KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kebumen mendapat penguatan signifikan dengan diresmikannya proyek revitalisasi sekolah di Kabupaten Kebumen oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Peresmian yang dipusatkan di SDN 2 Jatisari, Senin (26/1/2026), menjadi simbol komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pemerataan infrastruktur pendidikan, khususnya di wilayah non-perkotaan. Program ini tidak sekadar menyentuh aspek fisik bangunan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung penguatan karakter peserta didik.
Kepala SDN 2 Jatisari, Musiyati, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas bantuan revitalisasi yang diterima sekolahnya. Ia mengungkapkan bahwa sebelum adanya bantuan, kondisi fasilitas sekolah sangat memprihatinkan. Perpustakaan sekolah bahkan harus dikosongkan sejak tahun 2016 karena atap rapuh, plafon melengkung, dan lantai yang ambles, sehingga dinilai membahayakan keselamatan siswa.
“Selain itu, jumlah toilet juga sangat terbatas. Hanya ada lima bilik untuk seluruh siswa dan guru. Alhamdulillah, tahun 2025 kami menerima bantuan Rp249.326.693 untuk rehabilitasi perpustakaan dan pembangunan toilet baru,” ujar Musiyati.
Tak hanya perbaikan fisik, SDN 2 Jatisari juga menerima berbagai program prioritas pendidikan, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Interactive Flat Panel (IFP), serta perangkat laptop penunjang pembelajaran digital. Menurut Musiyati, fasilitas baru ini sangat mendukung pembelajaran aktif dan menghidupkan kembali budaya literasi di sekolah.
Meski demikian, pihak sekolah masih berharap adanya tambahan fasilitas pendukung seperti ruang UKS, kantin, dan laboratorium. Menanggapi hal tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti memberikan apresiasi berupa tambahan dua paket bantuan pemerintah (banpem) senilai Rp50 juta untuk peningkatan mutu pendidikan.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani dalam sambutannya menyebut kehadiran Mendikdasmen sebagai kehormatan besar bagi dunia pendidikan di Kebumen. Ia menegaskan bahwa revitalisasi sekolah di Kebumen tahun 2025 telah menjangkau puluhan satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta.
“Program ini memberikan dampak nyata. Perpustakaan yang layak kami siapkan agar anak-anak semakin gemar membaca. Kami siap bersinergi agar program ini berlanjut pada tahun 2026, sehingga lebih banyak sekolah bisa merasakan manfaatnya,” kata Bupati Lilis.
Secara keseluruhan, terdapat 61 satuan pendidikan di Kebumen yang direvitalisasi, meliputi 33 Sekolah Dasar (SD), 14 SMP, 5 TK/PAUD, 4 SMK, dan 3 SMA. Program ini juga menyasar pendidikan non-formal melalui perbaikan 1 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan 1 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Dalam acara tersebut, dilakukan pula penandatanganan prasasti oleh Mendikdasmen bersama Bupati Kebumen dan Kepala Disdikpora Kebumen, serta penyerahan school kit kepada para pelajar.
Dalam arahannya, Prof. Abdul Mu’ti mengapresiasi capaian revitalisasi di Kebumen yang mencapai 100 persen. Ia menyebut, secara nasional pada tahun 2025 program revitalisasi menyasar 16.171 satuan pendidikan dengan melibatkan sekitar 500 ribu tenaga kerja lokal.
“Untuk Kebumen, ada 61 satuan pendidikan yang hari ini saya resmikan dengan total bantuan sebesar Rp31.855.432.565. Tahun 2026, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp14 triliun untuk 11.700 sekolah, dengan rencana perluasan sasaran hingga lebih dari 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia,” jelas Mendikdasmen.
Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya bersih di sekolah. Fasilitas yang sudah baik, khususnya toilet, diminta untuk dirawat bersama dengan melibatkan tanggung jawab siswa sebagai bagian dari pendidikan karakter.
Menanggapi isu nasional terkait perlindungan guru, Mendikdasmen menegaskan komitmen melalui Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemendikdasmen dan Polri. Ia menekankan bahwa persoalan di sekolah yang bukan tindak kriminal akan diselesaikan melalui pendekatan restorative justice.
“Guru tidak perlu ragu mendidik dan menegur murid selama itu bagian dari proses pendidikan dan pembentukan karakter, bukan untuk memberatkan siswa,” tegasnya, disambut tepuk tangan para hadirin.
Selain infrastruktur, Mendikdasmen juga memaparkan sejumlah kebijakan baru, antara lain penguatan karakter melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan kegiatan Pagi Ceria yang meliputi menyanyikan Indonesia Raya, senam, dan doa bersama.
Ia juga mengumumkan program beasiswa S1 bagi guru melalui skema RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) dengan bantuan Rp3 juta per semester, pelatihan bahasa Inggris bagi guru SD untuk persiapan kurikulum 2027, serta rencana pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada April 2026 sebagai salah satu instrumen objektif jalur prestasi.
