DomaiNesia

Pemkab Cilacap Pastikan Penanganan Kesehatan, Setelah 361 Siswa SMA Negeri 1 Sampang Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG

Pemkab Cilacap Pastikan Penanganan Kesehatan, Setelah 361 Siswa SMA Negeri 1 Sampang Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG

CILACAP, beritakebumen.co.id - Sebanyak 361 siswa SMA Negeri 1 Sampang, Kabupaten Cilacap, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (22/9/2026).

Para siswa mengalami gejala seperti pusing, mual, dan diare. Keluhan mulai dirasakan pada Selasa malam dan sebagian siswa mengalami kondisi yang lebih berat saat berada di sekolah pada Rabu (23/9/2026).

Berdasarkan pemeriksaan awal, 361 siswa yang mengalami keluhan tersebut terdiri dari 108 siswa kelas X, 125 siswa kelas XI, dan 128 siswa kelas XII.

Namun, tidak seluruh siswa membutuhkan penanganan medis. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 siswa mengalami gejala dengan tingkat keparahan berbeda. Sebagian hanya mengalami keluhan ringan dan tidak memerlukan perawatan lebih lanjut.

Sementara itu, 15 siswa menjalani rawat jalan, enam siswa dirawat di Puskesmas Sampang, dan 19 siswa mendapat perawatan di RSUD Cilacap.

19 Siswa Masih Dirawat di RSUD Cilacap


Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Cilacap memastikan siswa yang mengalami gejala mendapatkan penanganan medis. Hal itu disampaikan setelah dirinya mengecek langsung kondisi siswa SMA Negeri 1 Sampang yang dirawat di RSUD Cilacap pada Rabu sore.

Saat pengecekan dilakukan, masih terdapat 19 siswa di RSUD Cilacap. Sebanyak 10 siswa telah masuk ruang rawat inap, sedangkan sembilan lainnya masih menjalani penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Pj Sekda berharap kondisi para siswa terus membaik sehingga tidak ada lagi yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Di sisi lain, pemerintah belum dapat memastikan penyebab munculnya keluhan kesehatan tersebut. Dugaan bahwa gejala berkaitan dengan makanan MBG masih dalam proses pemeriksaan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap telah mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan MBG untuk para siswa. Petugas mengambil sampel makanan yang masih tersedia untuk diperiksa di laboratorium.

Sampel yang diperiksa mencakup seluruh menu MBG yang disajikan pada Selasa (22/9/2026), yakni nasi, ayam bumbu kuning, oseng kangkung, tahu goreng, dan buah semangka.

"Meskipun demikian, kita juga pihak rumah sakit juga Dinas Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap juga sudah melakukan banyak tindakan, di antaranya untuk langsung terjun ke SPBG yang ada di Sampang, mengambil sampel makanan yang kemarin siang memang dijadikan bahan makanan hari itu, dan saat ini masih dalam cek laboratorium," katanya.

Penyebab Masih Menunggu Hasil Laboratorium


Pj Sekda menegaskan pemerintah belum dapat menunjuk makanan tertentu sebagai penyebab munculnya keluhan kesehatan para siswa. Hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

"Makanya sekali lagi saya sampaikannya yang diduga berasal dari makanan MBG. Kita masih tunggu, masih tunggu hasil lab ya. Ya, masih tunggu hasil lab," ujarnya.

Dengan demikian, keluhan kesehatan yang dialami para siswa belum dapat dipastikan sebagai akibat makanan tertentu sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

Biaya Pengobatan Siswa


Mengenai biaya pengobatan siswa, Pj Sekda menyampaikan pihak SPPG memiliki tanggung jawab sesuai kesepakatan atau perjanjian yang telah dibuat sebelumnya.

Apabila nantinya kejadian tersebut terbukti berkaitan dengan makanan MBG yang disediakan, biaya pengobatan korban menjadi tanggung jawab pihak SPPG sesuai ketentuan dalam perjanjian.

"Iya. Ini karena memang positif ini penyebabnya adalah seperti yang diduga saat ini berasal dari makanan MBG, nanti pihak SPBG-nya sebagaimana ketika mereka mengadakan MoU sudah jelas, ketika terjadi keracunan seperti ini mereka bertanggung jawab atas biaya pengobatan yang... apa ya, yang dikatakan mendapat akibat keracunan dari makanan yang mereka sediakan," jelasnya.

SPPG Diminta Perketat Kebersihan


Pj Sekda juga meminta seluruh SPPG lebih memperhatikan standar kebersihan dalam setiap tahapan penyediaan makanan MBG.

Menurutnya, aspek pencegahan sebenarnya telah dilakukan melalui proses perizinan, pembinaan, dan sosialisasi. Namun, pelaksana tetap perlu memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar.

Tidak hanya bahan makanan, kebersihan air untuk mencuci, peralatan memasak, wadah penyimpanan, hingga peralatan penyajian juga perlu diperhatikan.

"Sebetulnya tidak kurang-kurang ya dari sisi preventifnya. Ketika perizinan itu dulu dikeluarkan, sudah sangat rigid apa yang harus dilakukan oleh SPBG itu sudah sangat rigid," katanya.

Ia berharap kejadian yang dialami siswa SMA Negeri 1 Sampang menjadi perhatian bagi seluruh SPPG agar lebih berhati-hati dalam menyiapkan makanan bagi penerima manfaat MBG.

"Artinya pembinaan, sosialisasi itu sebetulnya tidak kurang-kurang," ujarnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap sendiri telah melakukan pengecekan ke SPPG Sampang setelah menerima laporan adanya siswa yang mengalami keluhan kesehatan. Sampel makanan kemudian diambil untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.

Pj Sekda berharap kondisi seluruh siswa segera pulih dan kejadian serupa tidak kembali terjadi di Kabupaten Cilacap.

"Ya mudah-mudahan sekali lagi harapannya ya ini yang terakhir, keracunan terakhir yang ada di Kabupaten Cilacap dan mudah-mudahan ini menjadi perhatianlah bagi seluruh SPBG untuk berlaku lebih hati-hati, lebih menjamin bahwa makanan yang diberikan makanan yang betul-betul bersih dan sehat. Nggih, mohon doanya saja," katanya.


-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Previous Post Next Post