DomaiNesia

Program MBG Nglarisi Pasar dan Petani Kebumen diluncurkan akan Serap Produk Lokal

Program MBG Nglarisi Pasar dan Petani Kebumen diluncurkan akan Serap Produk Lokal

KEBUMEN, beritakebumen.co.id
- Upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kebumen. Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, ke Kebumen pada Senin (12/01/2026). Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting peluncuran program inovatif bertajuk Makan Bergizi Gratis (MBG) Nglarisi Pasar dan Petani Kebumen. 

Program ini dirancang untuk memastikan kebutuhan pangan bergizi masyarakat dipenuhi dari hasil pertanian dan pasar rakyat lokal, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh petani dan pedagang. Bersamaan dengan itu, dilakukan pula peresmian Studio Live Shop Pasar Tumenggungan, sebagai langkah modernisasi pasar tradisional agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital tanpa kehilangan identitas kerakyatannya.

Peluncuran program tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, sekaligus ditandai dengan penandatanganan prasasti Studio Online Shop Pasar Tumenggungan. Inisiatif ini menjadi simbol transformasi pasar tradisional di Kebumen agar tetap kompetitif di tengah gempuran belanja daring dan perubahan pola konsumsi masyarakat.

Bupati Lilis menjelaskan, gagasan program ini berangkat dari banyaknya keluhan pedagang pasar yang merasakan penurunan omzet akibat sepinya pembeli. Melalui pendekatan SELARAS (Sengkuyung Nglarisi Pasar), Pemkab Kebumen mendorong dapur-dapur MBG untuk memprioritaskan belanja bahan pangan dari pasar rakyat dan petani lokal.

Kami mendorong yayasan dan dapur MBG agar mengutamakan produk lokal Kebumen, seperti kacang panjang, terong, mentimun, semangka, hingga kelengkeng. Memang tidak semua komoditas bisa kami produksi karena kondisi geografis, tetapi kehadiran MBG ini kami harapkan mampu menghidupkan kembali pasar tradisional dan meningkatkan semangat petani,” ujar Bupati Lilis.

Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa Kebumen termasuk daerah tercepat dalam mempersiapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dari target 190 unit, sebanyak 142 SPPG telah beroperasi dan 48 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Setiap satu SPPG mengelola anggaran sekitar Rp10 hingga Rp11 miliar per tahun. Jika hampir 200 SPPG beroperasi penuh, maka perputaran dana BGN di Kebumen pada 2026 bisa mencapai hampir Rp2 triliun. Sekitar 70 persen atau Rp1,4 triliun akan digunakan untuk bahan baku pangan. Ini potensi ekonomi lokal yang luar biasa,” tegas Dadan.

Ia menambahkan, satu dapur MBG yang memproduksi sekitar 3.000 porsi per hari membutuhkan 3.000 butir telur dan 15 tandan pisang setiap kali memasak. Secara nasional, perputaran uang dari program Makan Bergizi Gratis bahkan mencapai Rp855 miliar per hari.

Potensi ini harus dimanfaatkan untuk menguatkan koperasi, UMKM, dan BUMDes agar ekonomi lokal benar-benar tumbuh dari program gizi,” tambahnya.

Manfaat program ini mulai dirasakan langsung oleh pelaku usaha. Susi, pedagang sayur di Pasar Tumenggungan Kebumen, mengaku omzetnya meningkat signifikan sejak menyuplai kebutuhan dapur MBG.

Dari satu yayasan saja, omzet saya bisa mencapai Rp7 juta per minggu. Pasar jadi lebih hidup,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Tani Tani Mulyo, Moch. Imam Mursyid. Ia menyebut omzet petani meningkat hingga 20 persen karena kini dapat menjual hasil panen langsung ke SPPG tanpa melalui banyak perantara.

Dulu harga sering jatuh dan hasil panen tidak terserap maksimal. Sekarang harga lebih stabil dan petani bisa mendapatkan keuntungan yang layak,” katanya.

Kepala Disperindag KUKM Kebumen, Haryono Wahyudi, menambahkan bahwa sekitar 80 persen bahan baku MBG di Kebumen saat ini telah dipasok dari lokal. Komoditas tersebut antara lain jagung manis, kangkung, kacang panjang, selada hidroponik, caisim, cabai, terong, timun, tomat, labu siam, buncis, kelengkeng, jambu kristal, dan pisang.

Ke depan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen akan memprioritaskan pengembangan komoditas labu siam, buncis, selada, kelengkeng, dan pisang cavendish untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

Selain agenda di pasar, rombongan juga meninjau langsung pelaksanaan Makan Bergizi Gratis bagi pelajar di SMPN 5 Kebumen guna memastikan kualitas dan standar gizi terpenuhi. Rangkaian kegiatan dilengkapi dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Gedung PLUT Kebumen yang menyediakan 200 paket sembako seharga Rp50.000 bagi warga, serta peninjauan SPPG di Jalan Ahmad Yani.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alaudien Reza Mardhika, mantan Bupati Kebumen H. Mohammad Yahya Fuad, serta pimpinan OPD terkait


-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Previous Post Next Post