KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan silaturahmi dan halalbihalal yang digelar jajaran pemerintahan desa se-Kecamatan Klirong, Kebumen, Kamis (9/4/2026). Momentum ini tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam membangun pelayanan publik dan infrastruktur daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Jatimalang ini dihadiri langsung oleh Bupati Lilis Nuryani, bersama jajaran Forkopimcam, Paguyuban Kepala Desa Abdi Praja, Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Klirong.
Turut hadir pula Kepala Dinas PMD, Kepala BPKPD, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat. Kepala Desa Jatimalang, Parjono Yudo Lukito, bertindak sebagai tuan rumah sekaligus memimpin pembacaan ikrar halalbihalal.
“Mewakili seluruh kepala desa, BPD, dan perangkat desa di Klirong, kami memohon maaf lahir dan batin kepada Ibu Bupati. Kami juga mendoakan agar beliau senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Kebumen,” ujar Parjono.
Sementara itu, Camat Klirong, Eko Purwanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan dan kekompakan (sengkuyung) antar pemerintah desa. Ia menyebutkan, dari 24 kepala desa di wilayahnya, sebanyak 21 hadir langsung.
Eko juga mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten terhadap aspirasi masyarakat, khususnya dalam perbaikan infrastruktur.
“Kami merasakan langsung dampaknya. Beberapa ruas jalan, seperti jalur Dorowati–Tambakagung, kini sudah jauh lebih baik dan nyaman dilalui. Kami siap mendukung penuh program pembangunan menuju Kebumen Berdaya,” tegasnya.
Dalam arahannya, Bupati Lilis menekankan bahwa perangkat desa memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan publik. Ia mengingatkan pentingnya pendekatan humanis dalam melayani masyarakat.
“Masyarakat itu beragam, dengan karakter dan kebutuhan yang berbeda. Saya titip pesan, layani dengan sabar, ramah, dan penuh kepedulian. Sikap panjenengan semua sangat menentukan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” tutur Lilis.
Terkait pembangunan, Bupati memastikan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen meski menghadapi tantangan pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat. Pada tahun 2026, Pemkab Kebumen mengalokasikan sekitar Rp176 miliar untuk perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan.
“Perbaikan akan terus dilakukan secara bertahap. Kami mohon masyarakat bersabar karena pelaksanaan disesuaikan dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran,” jelasnya.
Selain itu, Bupati juga mengajak masyarakat mulai membiasakan pola hidup hemat energi sebagai bentuk antisipasi terhadap ketidakpastian kondisi global.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Lilis turut menyerahkan tali asih secara simbolis kepada delapan perangkat desa yang telah memasuki masa purna tugas. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka selama ini.
Kegiatan semakin khidmat dengan tausiyah yang disampaikan oleh Kyai Haji Sarwono dari Karanggayam. Ia menekankan pentingnya menjaga silaturahmi untuk memperkuat ukhuwah islamiyah.
“Hubungan yang harmonis antara ulama, pemerintah, dan masyarakat adalah fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan kelancaran pembangunan daerah,” pesannya. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Jatimalang ini dihadiri langsung oleh Bupati Lilis Nuryani, bersama jajaran Forkopimcam, Paguyuban Kepala Desa Abdi Praja, Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Klirong.
Turut hadir pula Kepala Dinas PMD, Kepala BPKPD, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat. Kepala Desa Jatimalang, Parjono Yudo Lukito, bertindak sebagai tuan rumah sekaligus memimpin pembacaan ikrar halalbihalal.
“Mewakili seluruh kepala desa, BPD, dan perangkat desa di Klirong, kami memohon maaf lahir dan batin kepada Ibu Bupati. Kami juga mendoakan agar beliau senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Kebumen,” ujar Parjono.
Sementara itu, Camat Klirong, Eko Purwanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan dan kekompakan (sengkuyung) antar pemerintah desa. Ia menyebutkan, dari 24 kepala desa di wilayahnya, sebanyak 21 hadir langsung.
Eko juga mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten terhadap aspirasi masyarakat, khususnya dalam perbaikan infrastruktur.
“Kami merasakan langsung dampaknya. Beberapa ruas jalan, seperti jalur Dorowati–Tambakagung, kini sudah jauh lebih baik dan nyaman dilalui. Kami siap mendukung penuh program pembangunan menuju Kebumen Berdaya,” tegasnya.
Dalam arahannya, Bupati Lilis menekankan bahwa perangkat desa memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan publik. Ia mengingatkan pentingnya pendekatan humanis dalam melayani masyarakat.
“Masyarakat itu beragam, dengan karakter dan kebutuhan yang berbeda. Saya titip pesan, layani dengan sabar, ramah, dan penuh kepedulian. Sikap panjenengan semua sangat menentukan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” tutur Lilis.
Terkait pembangunan, Bupati memastikan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen meski menghadapi tantangan pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat. Pada tahun 2026, Pemkab Kebumen mengalokasikan sekitar Rp176 miliar untuk perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan.
“Perbaikan akan terus dilakukan secara bertahap. Kami mohon masyarakat bersabar karena pelaksanaan disesuaikan dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran,” jelasnya.
Selain itu, Bupati juga mengajak masyarakat mulai membiasakan pola hidup hemat energi sebagai bentuk antisipasi terhadap ketidakpastian kondisi global.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Lilis turut menyerahkan tali asih secara simbolis kepada delapan perangkat desa yang telah memasuki masa purna tugas. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka selama ini.
Kegiatan semakin khidmat dengan tausiyah yang disampaikan oleh Kyai Haji Sarwono dari Karanggayam. Ia menekankan pentingnya menjaga silaturahmi untuk memperkuat ukhuwah islamiyah.
“Hubungan yang harmonis antara ulama, pemerintah, dan masyarakat adalah fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan kelancaran pembangunan daerah,” pesannya. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen


