KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Seorang warga Desa Karangsari, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, diduga menjadi korban penipuan dengan modus hipnotis yang dilakukan oleh seorang perempuan tak dikenal. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 11.25 WIB.
Berdasarkan keterangan keluarga korban, pelaku awalnya datang ke rumah orang tua korban dan mengaku sebagai warga yang masih satu desa. Saat itu, pelaku menawarkan sebidang sawah tahunan dengan harga Rp20 juta. Ia berdalih membutuhkan uang tersebut untuk biaya pengobatan suaminya yang sedang dirawat di rumah sakit.
Diduga menggunakan modus hipnotis, pelaku kemudian membuat korban menuruti permintaannya untuk mengambil uang di bank. Pelaku bahkan ikut mengantar korban menuju bank untuk menarik uang yang dimaksud.
Setelah uang berhasil diambil, pelaku meminta agar uang tunai beserta KTP dan buku tabungan korban disimpan di dalam jok sepeda motor miliknya dengan alasan demi keamanan. Usai dari bank, pelaku kembali mengajak korban menuju Desa Kembangsawit dengan alasan hendak menemui saudaranya untuk membahas biaya rumah sakit dan kepulangan suaminya.
Namun sesampainya di desa tersebut, korban justru diturunkan di sebuah rumah yang tidak dikenalnya. Pelaku meminta korban menunggu karena berjanji akan mengantarnya pulang. Pelaku kemudian pergi dengan alasan hendak menyusul saudaranya yang sedang berada di sawah.
Setelah menunggu sekitar 30 menit, pelaku tidak kunjung kembali. Korban akhirnya ditolong warga sekitar yang kemudian mengantarnya pulang ke rumah.
Keluarga korban menyebutkan, saat peristiwa terjadi korban tidak membawa telepon genggam sehingga tidak bisa segera menghubungi keluarga. Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Kutowinangun, namun hingga kini pelaku masih dalam penyelidikan.
Berdasarkan keterangan korban, pelaku memiliki ciri-ciri mengenakan baju berwarna kuning, berjilbab hitam, dan mengendarai sepeda motor Honda Vario berwarna putih.
Keluarga korban juga menyebut korban sempat merasa seperti “blank” setelah berjabat tangan dengan pelaku. Rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar rumah korban menunjukkan pelaku berada di lokasi tidak sampai 30 menit sebelum akhirnya membawa korban pergi.
Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku dan memastikan kronologi kejadian tersebut. (BK/Yog)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Berdasarkan keterangan keluarga korban, pelaku awalnya datang ke rumah orang tua korban dan mengaku sebagai warga yang masih satu desa. Saat itu, pelaku menawarkan sebidang sawah tahunan dengan harga Rp20 juta. Ia berdalih membutuhkan uang tersebut untuk biaya pengobatan suaminya yang sedang dirawat di rumah sakit.
Diduga menggunakan modus hipnotis, pelaku kemudian membuat korban menuruti permintaannya untuk mengambil uang di bank. Pelaku bahkan ikut mengantar korban menuju bank untuk menarik uang yang dimaksud.
Setelah uang berhasil diambil, pelaku meminta agar uang tunai beserta KTP dan buku tabungan korban disimpan di dalam jok sepeda motor miliknya dengan alasan demi keamanan. Usai dari bank, pelaku kembali mengajak korban menuju Desa Kembangsawit dengan alasan hendak menemui saudaranya untuk membahas biaya rumah sakit dan kepulangan suaminya.
Namun sesampainya di desa tersebut, korban justru diturunkan di sebuah rumah yang tidak dikenalnya. Pelaku meminta korban menunggu karena berjanji akan mengantarnya pulang. Pelaku kemudian pergi dengan alasan hendak menyusul saudaranya yang sedang berada di sawah.
Setelah menunggu sekitar 30 menit, pelaku tidak kunjung kembali. Korban akhirnya ditolong warga sekitar yang kemudian mengantarnya pulang ke rumah.
Keluarga korban menyebutkan, saat peristiwa terjadi korban tidak membawa telepon genggam sehingga tidak bisa segera menghubungi keluarga. Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Kutowinangun, namun hingga kini pelaku masih dalam penyelidikan.
Berdasarkan keterangan korban, pelaku memiliki ciri-ciri mengenakan baju berwarna kuning, berjilbab hitam, dan mengendarai sepeda motor Honda Vario berwarna putih.
Keluarga korban juga menyebut korban sempat merasa seperti “blank” setelah berjabat tangan dengan pelaku. Rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar rumah korban menunjukkan pelaku berada di lokasi tidak sampai 30 menit sebelum akhirnya membawa korban pergi.
Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku dan memastikan kronologi kejadian tersebut. (BK/Yog)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
