Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB saat perahu hendak kembali ke daratan setelah melaut. Meski perahu mengalami kerusakan cukup parah, seluruh anak buah kapal berhasil menyelamatkan diri. Kejadian ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko keselamatan nelayan, khususnya saat melintas di muara sungai yang rawan perubahan arus dan gelombang.
Insiden tersebut menarik perhatian aparat dan warga sekitar karena terjadi di jalur keluar masuk perahu nelayan yang cukup padat aktivitas. Kecelakaan laut Pantai Logending ini pun segera ditangani oleh petugas gabungan untuk memastikan keselamatan awak kapal serta mengevakuasi perahu yang terbalik.
Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat perahu memasuki muara Sungai Bodo. Pada saat itu, perahu mengalami kandas sehingga posisinya melintang dan sulit dikendalikan.
“Perahu kandas di muara sungai dan posisinya melintang. Tidak lama kemudian, gelombang besar datang dan menyebabkan perahu terbalik,” ujar Kompol Faris saat dikonfirmasi.
Kompol Faris memastikan, dalam insiden perahu nelayan terbalik di Kebumen tersebut, tidak terdapat korban jiwa. Seluruh anak buah kapal yang berjumlah empat orang berhasil menyelamatkan diri meski perahu mengalami kerusakan berat.
Keempat nelayan yang berada di atas perahu diketahui bernama Sudarto (42) warga Cilacap Tengah, Agus (40) warga Cilacap Selatan, Tursino (46) warga Puring, Kabupaten Kebumen, serta Kacung (45) warga Kampung Laut, Cilacap. Mereka berhasil keluar dari perahu dan menyelamatkan diri ke area yang lebih aman.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh dua nelayan setempat, Sugiarto (28) dan Roni Hendarto (29), yang melihat langsung kejadian di lokasi. Keduanya kemudian segera melaporkan insiden itu kepada pihak kepolisian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satpolairud Polres Kebumen bersama Pos TNI AL Logending, SAR Lawet Perkasa Kebumen, serta SAR TPI Mertangga Jetis Cilacap segera mendatangi lokasi kejadian. Petugas gabungan langsung melakukan pengamanan dan mengevakuasi perahu nelayan yang terbalik di sekitar muara.
Akibat kecelakaan laut tersebut, nelayan mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp20 juta. Kerusakan terjadi pada badan perahu akibat hantaman gelombang saat terbalik.
Wakapolres Kebumen mengimbau para nelayan agar lebih berhati-hati saat melintas di wilayah muara sungai, khususnya ketika kondisi gelombang tinggi dan arus tidak menentu.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama, terutama di wilayah perairan yang rawan perubahan arus dan ombak. Kami mengimbau nelayan selalu menggunakan life jacket saat melaut sebagai langkah antisipasi,” tegas Kompol Faris.
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Insiden tersebut menarik perhatian aparat dan warga sekitar karena terjadi di jalur keluar masuk perahu nelayan yang cukup padat aktivitas. Kecelakaan laut Pantai Logending ini pun segera ditangani oleh petugas gabungan untuk memastikan keselamatan awak kapal serta mengevakuasi perahu yang terbalik.
Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat perahu memasuki muara Sungai Bodo. Pada saat itu, perahu mengalami kandas sehingga posisinya melintang dan sulit dikendalikan.
“Perahu kandas di muara sungai dan posisinya melintang. Tidak lama kemudian, gelombang besar datang dan menyebabkan perahu terbalik,” ujar Kompol Faris saat dikonfirmasi.
Kompol Faris memastikan, dalam insiden perahu nelayan terbalik di Kebumen tersebut, tidak terdapat korban jiwa. Seluruh anak buah kapal yang berjumlah empat orang berhasil menyelamatkan diri meski perahu mengalami kerusakan berat.
Keempat nelayan yang berada di atas perahu diketahui bernama Sudarto (42) warga Cilacap Tengah, Agus (40) warga Cilacap Selatan, Tursino (46) warga Puring, Kabupaten Kebumen, serta Kacung (45) warga Kampung Laut, Cilacap. Mereka berhasil keluar dari perahu dan menyelamatkan diri ke area yang lebih aman.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh dua nelayan setempat, Sugiarto (28) dan Roni Hendarto (29), yang melihat langsung kejadian di lokasi. Keduanya kemudian segera melaporkan insiden itu kepada pihak kepolisian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satpolairud Polres Kebumen bersama Pos TNI AL Logending, SAR Lawet Perkasa Kebumen, serta SAR TPI Mertangga Jetis Cilacap segera mendatangi lokasi kejadian. Petugas gabungan langsung melakukan pengamanan dan mengevakuasi perahu nelayan yang terbalik di sekitar muara.
Akibat kecelakaan laut tersebut, nelayan mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp20 juta. Kerusakan terjadi pada badan perahu akibat hantaman gelombang saat terbalik.
Wakapolres Kebumen mengimbau para nelayan agar lebih berhati-hati saat melintas di wilayah muara sungai, khususnya ketika kondisi gelombang tinggi dan arus tidak menentu.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama, terutama di wilayah perairan yang rawan perubahan arus dan ombak. Kami mengimbau nelayan selalu menggunakan life jacket saat melaut sebagai langkah antisipasi,” tegas Kompol Faris.
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
