Semarang, beritakebumen.co.id - Dunia pers di Kabupaten Kebumen kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tiga wartawan asal Kebumen berhasil dinyatakan kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-42 yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Tengah di Hotel Whiz Semarang pada 21–22 Juli 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi kabar baik bagi perkembangan kualitas jurnalistik di Kebumen. Di tengah pesatnya perkembangan media digital dan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), peningkatan kompetensi wartawan dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.
Tiga wartawan yang berhasil meraih predikat kompeten berasal dari berbagai jenjang. Supriyanto dari Suara Merdeka dinyatakan kompeten setelah naik dari jenjang Madya ke Utama. M. Tohri dari Kebumen24.com berhasil naik dari jenjang Muda ke Madya, sementara Sudarno dari Pikiran Rakyat Jateng dinyatakan kompeten pada jenjang Muda.
Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen insan pers di Kabupaten Kebumen untuk terus meningkatkan profesionalisme, kemampuan jurnalistik, dan kualitas pemberitaan sesuai standar kompetensi yang ditetapkan PWI.
Secara keseluruhan, UKW Angkatan ke-42 diikuti oleh 18 wartawan dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Setelah menjalani seluruh tahapan pengujian selama dua hari, sebanyak 17 peserta dinyatakan kompeten.
Pelaksanaan UKW merupakan hasil kerja sama antara PWI Provinsi Jawa Tengah dan PT Semen Gresik sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.
Sebelum mengikuti ujian, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti Pra-Uji Kompetensi Wartawan (Pra-UKW) yang digelar di Gedung Pers PWI Jawa Tengah, Jalan Trilomba Juang Nomor 10, Semarang, pada Senin (20/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari Anggota Dewan Kehormatan PWI Jawa Tengah Sri Mulyadi, Ketua Badan Khusus UKW PWI Jawa Tengah R. Widiyartono, Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jawa Tengah Sunarto, serta Sekretaris PWI Jawa Tengah Achmad Ris Ediyanto.
UKW secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dewan Penasihat PWI Pusat, Sasongko Tedjo. Pembukaan juga dihadiri Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana, Ketua Dewan Kehormatan PWI Jawa Tengah Amir Machmud NS, jajaran pengurus PWI, Senior Manager Communication and CSR PT Semen Gresik Taufik Susanto, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Digital Provinsi Jawa Tengah Drs. Lilik Herry Ristanto.
Selama proses pengujian, peserta harus menyelesaikan berbagai mata uji yang dirancang menyerupai aktivitas kerja di ruang redaksi modern. Materi yang diuji meliputi pemahaman hukum pers dan Kode Etik Jurnalistik, penyusunan rencana liputan, teknik wawancara, penulisan berita dan feature, penyuntingan naskah, hingga simulasi rapat redaksi sesuai jenjang kompetensi masing-masing.
Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana, menegaskan bahwa UKW bukan sekadar sarana memperoleh sertifikat, tetapi menjadi instrumen untuk memastikan wartawan memiliki kompetensi profesional yang dapat dipertanggungjawabkan.
"UKW bukan hanya tentang mendapatkan sertifikat. Yang terpenting adalah memastikan setiap wartawan memiliki kemampuan profesional, memahami etika jurnalistik, dan mampu menghasilkan karya yang berkualitas," ujarnya.
Ia juga menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang kini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia jurnalistik.
"Di era AI saat ini, wartawan jangan sampai bergantung pada AI. Sebaliknya, AI harus dimanfaatkan secara bijaksana untuk mendukung proses kerja jurnalistik tanpa mengurangi kualitas, akurasi, maupun tanggung jawab profesi," katanya.
Menurut Setiawan, materi UKW tahun ini semakin menitikberatkan pada penguasaan media siber sebagai bentuk adaptasi terhadap transformasi digital. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Semen Gresik yang terus mendukung penyelenggaraan UKW.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kali ini merupakan UKW PWI ke-924 secara nasional dan penyelenggaraan ke-42 di Jawa Tengah. Hingga kini tercatat sebanyak 20.813 wartawan dari berbagai jenjang telah dinyatakan kompeten melalui mekanisme UKW PWI.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Penasihat PWI Pusat Sasongko Tedjo mengatakan penyelenggaraan UKW sejak 2011 menjadi bagian dari komitmen PWI dalam menjaga profesionalisme pers nasional.
"Melalui UKW, PWI ingin memastikan wartawan Indonesia memiliki kompetensi, menjunjung etika jurnalistik, serta mampu menjawab tantangan perkembangan dunia media yang terus berubah," ujarnya.
Dukungan serupa juga disampaikan Senior Manager Communication and CSR PT Semen Gresik, Taufik Susanto. Menurutnya, perusahaan memandang insan pers sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya.
