![]() |
foto. pemkabkebumen |
Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait secara langsung mengunjungi kediaman keluarga almarhumah AA (35), Jumat (9/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan tidak sekadar untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga memastikan negara hadir melalui pendampingan psikologis, bantuan darurat, serta perlindungan jangka panjang bagi anak yang selamat.
Tragedi yang terjadi beberapa hari sebelumnya ini menggugah keprihatinan banyak pihak. Pemerintah Kabupaten Kebumen menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan keluarga korban menghadapi masa sulit sendirian. Pendekatan yang dilakukan bersifat menyeluruh, mulai dari aspek kemanusiaan, sosial, hingga pemulihan mental, khususnya bagi anak korban yang mengalami trauma mendalam.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan empati dan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban. Ia menegaskan bahwa pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan.
“Pemerintah Kabupaten Kebumen hadir untuk memastikan keluarga yang ditinggalkan tidak sendirian. Kami memberikan dukungan moral, bantuan ekonomi, pendampingan psikologis, hingga pembebasan biaya visum. Harapannya, tragedi seperti ini tidak terulang kembali,” ujar Bupati Lilis.
Sebagai bentuk kepedulian langsung, Bupati menyerahkan bantuan berupa santunan, paket sembako, perlengkapan sekolah, serta mainan untuk AZ (8), putri almarhumah yang selamat dari peristiwa tersebut. Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga sekaligus memberikan rasa aman bagi sang anak.
Tidak berhenti di situ, Pemkab Kebumen juga menawarkan solusi jangka panjang dengan membuka peluang pekerjaan bagi paman dan bibi AZ. Langkah ini dimaksudkan agar keluarga memiliki penghasilan yang stabil sehingga dapat fokus mendampingi tumbuh kembang AZ di lingkungan yang aman dan suportif.
Latar Belakang Peristiwa
Berdasarkan penelusuran awal, peristiwa tragis ini diduga kuat dipicu oleh tekanan ekonomi dan beban keluarga yang berat. Diketahui, suami almarhumah telah meninggalkan rumah selama dua tahun terakhir dan sulit dihubungi.
Sehari sebelum kejadian, almarhumah sempat mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp kepada suaminya. Namun, pesan tersebut hanya dibaca dan berakhir dengan pemblokiran kontak. Situasi ini diduga memperberat tekanan psikologis yang dialami almarhumah hingga berujung pada peristiwa memilukan tersebut.
Dampak paling berat kini dirasakan oleh AZ, putri sulung almarhumah yang masih berusia 8 tahun. Ia tidak hanya kehilangan anggota keluarga, tetapi juga mengalami trauma mendalam setelah sempat diajak oleh sang ibu untuk mengakhiri hidup bersama. Beruntung, AZ berhasil menolak dan menyelamatkan diri.
Sebagai langkah antisipatif, Pemerintah Kabupaten Kebumen berkomitmen melakukan pemetaan ulang warga pra-sejahtera agar bantuan sosial dan penguatan ekonomi dapat lebih tepat sasaran, terutama bagi keluarga yang berada dalam kondisi rentan.
Pendampingan Trauma Healing
Sejalan dengan arahan Bupati Kebumen Lilis Nuryani, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Kebumen bergerak cepat melakukan pendampingan psikososial sejak Rabu (7/1/2026).
Plt Kepala UPTD PPA Kebumen, Arum Dwi L, menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pemulihan trauma anak dengan metode yang ramah dan aman.
“AZ sempat menyaksikan kondisi ibu dan adiknya, bahkan berada dalam situasi yang sangat mengancam jiwanya sebelum berhasil menyelamatkan diri. Saat ini, ia menunjukkan tanda trauma seperti ketakutan terhadap orang asing. Kami melakukan pendekatan melalui komunikasi ringan dan permainan agar ia merasa aman kembali,” jelas Arum.
Selain pendampingan terhadap anak, UPTD PPA juga memberikan edukasi kepada keluarga besar agar tidak membicarakan ulang kronologi kejadian di hadapan anak demi mencegah trauma berulang.
Pemkab Kebumen memastikan pemantauan lintas sektor akan terus dilakukan guna menjamin hak pendidikan, kesehatan, serta perlindungan psikologis AZ terpenuhi secara menyeluruh.
Di akhir kunjungan, pemerintah daerah juga mengklarifikasi informasi yang beredar di media sosial terkait jumlah korban meninggal dunia. Pemkab Kebumen menegaskan bahwa kabar menyebutkan tiga korban meninggal dunia adalah tidak benar, serta mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi keliru yang dapat menambah luka bagi keluarga korban.
