KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Suasana Pendopo Kecamatan Kuwarasan pada Sabtu (14/3/2026) terasa berbeda. Di tengah suasana bulan Ramadan yang penuh makna, ratusan warga berkumpul untuk menyaksikan penyaluran bantuan zakat yang diharapkan dapat membantu meringankan beban hidup masyarakat kurang mampu.
Melalui program penyaluran Zakat Infaq Shodaqoh (ZIS), BAZNAS Kebumen kembali menyalurkan bantuan kepada ribuan mustahik di wilayah selatan Kabupaten Kebumen. Bantuan tersebut menjadi bagian dari pendistribusian zakat tahap pertama tahun 2026 yang menyasar masyarakat di tujuh kecamatan.
Total dana yang disalurkan mencapai Rp2.175.481.576 dan diperuntukkan bagi 6.349 mustahik dari tujuh golongan penerima zakat (asnaf).
Ketua BAZNAS Kebumen, Ahmad Sahli Syam, menjelaskan bahwa bantuan tersebut menjangkau masyarakat di 124 desa yang berada di Kecamatan Adimulyo, Ayah, Buayan, Gombong, Kuwarasan, Rowokele, dan Sempor.
"Pendistribusian ini menyasar mustahik dari tujuh asnaf dengan lima program utama yang menjadi fokus BAZNAS Kebumen," ujarnya.
Ia menambahkan, lima program yang menjadi fokus penyaluran adalah Program Kebumen Sehat, Kebumen Cerdas, BAZNAS Peduli, Kebumen Taqwa, serta Kebumen Makmur.
Dari total dana tersebut, program BAZNAS Peduli menjadi yang terbesar dengan alokasi sekitar Rp1,14 miliar. Sementara program Kebumen Cerdas mendapatkan sekitar Rp632 juta untuk mendukung kebutuhan pendidikan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kebumen, Edi Rianto, yang hadir mewakili Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi kepada para muzakki yang telah menyalurkan zakat melalui BAZNAS.
Dalam sambutan yang dibacakan Sekda, Bupati menekankan bahwa semangat berbagi masyarakat Kebumen terus meningkat setiap tahunnya.
"Semangat berbagi di masyarakat Kebumen terus tumbuh. Kami berharap BAZNAS terus memperkuat pengelolaan zakat yang tertib, transparan, dan tepat sasaran," kata Edi Rianto saat membacakan sambutan Bupati.
Ia juga menambahkan bahwa kepercayaan masyarakat menjadi kunci utama agar pengelolaan zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Jika kepercayaan ini terjaga, maka semakin banyak warga yang dapat terbantu dan memiliki kehidupan yang lebih layak," ujarnya.
Program penyaluran zakat BAZNAS Kebumen menjadi salah satu upaya penting dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui dana sosial umat. Dengan penyaluran Zakat Infaq Shodaqoh (ZIS) di Kebumen, ribuan mustahik dari berbagai desa mendapatkan bantuan yang mencakup kebutuhan pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi. Kehadiran program ini diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat kurang mampu sekaligus memperkuat solidaritas sosial di Kabupaten Kebumen.
Selain penyerahan bantuan, kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiyah oleh KH Mudhofir yang mengingatkan pentingnya keseimbangan antara ilmu fikih dan akhlak dalam kehidupan umat Islam.
Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan pesan kepada masyarakat agar memanfaatkan bulan Ramadan dengan memperbanyak amal kebaikan.
"Fikih tanpa akhlak bisa menyebabkan fasik, sedangkan akhlak tanpa fikih bisa menyebabkan kafir zindiq," tuturnya.
Ia juga mengajak jamaah untuk memaksimalkan sisa bulan Ramadan dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh.
Sebagai catatan, sepanjang tahun 2025 BAZNAS Kebumen mencatat kinerja positif dalam pengumpulan Zakat Infaq Shodaqoh dengan total mencapai Rp11,7 miliar dari 4.440 muzakki.
Dana tersebut telah disalurkan kepada lebih dari 21 ribu mustahik di berbagai wilayah, termasuk untuk bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Aceh, Sumatra, hingga Palestina.
