DomaiNesia

Bocah 7 Tahun yang Tenggelam di Sungai Seliling Alian Ditemukan Meninggal Dunia

Bocah 7 Tahun yang Tenggelam di Sungai Seliling Alian Ditemukan Meninggal Dunia

KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Suasana duka menyelimuti warga Desa Seliling, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Selasa (27/1/2026) sore. Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Seliling akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia. Peristiwa ini meninggalkan kesedihan mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga masyarakat sekitar yang ikut menyaksikan proses pencarian sejak sore hari.

Korban diketahui berinisial KR (7), seorang pelajar sekolah dasar warga RT 01 RW 04 Dukuh Duku, Desa Seliling. Berdasarkan keterangan keluarga dan warga setempat, korban diduga terpeleset saat bermain atau mandi di sungai. Nahas, pada saat bersamaan debit air Sungai Seliling tengah meningkat akibat kiriman hujan dari wilayah hulu, sehingga arus mengalir deras dan menyeret tubuh korban.

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat pahit akan bahaya sungai di musim hujan, terutama bagi anak-anak yang belum sepenuhnya memahami risiko alam di sekitarnya.

Ditemukan Setelah Pencarian Lebih dari Dua Jam

Upaya pencarian dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan Kebumen setelah laporan diterima sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas Basarnas Cilacap bersama unsur TNI, Polri, BPBD, PMI, dan relawan langsung bergerak ke lokasi kejadian.

Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 17.50 WIB, atau lebih dari dua jam setelah dinyatakan hanyut. Jenazah KR ditemukan sejauh kurang lebih 1,2 kilometer dari titik awal kejadian, mengikuti alur Sungai Seliling yang berkelok dan memiliki arus cukup deras.

Sungai Banjir, Arus Deras Jadi Kendala Pencarian

Petugas Basarnas Cilacap, Rowidin, menjelaskan bahwa kondisi sungai saat kejadian tidak memungkinkan penggunaan perahu karet. Debit air yang tinggi dan arus deras membuat tim SAR memilih metode penyisiran manual dengan berjalan menyusuri tepi sungai.

“Arus cukup kuat dan kedalaman sungai meningkat. Kami melakukan penyisiran merapat di sepanjang aliran sungai hingga akhirnya korban ditemukan,” ujar Rowidin.

Kondisi tersebut membuat proses pencarian membutuhkan waktu dan kewaspadaan ekstra demi keselamatan para petugas.

Saksi Tak Berani Menolong karena Arus Berbahaya

Dari keterangan saksi mata yang merupakan teman bermain korban, KR sempat terlihat muncul ke permukaan air sekitar 50 meter dari lokasi awal. Namun, karena derasnya arus dan tidak adanya orang dewasa di sekitar lokasi, saksi tidak berani melakukan pertolongan.

Situasi ini menambah pilu kejadian, mengingat korban masih berusia sangat belia dan tidak ada pengawasan orang tua saat peristiwa berlangsung.

Operasi SAR Ditutup, Warga Diimbau Lebih Waspada

Setelah korban ditemukan, operasi pencarian bocah tenggelam di Kebumen resmi ditutup. Jenazah korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Di akhir keterangannya, Rowidin mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat musim hujan.

“Potensi banjir dan arus sungai di musim hujan sangat berbahaya. Kami berharap orang tua lebih waspada dan kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.


-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Previous Post Next Post