“Pembangunan gedung bukan sekadar fisik, tetapi tentang menumbuhkan semangat belajar dan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman dan nyaman bagi anak-anak,” pungkas Prof. Abdul Mu’ti.
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Kepala SDN 2 Jatisari, Musiyati, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas bantuan revitalisasi yang diterima sekolahnya. Ia mengungkapkan bahwa sebelum adanya bantuan, kondisi fasilitas sekolah sangat memprihatinkan. Perpustakaan sekolah bahkan harus dikosongkan sejak tahun 2016 karena atap rapuh, plafon melengkung, dan lantai yang ambles, sehingga dinilai membahayakan keselamatan siswa.
“Selain itu, jumlah toilet juga sangat terbatas. Hanya ada lima bilik untuk seluruh siswa dan guru. Alhamdulillah, tahun 2025 kami menerima bantuan Rp249.326.693 untuk rehabilitasi perpustakaan dan pembangunan toilet baru,” ujar Musiyati.
Tak hanya perbaikan fisik, SDN 2 Jatisari juga menerima berbagai program prioritas pendidikan, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Interactive Flat Panel (IFP), serta perangkat laptop penunjang pembelajaran digital. Menurut Musiyati, fasilitas baru ini sangat mendukung pembelajaran aktif dan menghidupkan kembali budaya literasi di sekolah.
![]() |
| Foto. Pemkab Kebumen |
Meski demikian, pihak sekolah masih berharap adanya tambahan fasilitas pendukung seperti ruang UKS, kantin, dan laboratorium. Menanggapi hal tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti memberikan apresiasi berupa tambahan dua paket bantuan pemerintah (banpem) senilai Rp50 juta untuk peningkatan mutu pendidikan.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani dalam sambutannya menyebut kehadiran Mendikdasmen sebagai kehormatan besar bagi dunia pendidikan di Kebumen. Ia menegaskan bahwa revitalisasi sekolah di Kebumen tahun 2025 telah menjangkau puluhan satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta.
“Program ini memberikan dampak nyata. Perpustakaan yang layak kami siapkan agar anak-anak semakin gemar membaca. Kami siap bersinergi agar program ini berlanjut pada tahun 2026, sehingga lebih banyak sekolah bisa merasakan manfaatnya,” kata Bupati Lilis.
Secara keseluruhan, terdapat 61 satuan pendidikan di Kebumen yang direvitalisasi, meliputi 33 Sekolah Dasar (SD), 14 SMP, 5 TK/PAUD, 4 SMK, dan 3 SMA. Program ini juga menyasar pendidikan non-formal melalui perbaikan 1 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan 1 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
![]() |
| Foto. Pemkab Kebumen |
Dalam acara tersebut, dilakukan pula penandatanganan prasasti oleh Mendikdasmen bersama Bupati Kebumen dan Kepala Disdikpora Kebumen, serta penyerahan school kit kepada para pelajar.
Dalam arahannya, Prof. Abdul Mu’ti mengapresiasi capaian revitalisasi di Kebumen yang mencapai 100 persen. Ia menyebut, secara nasional pada tahun 2025 program revitalisasi menyasar 16.171 satuan pendidikan dengan melibatkan sekitar 500 ribu tenaga kerja lokal.
“Untuk Kebumen, ada 61 satuan pendidikan yang hari ini saya resmikan dengan total bantuan sebesar Rp31.855.432.565. Tahun 2026, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp14 triliun untuk 11.700 sekolah, dengan rencana perluasan sasaran hingga lebih dari 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia,” jelas Mendikdasmen.
Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya bersih di sekolah. Fasilitas yang sudah baik, khususnya toilet, diminta untuk dirawat bersama dengan melibatkan tanggung jawab siswa sebagai bagian dari pendidikan karakter.
Menanggapi isu nasional terkait perlindungan guru, Mendikdasmen menegaskan komitmen melalui Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemendikdasmen dan Polri. Ia menekankan bahwa persoalan di sekolah yang bukan tindak kriminal akan diselesaikan melalui pendekatan restorative justice.
![]() |
| Foto. Pemkab Kebumen |
“Guru tidak perlu ragu mendidik dan menegur murid selama itu bagian dari proses pendidikan dan pembentukan karakter, bukan untuk memberatkan siswa,” tegasnya, disambut tepuk tangan para hadirin.
Selain infrastruktur, Mendikdasmen juga memaparkan sejumlah kebijakan baru, antara lain penguatan karakter melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan kegiatan Pagi Ceria yang meliputi menyanyikan Indonesia Raya, senam, dan doa bersama.
Ia juga mengumumkan program beasiswa S1 bagi guru melalui skema RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) dengan bantuan Rp3 juta per semester, pelatihan bahasa Inggris bagi guru SD untuk persiapan kurikulum 2027, serta rencana pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada April 2026 sebagai salah satu instrumen objektif jalur prestasi.
“Pembangunan gedung bukan sekadar fisik, tetapi tentang menumbuhkan semangat belajar dan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman dan nyaman bagi anak-anak,” pungkas Prof. Abdul Mu’ti.
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)