DomaiNesia

Menteri KKP Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih Karangduwur Kebumen, Infrastruktur Rp10,1 Miliar Siap Dikelola Koperasi

Kampung Nelayan Merah Putih Kebumen

KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Kunjungan pejabat pemerintah pusat ke daerah pesisir sering kali menjadi momentum penting untuk memastikan program pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat. Hal itu pula yang terjadi di pesisir selatan Kabupaten Kebumen ketika Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah. Program yang digagas pemerintah tersebut diharapkan mampu mendorong kesejahteraan nelayan melalui penguatan infrastruktur serta pengelolaan ekonomi berbasis koperasi.

Kawasan pesisir Karangduwur sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas perikanan cukup tinggi di Kebumen. Ribuan warga menggantungkan hidup dari sektor laut, mulai dari penangkapan ikan hingga aktivitas perdagangan hasil tangkapan. Dengan adanya pembangunan berbagai fasilitas penunjang, pemerintah berharap kawasan ini tidak hanya menjadi pusat aktivitas nelayan, tetapi juga mampu berkembang sebagai kawasan ekonomi pesisir yang lebih modern dan produktif.

Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, melakukan kunjungan kerja ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, pada Kamis, 5 Maret 2026.

Kedatangan Menteri disambut langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, didampingi Wakil Bupati Zaeni Miftah, mantan Bupati Ir Mohammad Yahya Fuad, Sekretaris Daerah Edi Rianto, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Wilayah Karangduwur sendiri merupakan kawasan pesisir strategis yang dihuni sekitar 5.136 jiwa dari 1.572 kepala keluarga. Sektor kelautan menjadi penopang utama perekonomian masyarakat setempat.

Tercatat sekitar 441 nelayan aktif yang mengoperasikan 322 unit kapal untuk menangkap berbagai komoditas laut. Hasil tangkapan utama di wilayah ini antara lain ikan layur, trejet, tongkol, udang, dan bawal.

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengalokasikan anggaran fisik sebesar Rp10,1 miliar untuk membangun berbagai infrastruktur pendukung dalam program Kampung Nelayan Merah Putih.

Sejumlah fasilitas yang dibangun meliputi sarana operasional, fasilitas pendukung, hingga infrastruktur umum bagi nelayan.

Untuk fasilitas operasional, pemerintah membangun shelter pendaratan ikan, tangga pendaratan, area parkir perahu, serta tangki air laut berkapasitas 5.000 liter.

Selain itu terdapat pula fasilitas pendukung seperti pabrik es portable slurry, gudang beku portable, kios perbekalan nelayan, serta kios kuliner.

Pada aspek sanitasi dan lingkungan, dibangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL), tempat pembuangan sampah, tangki air bersih berkapasitas 12.000 liter, serta toilet umum.

Sementara untuk infrastruktur umum, pemerintah menyediakan kantor pengelola, balai nelayan, musholla, gerbang kawasan, rumah genset, hingga penerangan jalan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan, dan Perikanan (DLHKP) Kebumen, Asep Nurdiana, menjelaskan bahwa program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari transformasi pembangunan pesisir yang tidak hanya menyentuh fisik, tetapi juga sistem ekonomi nelayan.

“Pembangunan di Karangduwur ini sudah selesai seratus persen dan tinggal menunggu peresmian serentak. Nantinya seluruh fasilitas akan dikelola oleh koperasi agar manfaatnya langsung dirasakan para nelayan,” jelas Asep.

Ia juga menyebutkan bahwa pada tahun 2025 terdapat sekitar 100 titik Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia. Pada tahun 2026, jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 1.000 titik.

Pemerintah daerah sendiri telah mengusulkan sejumlah lokasi tambahan di Kebumen untuk program serupa, antara lain TPI Pasir, Tanggulangin, Argopeni, dan Karangbolong.

Dalam kesempatan yang sama, Asep juga menjelaskan perkembangan terkait Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Tegalretno, Kecamatan Petanahan. Saat ini pengelolaan kawasan tersebut tengah dialihkan dari KKP kepada PT Agrinas Jaladri Nusantara.

Menurutnya, proses inventarisasi aset masih berlangsung sebagai bagian dari tahapan pelimpahan pengelolaan.

“Operasional masih berjalan dan para karyawan juga tetap bekerja seperti biasa. Proses inventarisasi aset masih berlangsung agar transisinya sesuai prosedur,” katanya.

Ketua Koperasi Desa Merah Putih Karangduwur, Miftakhudin, menambahkan bahwa koperasi dibentuk untuk memperkuat posisi nelayan dalam rantai ekonomi perikanan.

Hingga saat ini tercatat 30 anggota resmi telah bergabung dalam koperasi tersebut. Persyaratan keanggotaan meliputi fotokopi KTP, pas foto, simpanan pokok Rp100 ribu, serta simpanan wajib Rp10 ribu setiap bulan.

Sementara itu Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan bahwa kawasan pesisir Kebumen memiliki potensi ekonomi yang sangat besar.

Kabupaten Kebumen memiliki garis pantai sepanjang 63,53 kilometer dengan potensi perikanan yang cukup menjanjikan.

Data tahun 2025 menunjukkan produksi perikanan tangkap Kebumen mencapai 14.748 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp216,25 miliar.

“Kami sangat berterima kasih atas pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Karangduwur. Program ini tentu sangat membantu para nelayan dan masyarakat pesisir,” ujar Bupati Lilis.

Sementara itu Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa kunjungannya bertujuan memastikan fasilitas yang dibangun benar-benar mendukung produktivitas nelayan.

“Saya ingin melihat langsung apakah infrastruktur yang dibangun ini berjalan sesuai rencana dan dapat meningkatkan produktivitas nelayan. Nantinya semua fasilitas akan dikelola secara profesional oleh koperasi,” tegas Trenggono.

Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan dialog santai antara Menteri dan para nelayan setempat. Pada kesempatan itu pemerintah juga menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan bagi warga pesisir.






-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Previous Post Next Post