyaningsih (47), warga Sitibentar, Kecamatan Mirit, mengalami patah tangan kanan dan dirujuk ke RSUD dr. Soedirman Kebumen.

Sementara korban ketiga, Nurlela (37), warga Lembupurwo, Kecamatan Mirit, mengalami luka di bagian kepala dan wajah. Ia sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Mirit sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.

Kapolsek Mirit IPTU Purwito bersama personel Polsek Mirit langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga. Petugas melakukan pendataan saksi, membantu proses evakuasi, serta memastikan korban segera mendapatkan penanganan medis.

Pemilik warung, Sukirno (44), turut dimintai keterangan sebagai saksi, bersama seorang warga bernama Sri Fajarwati (38).

Bangunan lantai dua tersebut diketahui berdampingan dengan kandang ayam. Saat roboh, material bangunan juga menimpa gudang pakan ternak di sampingnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, kepolisian menyatakan insiden tersebut murni akibat cuaca ekstrem di Kebumen yang disertai angin kencang, serta kondisi bangunan yang diduga tidak cukup kuat menahan terpaan angin.

“Kami mengimbau para pemilik bangunan agar memastikan kekuatan struktur, terlebih saat musim hujan dan angin kencang. Keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama,” tegas AKBP Putu.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa angin kencang dan hujan deras di Kebumen berpotensi menimbulkan risiko serius, terutama pada bangunan bertingkat dengan konstruksi yang tidak memadai. (BK/*)


-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Previous Post Next Post