KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Gerakan Gentengisasi Jawa Tengah membuka peluang pasar baru bagi perajin Genteng Sokka di Kabupaten Kebumen. Program yang digagas Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tersebut diharapkan meningkatkan penyerapan produk genteng lokal, terutama untuk mendukung perbaikan rumah masyarakat berpenghasilan rendah.
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Namun, peluang peningkatan permintaan ini dihadapkan pada persoalan ketersediaan barang. Sejumlah produsen genteng di Kebumen dilaporkan hampir tidak memiliki stok genteng matang yang siap dijual karena sebagian besar hasil produksi telah dipesan untuk memenuhi kebutuhan rutin, termasuk proyek revitalisasi sekolah.
Kebumen sendiri ditunjuk sebagai lokasi peluncuran Gerakan Gentengisasi Jawa Tengah. Program ini menjadi peluang bagi industri kecil dan menengah (IKM) genteng untuk memperluas pasar, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha dan lapangan kerja masyarakat yang bergantung pada industri genteng tradisional.
Potensi permintaan juga didukung peningkatan alokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kebumen. Pada 2025, alokasi program tersebut tercatat sebanyak 190 unit rumah, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi 889 unit. Secara keseluruhan, Jawa Tengah memperoleh alokasi BSPS sebanyak 35.000 unit pada 2026.
Stok Genteng Sokka Hampir Habis, Perajin Butuh Kepastian Pesanan
Yuda, perwakilan IKM genteng di Kecamatan Sruweng, mengatakan ketersediaan genteng matang saat ini sangat terbatas karena sebagian besar hasil produksi telah dipesan.
Kondisi tersebut membuat perajin membutuhkan informasi yang jelas mengenai rencana pengadaan melalui Gerakan Gentengisasi. Kepastian jumlah pesanan, harga pembelian, dan mekanisme pembayaran dinilai penting agar produsen dapat memperhitungkan kebutuhan modal serta menyesuaikan kapasitas produksi.
Bagi perajin, peluang pasar baru tidak cukup hanya dengan adanya program pemerintah. Mereka juga membutuhkan kepastian bahwa produk yang dibuat akan terserap sesuai kesepakatan.
Dengan perencanaan yang jelas, produsen dapat mengatur pembelian bahan baku, proses pembakaran, hingga jadwal pengiriman genteng. Hal ini menjadi penting karena peningkatan produksi membutuhkan waktu dan biaya, sementara stok siap jual yang tersedia saat ini terbatas.
Alokasi BSPS Kebumen Naik Menjadi 889 Rumah
Peluang pasar Genteng Sokka berkaitan dengan pelaksanaan BSPS yang ditujukan untuk membantu masyarakat memperbaiki rumah secara swadaya.
Alokasi BSPS di Kebumen meningkat dari 190 unit rumah pada 2025 menjadi 889 unit pada 2026. Sementara itu, Jawa Tengah mendapatkan alokasi sebanyak 35.000 unit rumah.
Peningkatan jumlah penerima bantuan tersebut berpotensi membuka kebutuhan genteng untuk perbaikan rumah. Jika produk lokal dapat memenuhi persyaratan teknis dan mekanisme pengadaan, program ini dapat menjadi salah satu saluran pemasaran bagi perajin Genteng Sokka.
Kementerian PKP memperbolehkan penerima BSPS membeli genteng secara langsung dari produsen atau IKM. Namun, produk yang digunakan harus memenuhi persyaratan teknis, termasuk pengujian kekuatan dan ketahanan terhadap air.
Ketentuan tersebut penting agar peningkatan penggunaan genteng lokal tetap memperhatikan kualitas dan keamanan material bangunan.
Bupati Kebumen Dorong Penyerapan Genteng Lokal dan Pemulihan Lingkungan
Bupati Kebumen Lilis Nuryani berharap Gerakan Gentengisasi dapat memberikan manfaat bagi produsen lokal, khususnya perajin Genteng Sokka yang menjadi bagian dari industri tradisional di daerah.
Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan penyerapan produk lokal dan melindungi lapangan kerja masyarakat. Namun, pengembangan industri juga perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami berharap Genteng Sokka dapat terserap optimal dalam program ini untuk melindungi lapangan kerja lokal. Di sisi lain, aspek pemulihan lingkungan akibat penambangan bahan baku juga harus tetap dijaga secara berkelanjutan,” ujar Lilis, Senin (19/10/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengembangan pasar genteng tidak hanya berkaitan dengan peningkatan penjualan. Pengelolaan bahan baku dan pemulihan lingkungan juga menjadi perhatian agar kegiatan produksi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Satu Juta Keping Genteng Disiapkan untuk Tahap Awal
Untuk tahap awal, pemerintah merencanakan distribusi satu juta keping genteng yang berasal dari sembilan kabupaten sentra produksi di Jawa Tengah, termasuk Kebumen.
Peluncuran program dijadwalkan berlangsung pada akhir 2026. Rencana tersebut membuka peluang bagi sentra produksi genteng di daerah untuk ikut memasok kebutuhan program pemerintah.
Meski demikian, penyerapan Genteng Sokka akan bergantung pada kepastian pesanan, kemampuan produksi, harga, mekanisme pembayaran, serta pemenuhan standar teknis yang ditetapkan.
Bagi perajin Kebumen, kejelasan pelaksanaan program menjadi kunci agar peluang pasar baru dapat benar-benar meningkatkan penjualan. Dengan perencanaan yang matang, Gerakan Gentengisasi diharapkan tidak hanya mendukung perbaikan hunian masyarakat, tetapi juga memperkuat keberlangsungan industri genteng lokal. (*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen


