DomaiNesia

Universitas Putra Bangsa Gelar CODEX-2, Mahasiswa Pamerkan Teknologi Deteksi Bencana hingga Smart Parking

Universitas Putra Bangsa Gelar CODEX-2, Mahasiswa Pamerkan Teknologi Deteksi Bencana hingga Smart Parking

KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Universitas Putra Bangsa (UPB) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong lahirnya inovasi berbasis teknologi melalui ajang CODEX-2 (Computing and Data Exhibition) yang digelar di Aula Universitas Putra Bangsa selama 2 hari, Rabu (5/8/2026 dan Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang memasuki tahun kedua ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memamerkan berbagai hasil penelitian dan produk inovatif yang dirancang agar dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

Tak hanya dihadiri sivitas akademika, kegiatan tersebut juga menarik perhatian ratusan pelajar dari berbagai SMA dan SMK di Kabupaten Kebumen. Para siswa tampak antusias mengunjungi setiap stan untuk melihat secara langsung berbagai teknologi hasil karya mahasiswa, mulai dari perangkat berbasis Internet of Things (IoT), sistem informasi, hingga inovasi kewirausahaan.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Putra Bangsa, Yulianto, mengatakan CODEX-2 tahun ini mengusung tema "Gentle Tech", yaitu konsep yang mengedepankan harmonisasi antara perkembangan teknologi dengan kelestarian lingkungan.

"Melalui tema ini kami ingin menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya berkembang untuk memenuhi kebutuhan manusia, tetapi juga harus mampu menjaga keberlanjutan lingkungan. Mahasiswa kami ditantang menghadirkan solusi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Dalam pameran tersebut dipresentasikan sekitar 48 karya inovasi, yang terdiri atas 22 produk dari mahasiswa Program Studi Informatika, Sains Data, dan Agribisnis, 6 produk dari Program Studi Bisnis Digital, serta sekitar 20 produk kewirausahaan hasil karya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kewirausahaan.

Beragam inovasi ditampilkan dengan pendekatan yang aplikatif. Di antaranya teknologi pengering padi, sistem deteksi potensi bencana, kursi roda pintar yang dapat membantu mobilitas lansia, sistem parkir digital yang mampu menampilkan ketersediaan slot parkir secara real time sekaligus mendukung pembayaran non-tunai, hingga teknologi pemantauan tingkat kematangan buah berbasis sensor.

Menurut Yulianto, beberapa karya mahasiswa bahkan telah memiliki potensi untuk diterapkan secara langsung di masyarakat.

"Sudah ada beberapa sistem yang sebelumnya dikembangkan mahasiswa dan kini mulai diterapkan, khususnya aplikasi berbasis e-commerce untuk mendukung transaksi ritel," katanya.

Ia menjelaskan, dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya, konsep CODEX-2 kini dibuat lebih fokus. Jika sebelumnya mahasiswa bebas menentukan tema inovasi, tahun ini seluruh peserta diarahkan untuk mengembangkan teknologi yang memiliki keterkaitan dengan isu lingkungan dan keberlanjutan.

"Jumlah peserta relatif sama, namun produk kewirausahaan tahun ini lebih banyak. Fokusnya juga lebih spesifik sehingga mahasiswa tidak hanya menciptakan teknologi, tetapi memikirkan dampak dan manfaatnya bagi lingkungan," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Sains Data Universitas Putra Bangsa, Sarjimin, menjelaskan seluruh karya yang dipamerkan merupakan hasil proses pembelajaran selama satu semester.

"CODEX kami persiapkan selama satu semester. Semua mahasiswa semester enam terlibat dalam proses mulai dari perancangan hingga menghasilkan produk yang dipamerkan hari ini," ungkapnya.

Ia mengakui proses pengembangan inovasi berbasis IoT memiliki tantangan tersendiri, terutama dari sisi kebutuhan material dan biaya riset yang relatif tinggi.

"Tantangan terbesar ada pada kebutuhan material karena pengembangan proyek-proyek IoT membutuhkan biaya penelitian yang tidak sedikit," katanya.

Meski demikian, pihak kampus akan terus mendorong penyempurnaan setiap inovasi agar memiliki nilai guna yang lebih tinggi bagi masyarakat.

"Ke depan kami akan fokus melakukan pendalaman terhadap produk-produk yang sudah ada agar benar-benar siap diimplementasikan sebagai teknologi tepat guna," jelas Sarjimin.

Ia menambahkan, berdasarkan evaluasi sementara, terdapat sekitar empat hingga lima karya dari penyelenggaraan CODEX sebelumnya yang telah memasuki tahap siap implementasi di masyarakat, meski proses identifikasi secara menyeluruh masih terus dilakukan.

Melalui penyelenggaraan CODEX-2, Universitas Putra Bangsa berharap mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat.

"Teknologi harus memiliki tujuan yang jelas, yaitu membantu menyelesaikan permasalahan masyarakat dengan cara yang lebih mudah, praktis, sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan," tutup Yulianto. (BK/Yog)


-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Previous Post Next Post