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Tragedi yang terjadi beberapa hari sebelumnya ini menggugah keprihatinan banyak pihak. Pemerintah Kabupaten Kebumen menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan keluarga korban menghadapi masa sulit sendirian. Pendekatan yang dilakukan bersifat menyeluruh, mulai dari aspek kemanusiaan, sosial, hingga pemulihan mental, khususnya bagi anak korban yang mengalami trauma mendalam.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan empati dan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban. Ia menegaskan bahwa pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan.
“Pemerintah Kabupaten Kebumen hadir untuk memastikan keluarga yang ditinggalkan tidak sendirian. Kami memberikan dukungan moral, bantuan ekonomi, pendampingan psikologis, hingga pembebasan biaya visum. Harapannya, tragedi seperti ini tidak terulang kembali,” ujar Bupati Lilis.
Sebagai bentuk kepedulian langsung, Bupati menyerahkan bantuan berupa santunan, paket sembako, perlengkapan sekolah, serta mainan untuk AZ (8), putri almarhumah yang selamat dari peristiwa tersebut. Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga sekaligus memberikan rasa aman bagi sang anak.
Tidak berhenti di situ, Pemkab Kebumen juga menawarkan solusi jangka panjang dengan membuka peluang pekerjaan bagi paman dan bibi AZ. Langkah ini dimaksudkan agar keluarga memiliki penghasilan yang stabil sehingga dapat fokus mendampingi tumbuh kembang AZ di lingkungan yang aman dan suportif.
Latar Belakang Peristiwa
Berdasarkan penelusuran awal, peristiwa tragis ini diduga kuat dipicu oleh tekanan ekonomi dan beban keluarga yang berat. Diketahui, suami almarhumah telah meninggalkan rumah selama dua tahun terakhir dan sulit dihubungi.
Sehari sebelum kejadian, almarhumah sempat mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp kepada suaminya. Namun, pesan tersebut hanya dibaca dan berakhir dengan pemblokiran kontak. Situasi ini diduga memperberat tekanan psikologis yang dialami almarhumah hingga berujung pada peristiwa memilukan tersebut.
Dampak paling berat kini dirasakan oleh AZ, putri sulung almarhumah yang masih berusia 8 tahun. Ia tidak hanya kehilangan anggota keluarga, tetapi juga mengalami trauma mendalam setelah sempat diajak oleh sang ibu untuk mengakhiri hidup bersama. Beruntung, AZ berhasil menolak dan menyelamatkan diri.
Sebagai langkah antisipatif, Pemerintah Kabupaten Kebumen berkomitmen melakukan pemetaan ulang warga pra-sejahtera agar bantuan sosial dan penguatan ekonomi dapat lebih tepat sasaran, terutama bagi keluarga yang berada dalam kondisi rentan.
Pendampingan Trauma Healing
Sejalan dengan arahan Bupati Kebumen Lilis Nuryani, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Kebumen bergerak cepat melakukan pendampingan psikososial sejak Rabu (7/1/2026).
Plt Kepala UPTD PPA Kebumen, Arum Dwi L, menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pemulihan trauma anak dengan metode yang ramah dan aman.
“AZ sempat menyaksikan kondisi ibu dan adiknya, bahkan berada dalam situasi yang sangat mengancam jiwanya sebelum berhasil menyelamatkan diri. Saat ini, ia menunjukkan tanda trauma seperti ketakutan terhadap orang asing. Kami melakukan pendekatan melalui komunikasi ringan dan permainan agar ia merasa aman kembali,” jelas Arum.
Selain pendampingan terhadap anak, UPTD PPA juga memberikan edukasi kepada keluarga besar agar tidak membicarakan ulang kronologi kejadian di hadapan anak demi mencegah trauma berulang.
Pemkab Kebumen memastikan pemantauan lintas sektor akan terus dilakukan guna menjamin hak pendidikan, kesehatan, serta perlindungan psikologis AZ terpenuhi secara menyeluruh.
Di akhir kunjungan, pemerintah daerah juga mengklarifikasi informasi yang beredar di media sosial terkait jumlah korban meninggal dunia. Pemkab Kebumen menegaskan bahwa kabar menyebutkan tiga korban meninggal dunia adalah tidak benar, serta mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi keliru yang dapat menambah luka bagi keluarga korban.
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
