DomaiNesia

Dulu Jadi Ikon Wisata Kebumen, Kini Goa Jatijajar Akan Dipoles Lagi

Dulu Jadi Ikon Wisata Kebumen, Kini Goa Jatijajar Akan Dipoles Lagi

KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Pemerintah Kabupaten Kebumen menyiapkan pembenahan kawasan Goa Jatijajar di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, setelah objek wisata tersebut menghadapi persoalan jumlah kunjungan yang belum sesuai harapan serta kondisi sejumlah fasilitas yang membutuhkan perhatian. 

Revitalisasi akan dilakukan dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Kebumen, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, pemerintah desa, hingga masyarakat sekitar. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan kenyamanan wisatawan sekaligus memperkuat kembali daya tarik Goa Jatijajar sebagai salah satu destinasi wisata utama di Kebumen.

Pemkab tinjau langsung kondisi Goa Jatijajar


Bupati Kebumen Lilis Nuryani meninjau kondisi Goa Jatijajar pada Kamis (1/10/2026).

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari langkah awal pemerintah daerah untuk melihat langsung kondisi kawasan wisata sekaligus menentukan bagian-bagian yang perlu dibenahi.

Setelah peninjauan, Pemkab Kebumen bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta pemerintah desa mulai menyiapkan rencana revitalisasi.

Bupati Lilis mengatakan pembenahan diperlukan agar objek wisata yang selama ini dikenal luas tersebut dapat kembali menarik minat wisatawan.

“Hari ini saya berada di wisata Goa Jatijajar yang begitu terkenal. Kami melihat langsung kondisinya, dan bersama Dinas Pariwisata serta pemerintah desa, kami akan merenovasi agar Goa Jatijajar kembali populer,” kata Lilis.

Jumlah wisatawan masih menjadi perhatian


Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen Frans Haidar mengatakan kondisi kunjungan wisatawan menjadi salah satu alasan perlunya pembenahan.

Menurutnya, jumlah wisatawan yang datang ke Goa Jatijajar masih belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Selain itu, beberapa fasilitas pendukung juga dinilai perlu ditata dan diperbaiki.

Pembenahan kawasan wisata tersebut tidak dianggap sebagai pekerjaan yang bisa dilakukan oleh satu pihak saja.

“Cukup berat apabila ini dipikul hanya oleh dinas. Perlu kerja sama lintas instansi, mulai dari dinas terkait, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, paguyuban pedagang, hingga masyarakat sekitar,” ujar Frans.

Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat membuat proses penataan Goa Jatijajar berjalan lebih menyeluruh, mulai dari fasilitas wisata hingga lingkungan di sekitar kawasan.

Goa Jatijajar masih menjadi penyumbang PAD


Meski menghadapi persoalan kunjungan dan fasilitas, Goa Jatijajar tetap memiliki posisi penting dalam sektor pariwisata Kabupaten Kebumen.

Objek wisata yang berada di Kecamatan Ayah tersebut tercatat sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata terbesar di Kebumen.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah ingin mengembalikan daya tarik Goa Jatijajar.

Dengan pengelolaan yang lebih baik, objek wisata ini diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kunjungan, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang berada di sekitar kawasan wisata.

Pengelolaan Goa Jatijajar diambil alih Pemkab


Langkah pembenahan juga berlangsung setelah Pemerintah Kabupaten Kebumen mengambil alih sepenuhnya pengelolaan Goa Jatijajar sejak 18 Agustus 2026.

Pengelolaan langsung oleh pemerintah daerah menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi kawasan sekaligus menyiapkan konsep pengembangan wisata ke depan.

Pemerintah menargetkan konsep pengembangan tersebut mulai menunjukkan hasil pada 2027.

Artinya, pembenahan Goa Jatijajar tidak hanya diarahkan pada perbaikan fasilitas yang terlihat oleh wisatawan. Pemerintah juga menyiapkan pengelolaan kawasan agar objek wisata tersebut dapat berkembang secara lebih terarah.

Harga tiket Goa Jatijajar


Saat ini, tiket masuk Goa Jatijajar ditetapkan sebesar Rp15.500 pada hari kerja dan Rp20.500 pada akhir pekan.

Besaran tarif tersebut setara dengan tiket masuk Goa Petruk, yang memiliki karakter berbeda karena lebih diarahkan sebagai destinasi wisata minat khusus.

Dengan tarif yang telah ditetapkan, pemerintah berharap pembenahan fasilitas nantinya dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung.

Ditargetkan kembali menarik wisatawan


Revitalisasi Goa Jatijajar akan mencakup pembenahan fasilitas, penataan kawasan, serta penguatan sistem pengelolaan.

Pemerintah Kabupaten Kebumen berharap langkah tersebut dapat membuat wisatawan kembali tertarik berkunjung ke salah satu destinasi yang selama ini menjadi ikon pariwisata daerah.

Lebih dari sekadar meningkatkan jumlah wisatawan, pengembangan Goa Jatijajar juga diharapkan membawa dampak bagi masyarakat sekitar melalui meningkatnya aktivitas perdagangan dan usaha yang berkaitan dengan sektor pariwisata.

Jika pembenahan berjalan sesuai rencana, pengembangan kawasan Goa Jatijajar ditargetkan mulai memberikan hasil pada 2027. *

-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Previous Post Next Post