Tingkatkan Kualitas Menulis Dosen, LPM UPB Gelar Pelatihan Penulisan Buku Referensi

Rektor UPB Dr. Gunarso Wiwoho, S.E., M.M. saat memberikan sambutan (foto:UPB)

KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Guna meningkatkan kualitas tri dharma perguruan tinggi dosen khususnya dalam penulisan buku, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Putra Bangsa mengadakan Pelatihan pembuatan Buku referensi secara online Sabtu 26 Maret 2022.

 

Pelatihan yang mengangkat tema “Peningkatan Kualitas Dosen melalui Pembuatan Buku Referensi” ini menghadirkan Koordinator bidang penerbitan dari UGM Press Yogyakarta Didi Junaedi, S.S.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut tersebut Rektor Universitas Putra Bangsa Dr. Gunarso Wiwoho, S.E.,M.M., Kepala LPM Hendrawan Prasetyo, S.Sos., M.Si, dan seluruh dosen Universitas Putra Bangsa sebagai peserta pelatihan.

 

Antusiasme para peserta/ Dosen dalam mengikuti webinar (foto:UPB)

Rektor UPB  Dr. Gunarso Wiwoho, S.E.,M.M. menyampaikan acara ini merupakan salah satu terobosan untuk mendorong dosen melakukan penelitian dan menghasilkan karya ilmiah ataupun buku referensi.

 “Kegiatan ini merupakan kegiatan yang cukup berharga untuk mendapatkan informasi tentang pembuatan buku referensi. Harapan kami nanti akan lahir banyak buku referensi dari Bapak/Ibu dosen UPB yang dapat dikonsumsi oleh mahasiswa maupun masyarakat umum.”Ujar Gunarso

Sementara itu narasumber Didi Junaedi menyampaikan bahwa sebuah buku referensi dapat dibuat berdasarkan hasil penelitian, namun perlu dikemas ke dalam bahasa yang menarik susuai kaidah buku referensi sehingga mudah dipahami dan dinikmati tidak hanya dilingkungan kampus bahkan lebih luas lagi adalah Masyarakat.

 

Didi Junaedi narasumber daru UGM Press (foto:UPB)

Didi Junaedi menambahkan  bahwa dalam prosesnya penerbitan sebuah buku referensi akan melalui berbagai tahapan sebelum buku siap untuk dicetak dan dipasarkan.

“Sebelum buku referensi dicetak dan dipasarkan harus melalui berbagai tahapan, diantaranya ialah Desk Screening, Review dimana di dalamnya memuat pengecekan plagiarisme” Papar Didi.

Kegiatan pelatihan akhiri dengan sesi tanya jawab. Antusiasme dosen/peserta dalam mengikuti kegiatan pelatihan cukup tinggi terlihat dari banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peserta (BK/DR)
Previous Post Next Post