Sukses Digelar! Festival Lomba Layang-Layang "Tahan Terbang" di Desa Jatimulyo, Kebumen

Festival Lomba Layang-Layang "Tahan Terbang" di Desa Jatimulyo, Kebumen Sukses Digelar
Para peserta Festival layang-layang. (Foto. Yogi Permana)


KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Desa Jatimulyo melalui Karangtaruna telah sukses menyelenggarakan Festival Layang-Layang yang menarik perhatian warga Desa Jatimulyo dan sekitarnya. Tahun ini Jatimulyo Menggiring Angin 2 mengusung tema "Tahan Terbang”, pada Minggu (5/11/2023) di Lapangan Mandala Puser Bumi, Jatimulyo, Petanahan. Sebanyak 102 peserta dari berbagai daerah, baik dari warga desa Jatimulyo maupun dari luar Kecamayan seperti Petanahan, Adimulyo, Sruweng, dan yang terjauh dari Kutowinangun mengikuti Lomba Festival Layang-layang.

Salah satu hal menarik dari festival ini adalah tidak adanya batasan usia untuk peserta. Hal ini bertujuan untuk memberikan peluang kepada para pecinta layang-layang, baik yang masih anak-anak maupun yang sudah dewasa.

Kompetisi layang-layang ini menghadirkan tantangan yang seru. Peserta harus mengontrol layang-layang mereka dengan tali sepanjang 150 meter, kemudian menerbangkannya hingga stabil, lalu mengurangi ketinggian menjadi 50 meter, dan akhirnya hanya 25 meter. Layang-layang terbang selama 2 jam saja.

Sebenarnya, Desa Jatimulyo sudah pernah mengadakan festival layang-layang Jatimulyo Menggiring angin pada bulan agustus 2021.

“Perbedaan Festival layang-layang tahun ini dengan tahun sebelumnya, kalau tahun sebelumnya lebih pada kreativitas sedang tahun ini karena trennya lagi yang tahan terbang, akhirnya Desa Jatimulyo melalui karang taruna memutuskan yang tahan terbang”, ujar Kepala Desa Jatimulyo, Sabit Banani, SH.

Penilaian berlangsung dengan aturan sederhana: layang-layang yang terbang paling lama akan memenangkan hadiah utama. Terdapat ada lima pemenang dengan hadiah total mencapai 2.250.000 rupiah, dan doorprize yang disediakan untuk peserta festival.

Lebih dari sekadar hiburan, festival ini juga mengusung pesan yang filosofis. Menurut Kepala Desa, tujuan utamanya adalah mendorong warga Jatimulyo untuk memiliki cita-cita yang tinggi terhadap desa mereka sendiri, sembari bernostalgia dengan masa kecil mereka di desa ini.

Peserta yang berhasil meraih gelar juara pertama dalam kompetisi layang-layang di Desa Jatimulyo Menggiring Angin 2 ini berasal dari Kutowinangun, dengan timnya bernama"Tentara Langit”. Mereka membagikan pengalaman menarik bahwa ini adalah kali pertama mereka berkompetisi di wilayah barat Kebumen, biasanya mereka berlomba di wilayah timur, dari Ambal hingga Purworejo.

“Kalau kita pertama kali ikut Lomba layang-layang ke area barat ini, biasanya ke timur, ke Purworejo hingga Ambal ”, ujar Bambang Setiawan perwakilan dari Tentara langit. 

Menurutnya, lomba layang-layang di desa jatimulyo cukup memuaskan baik dari segi acara, panitia, hingga hadiahnya. Serta biaya pendaftaran lombanya yang masih relative standar. Sedangkan di Kebumen peminat layang-layang cukup besar.

“Di Kebumen sendiri antusiasnya cukup besar, ketika ada perlombaan seperti ini pesertanya bisa diatas 100”, lanjutnya.

Tonton videonya






-----------------------------
Ikuti Berita Kebumen di Google News


Previous Post Next Post