DomaiNesia

Perampokan di Kebumen, Pasutri Disekap Saat Tidur, Pelaku Gasak Emas dan Uang Tunai

Perampokan di Kebumen, Pasutri Disekap Saat Tidur, Pelaku Gasak Emas dan Uang Tunai
Ilustrasi

KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) terjadi di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dan menyasar sebuah toko bangunan yang juga menjadi tempat tinggal pemiliknya. Peristiwa ini berlangsung saat dini hari, ketika korban tengah terlelap, sehingga pelaku leluasa menjalankan aksinya.

Perampokan tersebut terjadi di Toko Bangunan Setiabudi milik Yulianto yang berada di Desa Munggu, Kecamatan Petanahan, Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Korban, Ade Catur Pamungkas, bersama istrinya disekap oleh empat orang pelaku yang masuk ke dalam rumah yang terletak di bagian belakang toko.

Berdasarkan keterangan korban, saat dirinya dan sang istri sedang tidur di kamar lantai dua, para pelaku tiba-tiba masuk ke dalam kamar. Mereka mengenakan penutup wajah dan sebagian membawa senjata tajam.

Pelaku langsung mengancam korban agar tidak melakukan perlawanan. “Pelaku meminta kami tetap diam dan tidak melawan. Mereka mengancam akan melukai jika kami tidak menurut,” ujar Ade, menggambarkan situasi mencekam saat kejadian.

Korban dan istrinya kemudian diikat menggunakan kabel ties, tali sepatu, dan tali tambang. Sementara itu, dua pelaku lainnya turun ke lantai satu untuk menggeledah area toko.

Dalam kondisi tak berdaya, korban hanya bisa menyaksikan para pelaku mengambil sejumlah barang berharga. Di antaranya dua cincin emas seberat 3 gram dan 1,5 gram, serta satu gelang emas seberat 4,5 gram lengkap dengan surat pembeliannya. Pelaku juga membawa uang tunai sekitar Rp2 juta dari dalam dompet dan celengan korban.

Tak hanya itu, uang di laci kasir toko bangunan sebesar kurang lebih Rp700 ribu turut digondol pelaku.

Pelaku Bobol Tembok dan Rusak CCTV

Setelah beraksi, para pelaku meninggalkan korban dalam kondisi terikat. Sekitar pukul 02.30 WIB, korban dan istrinya berhasil melepaskan diri dengan memotong tali menggunakan gunting.

Saat turun ke lantai satu, korban mendapati penjaga toko juga dalam kondisi terikat di kamar jaga.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), diketahui para pelaku masuk dengan cara menjebol tembok pagar belakang rumah yang terbuat dari batako. Lubang yang dibuat berukuran sekitar 60 x 60 sentimeter, cukup untuk akses masuk ke dalam area rumah.

Pelaku kemudian masuk melalui pintu yang tidak terkunci. Sebelum beraksi di lantai dua, mereka terlebih dahulu merusak kamera CCTV dan mengikat penjaga toko.

Para pelaku juga sempat mencoba membawa mobil milik korban. Namun, upaya tersebut dibatalkan setelah diketahui kendaraan dilengkapi sistem pelacak GPS. Dua unit sepeda motor turut menjadi sasaran, tetapi pelaku hanya membawa kunci kendaraan.

Kerugian Capai Rp16 Juta

Polisi menemukan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, di antaranya potongan kabel ties, tali sepatu, tali tambang, serta dua dompet milik korban.

Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp16 juta. Beruntung, tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut.

Kasus ini kini tengah ditangani pihak kepolisian untuk mengungkap identitas dan memburu para pelaku yang masih dalam penyelidikan.


Sumber


-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Previous Post Next Post