"Kami berharap penyelenggaraan UKW dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak wartawan Indonesia yang memiliki kompetensi dan profesionalisme sesuai tuntutan zaman," katanya. *
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Keberhasilan tersebut menjadi kabar baik bagi perkembangan kualitas jurnalistik di Kebumen. Di tengah pesatnya perkembangan media digital dan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), peningkatan kompetensi wartawan dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.
Tiga wartawan yang berhasil meraih predikat kompeten berasal dari berbagai jenjang. Supriyanto dari Suara Merdeka dinyatakan kompeten setelah naik dari jenjang Madya ke Utama. M. Tohri dari Kebumen24.com berhasil naik dari jenjang Muda ke Madya, sementara Sudarno dari Pikiran Rakyat Jateng dinyatakan kompeten pada jenjang Muda.
Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen insan pers di Kabupaten Kebumen untuk terus meningkatkan profesionalisme, kemampuan jurnalistik, dan kualitas pemberitaan sesuai standar kompetensi yang ditetapkan PWI.
Secara keseluruhan, UKW Angkatan ke-42 diikuti oleh 18 wartawan dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Setelah menjalani seluruh tahapan pengujian selama dua hari, sebanyak 17 peserta dinyatakan kompeten.
Pelaksanaan UKW merupakan hasil kerja sama antara PWI Provinsi Jawa Tengah dan PT Semen Gresik sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.
Sebelum mengikuti ujian, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti Pra-Uji Kompetensi Wartawan (Pra-UKW) yang digelar di Gedung Pers PWI Jawa Tengah, Jalan Trilomba Juang Nomor 10, Semarang, pada Senin (20/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari Anggota Dewan Kehormatan PWI Jawa Tengah Sri Mulyadi, Ketua Badan Khusus UKW PWI Jawa Tengah R. Widiyartono, Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jawa Tengah Sunarto, serta Sekretaris PWI Jawa Tengah Achmad Ris Ediyanto.
UKW secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dewan Penasihat PWI Pusat, Sasongko Tedjo. Pembukaan juga dihadiri Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana, Ketua Dewan Kehormatan PWI Jawa Tengah Amir Machmud NS, jajaran pengurus PWI, Senior Manager Communication and CSR PT Semen Gresik Taufik Susanto, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Digital Provinsi Jawa Tengah Drs. Lilik Herry Ristanto.
Selama proses pengujian, peserta harus menyelesaikan berbagai mata uji yang dirancang menyerupai aktivitas kerja di ruang redaksi modern. Materi yang diuji meliputi pemahaman hukum pers dan Kode Etik Jurnalistik, penyusunan rencana liputan, teknik wawancara, penulisan berita dan feature, penyuntingan naskah, hingga simulasi rapat redaksi sesuai jenjang kompetensi masing-masing.
Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana, menegaskan bahwa UKW bukan sekadar sarana memperoleh sertifikat, tetapi menjadi instrumen untuk memastikan wartawan memiliki kompetensi profesional yang dapat dipertanggungjawabkan.
"UKW bukan hanya tentang mendapatkan sertifikat. Yang terpenting adalah memastikan setiap wartawan memiliki kemampuan profesional, memahami etika jurnalistik, dan mampu menghasilkan karya yang berkualitas," ujarnya.
Ia juga menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang kini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia jurnalistik.
"Di era AI saat ini, wartawan jangan sampai bergantung pada AI. Sebaliknya, AI harus dimanfaatkan secara bijaksana untuk mendukung proses kerja jurnalistik tanpa mengurangi kualitas, akurasi, maupun tanggung jawab profesi," katanya.
Menurut Setiawan, materi UKW tahun ini semakin menitikberatkan pada penguasaan media siber sebagai bentuk adaptasi terhadap transformasi digital. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Semen Gresik yang terus mendukung penyelenggaraan UKW.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kali ini merupakan UKW PWI ke-924 secara nasional dan penyelenggaraan ke-42 di Jawa Tengah. Hingga kini tercatat sebanyak 20.813 wartawan dari berbagai jenjang telah dinyatakan kompeten melalui mekanisme UKW PWI.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Penasihat PWI Pusat Sasongko Tedjo mengatakan penyelenggaraan UKW sejak 2011 menjadi bagian dari komitmen PWI dalam menjaga profesionalisme pers nasional.
"Melalui UKW, PWI ingin memastikan wartawan Indonesia memiliki kompetensi, menjunjung etika jurnalistik, serta mampu menjawab tantangan perkembangan dunia media yang terus berubah," ujarnya.
Dukungan serupa juga disampaikan Senior Manager Communication and CSR PT Semen Gresik, Taufik Susanto. Menurutnya, perusahaan memandang insan pers sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya.
"Kami berharap penyelenggaraan UKW dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak wartawan Indonesia yang memiliki kompetensi dan profesionalisme sesuai tuntutan zaman," katanya. *
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen


