KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Di tengah jumlah penduduk yang besar, Kecamatan Sempor justru menghadapi tantangan yang tidak ringan. Wilayah ini kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kebumen karena masih bergulat dengan angka kemiskinan yang cukup tinggi.
Dalam momentum halalbihalal Kecamatan Sempor, Sabtu (28/3/2026), isu kemiskinan di Sempor Kebumen menjadi topik utama yang dibahas bersama para pemangku kebijakan.
Acara yang berlangsung di Pendopo Kecamatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, bersama jajaran DPRD provinsi dan kabupaten, Forkopimcam, hingga tokoh masyarakat.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idul Fitri, tetapi juga ruang koordinasi untuk mendorong percepatan pembangunan di wilayah utara Kebumen tersebut.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi fase penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten.
Ia memastikan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat akan menjadi prioritas utama.
“Kami mendorong kemajuan Sempor melalui pembangunan jalan dan jembatan. Perbaikan ruas Jatinegara-Purbowangi, Kalirejo-Kenteng, hingga pelebaran jembatan Pagebangan-Somagede menjadi langkah konkret untuk membuka akses ekonomi warga,” ujarnya.
Masalah kemiskinan di Sempor Kebumen menjadi perhatian penting dalam agenda pembangunan daerah Kebumen 2026. Dengan jumlah penduduk yang besar, peningkatan akses infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan jaringan komunikasi dinilai menjadi faktor kunci dalam menggerakkan ekonomi lokal. Upaya ini diharapkan mampu membuka peluang usaha, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara bertahap.
Wakil Ketua DPRD Kebumen, Khalisha Adelia Aziza, turut menyoroti perlunya intervensi lintas sektor untuk mengatasi persoalan tersebut. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan perempuan dan anak melalui program pemerintah daerah.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengatasi persoalan penerangan jalan dan blank spot sinyal di desa terpencil seperti Donorojo.
“Kita harus kompak. Sempor punya potensi besar, namun butuh kerja keras agar bisa lepas dari kemiskinan. Kami membuka ruang komunikasi bagi desa yang membutuhkan dukungan,” ujarnya.
Camat Sempor, Marlan, juga mengingatkan pentingnya peningkatan pelayanan publik di tingkat desa. Ia menekankan agar birokrasi tidak berbelit, sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran pemerintah secara nyata.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kebumen juga menyerahkan tali asih kepada empat perangkat desa yang memasuki masa purna tugas. Mereka berasal dari Desa Sampang, Kedungjati, Tunjungseto, dan Kalibeji, dengan masa pengabdian mencapai 20 hingga 25 tahun.
Pemberian ini menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi panjang mereka dalam melayani masyarakat.
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Dalam momentum halalbihalal Kecamatan Sempor, Sabtu (28/3/2026), isu kemiskinan di Sempor Kebumen menjadi topik utama yang dibahas bersama para pemangku kebijakan.
Acara yang berlangsung di Pendopo Kecamatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, bersama jajaran DPRD provinsi dan kabupaten, Forkopimcam, hingga tokoh masyarakat.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idul Fitri, tetapi juga ruang koordinasi untuk mendorong percepatan pembangunan di wilayah utara Kebumen tersebut.
Infrastruktur Jadi Kunci Bangkitnya Sempor
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi fase penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten.
Ia memastikan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat akan menjadi prioritas utama.
“Kami mendorong kemajuan Sempor melalui pembangunan jalan dan jembatan. Perbaikan ruas Jatinegara-Purbowangi, Kalirejo-Kenteng, hingga pelebaran jembatan Pagebangan-Somagede menjadi langkah konkret untuk membuka akses ekonomi warga,” ujarnya.
Masalah kemiskinan di Sempor Kebumen menjadi perhatian penting dalam agenda pembangunan daerah Kebumen 2026. Dengan jumlah penduduk yang besar, peningkatan akses infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan jaringan komunikasi dinilai menjadi faktor kunci dalam menggerakkan ekonomi lokal. Upaya ini diharapkan mampu membuka peluang usaha, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara bertahap.
Wakil Ketua DPRD Kebumen, Khalisha Adelia Aziza, turut menyoroti perlunya intervensi lintas sektor untuk mengatasi persoalan tersebut. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan perempuan dan anak melalui program pemerintah daerah.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengatasi persoalan penerangan jalan dan blank spot sinyal di desa terpencil seperti Donorojo.
“Kita harus kompak. Sempor punya potensi besar, namun butuh kerja keras agar bisa lepas dari kemiskinan. Kami membuka ruang komunikasi bagi desa yang membutuhkan dukungan,” ujarnya.
Camat Sempor, Marlan, juga mengingatkan pentingnya peningkatan pelayanan publik di tingkat desa. Ia menekankan agar birokrasi tidak berbelit, sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran pemerintah secara nyata.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kebumen juga menyerahkan tali asih kepada empat perangkat desa yang memasuki masa purna tugas. Mereka berasal dari Desa Sampang, Kedungjati, Tunjungseto, dan Kalibeji, dengan masa pengabdian mencapai 20 hingga 25 tahun.
Pemberian ini menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi panjang mereka dalam melayani masyarakat.
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
