KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Pembangunan di wilayah pelosok Kabupaten Kebumen kembali menjadi sorotan dalam kunjungan kerja Bupati Kebumen Lilis Nuryani ke Desa Kedunggong, Jumat (2/1/2026). Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dengan warga, tetapi juga momentum untuk meninjau langsung hasil pembangunan infrastruktur desa yang selama puluhan tahun dinantikan masyarakat setempat. Bagi warga Kedunggong, kehadiran kepala daerah membawa harapan baru terhadap pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah perbatasan yang selama ini kerap tertinggal dari pusat kota.
Desa Kedunggong yang berada di kawasan pinggiran dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonosobo, selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses jalan. Kondisi ini berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan sosial warga. Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak yang terus disuarakan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Bupati Lilis Nuryani, pembangunan jalan desa mulai direalisasikan secara bertahap, membuka harapan akan perubahan nyata bagi warga pelosok Kebumen.
Kepala Desa Kedunggong, Slamet, mengungkapkan rasa syukur atas perubahan signifikan yang kini dirasakan warganya. Ia mengenang kondisi jalan desa yang selama hampir 20 tahun terakhir rusak parah dan dipenuhi bebatuan.
“Dulu jalan di desa kami seperti Kali Asat, sungai kering penuh batu. Alhamdulillah, sejak kepemimpinan Bupati Kebumen Lilis Nuryani, jalan desa mulai mulus. Sudah ada dua tahap pengerjaan sepanjang 2,5 kilometer. Ini benar-benar anugerah bagi kami,” ujar Slamet.
Meski demikian, Slamet berharap perhatian pemerintah daerah terus berlanjut. Masih terdapat ruas jalan sepanjang sekitar 1 kilometer di wilayah perbatasan Wonosobo serta 3 kilometer menuju arah Sadang Wetan yang membutuhkan perbaikan.
“Dengan kunjungan langsung Ibu Bupati ke Desa Kedunggong, kami berharap ada perhatian khusus untuk melanjutkan perbaikan jalan yang tersisa,” tambahnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan komitmennya untuk memajukan desa-desa pinggiran. Menurutnya, Desa Kedunggong memiliki potensi besar, terutama di sektor pertanian dan ekonomi lokal, yang harus ditopang dengan infrastruktur memadai.
“Pokoknya Kedunggong harus maju dan sejahtera. Tanahnya subur, potensi ekonominya ada. Maka akses jalannya harus kita kawal bersama,” tegas Bupati.
Selain pembangunan jalan, kunjungan kerja tersebut juga menyoroti program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Bupati Lilis menyampaikan bahwa dukungan dari pihak swasta, yakni Tradha Group, telah disiapkan untuk sekitar 10 penerima manfaat di Desa Kedunggong.
Saat ini, baru tiga rumah yang telah direalisasikan, sementara sisanya masih dalam proses survei agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Program serupa sebelumnya juga telah menyentuh warga Desa Kalitengah, Kecamatan Gombong, dan direncanakan akan berlanjut ke wilayah lain, termasuk Desa Sempor.
Slamet pun menyampaikan apresiasi dan doa bagi pemerintah daerah serta pihak swasta yang terlibat. “Semoga Bupati dan PT Tradha terus diberi kesehatan dan kelancaran dalam mengemban amanah, sehingga bisa membawa pembangunan desa pelosok Kebumen menjadi lebih baik,” pungkasnya.
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