Kegiatan penyaluran zakat ini turut dihadiri jajaran asisten Sekda, pimpinan OPD, Forkopimcam dari tujuh kecamatan, pimpinan bank mitra, kepala desa, serta perwakilan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Kecamatan Kuwarasan. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Melalui program penyaluran Zakat Infaq Shodaqoh (ZIS), BAZNAS Kebumen kembali menyalurkan bantuan kepada ribuan mustahik di wilayah selatan Kabupaten Kebumen. Bantuan tersebut menjadi bagian dari pendistribusian zakat tahap pertama tahun 2026 yang menyasar masyarakat di tujuh kecamatan.
Total dana yang disalurkan mencapai Rp2.175.481.576 dan diperuntukkan bagi 6.349 mustahik dari tujuh golongan penerima zakat (asnaf).
Ketua BAZNAS Kebumen, Ahmad Sahli Syam, menjelaskan bahwa bantuan tersebut menjangkau masyarakat di 124 desa yang berada di Kecamatan Adimulyo, Ayah, Buayan, Gombong, Kuwarasan, Rowokele, dan Sempor.
"Pendistribusian ini menyasar mustahik dari tujuh asnaf dengan lima program utama yang menjadi fokus BAZNAS Kebumen," ujarnya.
Ia menambahkan, lima program yang menjadi fokus penyaluran adalah Program Kebumen Sehat, Kebumen Cerdas, BAZNAS Peduli, Kebumen Taqwa, serta Kebumen Makmur.
Dari total dana tersebut, program BAZNAS Peduli menjadi yang terbesar dengan alokasi sekitar Rp1,14 miliar. Sementara program Kebumen Cerdas mendapatkan sekitar Rp632 juta untuk mendukung kebutuhan pendidikan masyarakat.
Semangat Berbagi Masyarakat Kebumen Terus Tumbuh
Sekretaris Daerah Kebumen, Edi Rianto, yang hadir mewakili Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi kepada para muzakki yang telah menyalurkan zakat melalui BAZNAS.
Dalam sambutan yang dibacakan Sekda, Bupati menekankan bahwa semangat berbagi masyarakat Kebumen terus meningkat setiap tahunnya.
"Semangat berbagi di masyarakat Kebumen terus tumbuh. Kami berharap BAZNAS terus memperkuat pengelolaan zakat yang tertib, transparan, dan tepat sasaran," kata Edi Rianto saat membacakan sambutan Bupati.
Ia juga menambahkan bahwa kepercayaan masyarakat menjadi kunci utama agar pengelolaan zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Jika kepercayaan ini terjaga, maka semakin banyak warga yang dapat terbantu dan memiliki kehidupan yang lebih layak," ujarnya.
Program penyaluran zakat BAZNAS Kebumen menjadi salah satu upaya penting dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui dana sosial umat. Dengan penyaluran Zakat Infaq Shodaqoh (ZIS) di Kebumen, ribuan mustahik dari berbagai desa mendapatkan bantuan yang mencakup kebutuhan pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi. Kehadiran program ini diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat kurang mampu sekaligus memperkuat solidaritas sosial di Kabupaten Kebumen.
Selain penyerahan bantuan, kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiyah oleh KH Mudhofir yang mengingatkan pentingnya keseimbangan antara ilmu fikih dan akhlak dalam kehidupan umat Islam.
Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan pesan kepada masyarakat agar memanfaatkan bulan Ramadan dengan memperbanyak amal kebaikan.
"Fikih tanpa akhlak bisa menyebabkan fasik, sedangkan akhlak tanpa fikih bisa menyebabkan kafir zindiq," tuturnya.
Ia juga mengajak jamaah untuk memaksimalkan sisa bulan Ramadan dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh.
Sebagai catatan, sepanjang tahun 2025 BAZNAS Kebumen mencatat kinerja positif dalam pengumpulan Zakat Infaq Shodaqoh dengan total mencapai Rp11,7 miliar dari 4.440 muzakki.
Dana tersebut telah disalurkan kepada lebih dari 21 ribu mustahik di berbagai wilayah, termasuk untuk bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Aceh, Sumatra, hingga Palestina.
Kegiatan penyaluran zakat ini turut dihadiri jajaran asisten Sekda, pimpinan OPD, Forkopimcam dari tujuh kecamatan, pimpinan bank mitra, kepala desa, serta perwakilan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Kecamatan Kuwarasan. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
