DomaiNesia

Pacuan Kuda Ambal Bupati Kebumen Cup 2026 akan Kembali Digelar, 170 Kuda Siap Berlaga

Pacuan Kuda Ambal Bupati Kebumen Cup 2026 akan Kembali Digelar, 170 Kuda Siap Berlaga

KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Tradisi balap kuda yang telah mengakar puluhan tahun di pesisir selatan Kebumen kembali digelar. Pacuan Kuda Ambal Bupati Kebumen Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 hingga 26 Maret 2026 di Lapangan Krido Turonggo, Desa Kaibonpetangkuran, Kecamatan Ambal. Ajang ini bukan sekadar perlombaan adu kecepatan, tetapi juga menjadi peristiwa budaya dan olahraga yang selalu dinantikan masyarakat.

Setiap tahunnya, Event Pacuan Kuda Ambal 2026 menghadirkan atmosfer berbeda. Ribuan penonton memadati arena, pedagang kecil meraup berkah, dan pelaku usaha lokal merasakan dampak ekonomi langsung. Tahun ini, gaungnya semakin terasa karena jumlah peserta dari luar daerah meningkat signifikan. Panitia mencatat sekitar 170 ekor kuda dari berbagai provinsi telah memastikan keikutsertaan. Kehadiran peserta dari Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Kalimantan Selatan, hingga Sulawesi mempertegas posisi ajang ini sebagai bagian dari Sport Tourism Kebumen 2026.

Diikuti 170 Kuda dari Berbagai Provinsi

Rencana pelaksanaan terungkap dalam audiensi panitia bersama Bupati Kebumen Lilis Nuryani di Rumah Dinas Bupati, Senin (23/2/2026). Ketua Panitia, Sodikul Anwar, hadir bersama Ketua Pordasi Kebumen Setyo Mujiono dan Plt Camat Ambal Agung Cahyono.

Sodikul menjelaskan bahwa peserta dari luar daerah bahkan sudah mulai berdatangan ke Ambal.

“Beberapa kuda dari luar provinsi sudah tiba lebih awal untuk adaptasi lintasan. Kelas yang dilombakan masih seperti tahun lalu, mulai Kelas F 1.000 meter hingga Kelas A Terbuka 2.000 meter,” jelasnya.

Selain mempertahankan kelas lomba, panitia juga menaikkan nilai hadiah agar kompetisi tetap kompetitif dan sejajar dengan event pacuan kuda di daerah lain.

Dukungan Penuh Bupati Kebumen

Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Bupati Kebumen Cup 2026. Ia menilai ajang ini memiliki nilai strategis bagi promosi daerah.

“Saya berharap promosi digencarkan supaya masyarakat semakin terhibur dan wisatawan tertarik datang. Namun yang tidak kalah penting adalah faktor keselamatan, baik untuk penonton maupun untuk kuda yang berlaga,” tegasnya.

Menurutnya, pengamanan dan standar keselamatan harus menjadi prioritas agar tradisi ini tetap berlangsung dengan nyaman dan profesional.

Harapan Trek Permanen

Panitia juga menyampaikan harapan agar Lapangan Krido Turonggo dapat dipatenkan menjadi lintasan permanen. Mengingat sejarah Tradisi Pacuan Kuda Ambal yang telah berlangsung sejak era 1950-an, keberadaan trek permanen dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan event.

“Ini tradisi turun-temurun sejak zaman orang tua kami. Kalau lintasan ini bisa dipermanenkan, tradisi terjaga, ekonomi warga meningkat, dan pariwisata Kebumen makin kuat,” ungkap Sodikul.

Dengan sejarah panjang dan dukungan pemerintah daerah, Pacuan Kuda Ambal 2026 diharapkan tidak hanya menjadi tontonan olahraga, tetapi juga penggerak ekonomi dan identitas budaya Kebumen. (BK/*)


-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Previous Post Next Post