KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Sebuah kisah unik sekaligus menyentuh datang dari warga Kabupaten Kebumen yang tidak mau disebutkan namanya. Bermula dari unggahan santai tentang sandal yang hilang saat salat Jumat pada tahun 2017, cerita tersebut justru berakhir tak terduga setelah seseorang yang diduga pelaku pencurian menghubungi korban dan meminta maaf.
Cerita ini awalnya, seorang warga Kebumen membagikan Info kehilangan sandal di story instagram dan menandai beritakebumen, kemudian diunggah kembali di story instagram beritakebumen. Dengan keterangan mengenai kehilangan sandal pada tahun 2017 di Masjid Agung Kebumen.
Dalam unggahan itu tertulis, “Jal mbok ana sing weruh sandal kaya kiye kabari, sendalku ilang kawit 2017 tekan siki urung ketemu, daerah Masjid Agung Kebumen, ilang pas jumatan. (Kalau ada yang pernah melihat sandal seperti ini tolong kabari, sandal saya hilang sejak tahun 2017 sampai sekarang belum ketemu. Hilangnya di daerah Masjid Agung Kebumen saat salat Jumat)”
Ia kemudian bercerita bahwa sandal tersebut baru dibelikan ibunya kurang dari seminggu sebelum hilang. Saat itu, ia pergi shalat Jumat bersama ayahnya di kawasan Masjid Agung Kebumen. Namun setelah shalat selesai, sandal dengan merek Kiddrock itu sudah tidak ada di tempat.
Tak disangka, sehari setelah cerita itu diunggah, seseorang menggunakan akun palsu mengirimkan direct message (DM) ke Instagram miliknya. Awalnya ia mengira pesan tersebut hanyalah penipuan biasa. Namun isi pesan itu justru membuatnya terkejut.
Dalam pesan panjang tersebut, pengirim mengaku teringat pada kenakalan masa lalunya setelah melihat unggahan sandal yang hilang di Instagram Beritakebumen. Ia juga meminta maaf karena merasa mungkin dirinya adalah orang yang dahulu mengambil sandal tersebut.
“Sebagai bentuk tanggung jawab saya, saya mohon agar panjenengan berkenan mengirimkan nomor rekening atau e-wallet kepada saya untuk mengganti nilai barang tersebut,” tulis pengirim pesan tersebut.
Pengirim juga mengaku malu untuk memperkenalkan identitas aslinya ataupun bertemu langsung dengan korban.
Pengirim pesan juga menanyakan tentang nilai barangnya, "Nilai barangnya berapa mas? Biar saya ganti.”
Tak lama kemudian, ia benar-benar menerima transfer uang sebesar Rp100 ribu sebagai pengganti sandal yang hilang hampir sembilan tahun lalu tersebut.
Pemilik sandal yang hilang pun berseloroh kepada Berita Kebumen, “Wong Kebumen jebul apikan ya, termasuk nyong.”
Meski terlihat sepele hanya soal sandal, cerita tersebut memiliki makna mendalam tentang penyesalan dan keberanian meminta maaf. Tidak sedikit orang menilai bahwa hati seseorang bisa berubah seiring waktu, bahkan untuk kesalahan kecil yang telah lama berlalu.
Di sisi lain, kisah ini juga menjadi pengingat bahwa rasa bersalah dan penyesalan memang tidak selalu datang cepat. Namun ketika hati tersentuh dan muncul niat baik untuk memperbaiki kesalahan, hal sederhana pun bisa menjadi pelajaran berharga bagi banyak orang. Dilain sisi, banyak juga yang tidak pernah menerima penyesalan apalagi sampai mengganti barang yang diambilnya. (BK/Yog)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Cerita ini awalnya, seorang warga Kebumen membagikan Info kehilangan sandal di story instagram dan menandai beritakebumen, kemudian diunggah kembali di story instagram beritakebumen. Dengan keterangan mengenai kehilangan sandal pada tahun 2017 di Masjid Agung Kebumen.
Dalam unggahan itu tertulis, “Jal mbok ana sing weruh sandal kaya kiye kabari, sendalku ilang kawit 2017 tekan siki urung ketemu, daerah Masjid Agung Kebumen, ilang pas jumatan. (Kalau ada yang pernah melihat sandal seperti ini tolong kabari, sandal saya hilang sejak tahun 2017 sampai sekarang belum ketemu. Hilangnya di daerah Masjid Agung Kebumen saat salat Jumat)”
Ia kemudian bercerita bahwa sandal tersebut baru dibelikan ibunya kurang dari seminggu sebelum hilang. Saat itu, ia pergi shalat Jumat bersama ayahnya di kawasan Masjid Agung Kebumen. Namun setelah shalat selesai, sandal dengan merek Kiddrock itu sudah tidak ada di tempat.
Tak disangka, sehari setelah cerita itu diunggah, seseorang menggunakan akun palsu mengirimkan direct message (DM) ke Instagram miliknya. Awalnya ia mengira pesan tersebut hanyalah penipuan biasa. Namun isi pesan itu justru membuatnya terkejut.
Dalam pesan panjang tersebut, pengirim mengaku teringat pada kenakalan masa lalunya setelah melihat unggahan sandal yang hilang di Instagram Beritakebumen. Ia juga meminta maaf karena merasa mungkin dirinya adalah orang yang dahulu mengambil sandal tersebut.
“Sebagai bentuk tanggung jawab saya, saya mohon agar panjenengan berkenan mengirimkan nomor rekening atau e-wallet kepada saya untuk mengganti nilai barang tersebut,” tulis pengirim pesan tersebut.
Pengirim juga mengaku malu untuk memperkenalkan identitas aslinya ataupun bertemu langsung dengan korban.
Pengirim pesan juga menanyakan tentang nilai barangnya, "Nilai barangnya berapa mas? Biar saya ganti.”
Tak lama kemudian, ia benar-benar menerima transfer uang sebesar Rp100 ribu sebagai pengganti sandal yang hilang hampir sembilan tahun lalu tersebut.
Pemilik sandal yang hilang pun berseloroh kepada Berita Kebumen, “Wong Kebumen jebul apikan ya, termasuk nyong.”
Meski terlihat sepele hanya soal sandal, cerita tersebut memiliki makna mendalam tentang penyesalan dan keberanian meminta maaf. Tidak sedikit orang menilai bahwa hati seseorang bisa berubah seiring waktu, bahkan untuk kesalahan kecil yang telah lama berlalu.
Di sisi lain, kisah ini juga menjadi pengingat bahwa rasa bersalah dan penyesalan memang tidak selalu datang cepat. Namun ketika hati tersentuh dan muncul niat baik untuk memperbaiki kesalahan, hal sederhana pun bisa menjadi pelajaran berharga bagi banyak orang. Dilain sisi, banyak juga yang tidak pernah menerima penyesalan apalagi sampai mengganti barang yang diambilnya. (BK/Yog)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen


