Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar karena kondisi bangunan yang sebagian besar sudah tidak stabil. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut menambah daftar dampak lanjutan pascagempa. Rumah yang telah berusia tua itu diduga tidak mampu menahan pergeseran tanah akibat getaran gempa, sehingga pondasi mengalami perubahan posisi dan menyebabkan kerusakan struktural yang cukup berat.
Rumah tersebut diketahui milik Turyati (65), warga Desa Tunjungseto. Saat kejadian, pemilik rumah tidak berada di lokasi. Sementara itu, anak korban yang berada di dalam rumah berhasil menyelamatkan diri keluar sebelum kondisi bangunan semakin membahayakan. Bagian dapur dan kamar mandi dilaporkan roboh, sedangkan sekitar 80 persen bagian rumah lainnya dalam kondisi miring dan rawan runtuh.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polres Kebumen melalui Polsek Sempor bersama unsur TNI, perangkat desa, Tagana, perwakilan Baznas, serta warga setempat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen awal. Selain itu, petugas kepolisian juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan data dan memastikan penyebab kerusakan.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama melalui Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
“Kerusakan utama terjadi pada atap dapur dan kamar mandi yang roboh total, sementara bagian lain rumah miring dan berpotensi runtuh,” ujar Kompol Faris Budiman, Senin (9/2/2026).
Meski demikian, kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan tidak sedikit. Untuk menghindari risiko lanjutan, korban beserta keluarganya sementara waktu dievakuasi ke rumah kerabat yang dinilai lebih aman. Polisi juga mengimbau warga agar tidak beraktivitas di dalam maupun di sekitar bangunan yang mengalami kerusakan berat.
Asesmen lanjutan direncanakan akan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, guna menentukan tingkat kerusakan serta langkah penanganan selanjutnya. Selain itu, penyaluran bantuan sosial juga akan melibatkan Dinas Sosial dan Palang Merah Indonesia (PMI).
Pemerintah kecamatan dan desa setempat disebut akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan warga serta percepatan penanganan pascakejadian. Hingga saat ini, Polres Kebumen masih melakukan pemantauan perkembangan di lapangan dan menjaga koordinasi lintas sektor demi mencegah potensi bahaya lanjutan. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
