KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Sebanyak 87 desa di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, masuk dalam wilayah dengan tingkat bahaya tsunami tinggi berdasarkan pemetaan risiko bencana tahun 2026. Selain tsunami, masyarakat juga menghadapi berbagai ancaman lain, mulai dari cuaca ekstrem, banjir bandang, tanah longsor, hingga gempa bumi.
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Pemetaan tersebut menunjukkan bahwa potensi bencana di Kebumen tersebar di berbagai wilayah dengan tingkat bahaya yang berbeda-beda. Cuaca ekstrem menjadi salah satu ancaman dengan cakupan wilayah terbesar, yakni 357 desa. Sementara itu, banjir bandang tercatat berpotensi mengancam 204 desa dan tanah longsor dengan tingkat bahaya tinggi berada di 101 desa.
Data tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kebumen untuk memperkuat upaya mitigasi bencana, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, serta memastikan sarana pendukung penanggulangan bencana tersedia di wilayah yang membutuhkan.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan bahwa pemetaan risiko bencana menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah penanganan yang lebih terarah, terutama di daerah dengan potensi ancaman tinggi.
“Data tersebut penting bagi kita. Dari sana kita dapat melihat wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih, langkah mitigasi yang perlu diperkuat, serta sarana yang perlu disiapkan,” kata Lilis.
11 Jenis Bahaya Bencana Dipetakan di Kebumen
Pemetaan risiko bencana Kabupaten Kebumen tahun 2026 mencakup 11 jenis bahaya. Ancaman tersebut memiliki tingkat risiko dan persebaran wilayah yang berbeda, sehingga membutuhkan langkah antisipasi sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah.
Selain tsunami, cuaca ekstrem, banjir bandang, dan tanah longsor, kekeringan serta gempa bumi tercatat memiliki tingkat bahaya sedang di masing-masing 460 desa.
Bahaya lain yang juga menjadi perhatian adalah likuifaksi. Berdasarkan data yang disampaikan, sebanyak 46 desa masuk kategori bahaya likuifaksi tingkat tinggi, sedangkan 330 desa lainnya berada pada tingkat bahaya sedang.
Beragamnya potensi ancaman tersebut menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan yang tidak hanya berfokus pada satu jenis bencana. Setiap wilayah perlu memiliki pemahaman mengenai risiko yang dihadapi, jalur evakuasi yang sesuai, serta langkah penyelamatan ketika terjadi keadaan darurat.
Wilayah Pesisir Kebumen Perlu Mewaspadai Tsunami
Wilayah pesisir menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian khusus dalam upaya mitigasi bencana di Kebumen. Letak geografis Kabupaten Kebumen yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia membuat kawasan pantai memiliki potensi terdampak tsunami, terutama jika terjadi gempa besar yang memicu gelombang tsunami.
Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat pesisir perlu diperkuat melalui penyebaran informasi kebencanaan, pemahaman mengenai tanda-tanda bahaya, serta kesiapan melakukan evakuasi secara cepat dan terarah.
Upaya mitigasi juga perlu didukung oleh sistem peringatan dini yang berfungsi dengan baik. Dengan informasi yang diterima tepat waktu dan dipahami masyarakat, risiko jatuhnya korban jiwa akibat bencana diharapkan dapat ditekan.
Sistem Peringatan Dini Bencana Perlu Diperkuat
Penguatan kesiapsiagaan menjadi salah satu pembahasan dalam Festival Aspirasi Masyarakat bersama Pimpinan dan Anggota Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI.
Wakil BAM DPR RI, Taufiq R. Abdullah, menekankan bahwa penanganan bencana tidak cukup hanya dilakukan setelah bencana terjadi. Langkah antisipasi dan pencegahan perlu disiapkan sejak awal dengan melibatkan berbagai pihak.
“Kita bukan saja akan konsentrasi bagaimana menghadapi bencana ketika sudah terjadi, tapi seluruh komponen sepakat bahwa harus dilakukan upaya antisipasi,” ujarnya.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS). Sejumlah perangkat yang sudah tersedia dinilai masih membutuhkan perbaikan agar dapat mendukung penyampaian informasi ancaman bencana secara optimal.
Namun, kesiapan perangkat saja tidak cukup. Masyarakat juga perlu memahami arti peringatan yang disampaikan dan mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika menerima informasi potensi bencana.
Edukasi mengenai jalur evakuasi, titik kumpul, serta prosedur penyelamatan diri menjadi bagian penting dari upaya mengurangi risiko bencana, khususnya di kawasan yang memiliki ancaman tsunami dan bencana alam lainnya.
Sebanyak 192 Desa Diperkuat Menjadi Desa Tangguh Bencana
Pemerintah Kabupaten Kebumen juga melakukan peningkatan kapasitas masyarakat melalui program Desa Tangguh Bencana dan Satuan Pendidikan Aman Bencana.
Hingga 2026, sebanyak 192 desa dan kelurahan telah mendapatkan peningkatan kapasitas sebagai Desa Tangguh Bencana. Selain itu, 80 satuan pendidikan telah menjadi Satuan Pendidikan Aman Bencana.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dan lingkungan pendidikan dalam mengenali potensi bahaya, mempersiapkan langkah penyelamatan, serta menghadapi situasi darurat secara lebih terorganisasi.
Penguatan kapasitas di tingkat desa dinilai penting karena masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan lokasi ketika bencana terjadi. Pengetahuan dan kesiapan warga dapat membantu mempercepat respons awal sebelum bantuan dari pihak terkait tiba.
Sementara itu, satuan pendidikan yang memiliki kesiapsiagaan bencana diharapkan mampu melindungi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan melalui prosedur keselamatan yang jelas.
Pemkab Kebumen Dorong Dukungan Pemerintah Pusat
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Meski demikian, kerja sama lintas pemerintah tetap diperlukan agar program tersebut dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan masyarakat.
“Kami di daerah akan terus bekerja. Namun dengan dukungan pemerintah pusat, upaya tersebut dapat kita lakukan dengan lebih kuat dan menjangkau lebih banyak masyarakat,”ujarnya.
Dengan adanya pemetaan risiko bencana tahun 2026, pemerintah diharapkan dapat menentukan prioritas penanganan berdasarkan tingkat bahaya dan kondisi masing-masing wilayah.
Bagi masyarakat, informasi mengenai ancaman bencana juga menjadi pengingat agar tidak mengabaikan edukasi kebencanaan dan arahan dari petugas. Kesiapsiagaan perlu dibangun sebelum bencana terjadi, mulai dari mengenali risiko di lingkungan sekitar hingga memahami langkah penyelamatan yang harus dilakukan.
Melalui penguatan sistem peringatan dini, peningkatan kapasitas desa, serta dukungan berbagai pihak, upaya mitigasi bencana di Kebumen diharapkan semakin efektif dalam melindungi keselamatan masyarakat. *
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen


