DomaiNesia

Belum Rampung Dibangun, KDMP Bojongsari Sudah Catat Transaksi Miliaran

Belum Rampung Dibangun, KDMP Bojongsari Sudah Catat Transaksi Miliaran
foto. pemkab kebumen

KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Di tengah proses pembangunan fisik yang belum sepenuhnya rampung, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bojongsari di Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, sudah lebih dulu menunjukkan peran nyata sebagai motor ekonomi desa. Koperasi yang digagas sebagai bagian dari program penguatan ekonomi kerakyatan ini mulai menghubungkan perajin lokal dengan rantai pasok bahan baku, membuka peluang usaha baru, sekaligus memperkuat posisi UMKM desa di pasar regional.

Ketua KDMP Bojongsari, Gunadi, menjelaskan bahwa koperasi tidak menunggu bangunan selesai untuk bergerak. Sejak akhir 2025, KDMP Bojongsari telah berfungsi sebagai pusat distribusi bahan baku bagi perajin jas hujan di wilayah Kebumen dan sekitarnya.

“Kebutuhan bahan baku jas hujan sangat besar. Dalam setahun, bisa mencapai sekitar 150.000 rol bahan PVC. Pada Desember 2025 saja, nilai transaksi melalui koperasi mencapai Rp1,5 miliar,” ujar Gunadi.

Menurutnya, satu rol bahan PVC dapat diolah menjadi sekitar 20 setel jas hujan. Dengan sistem koordinasi melalui koperasi, para perajin tidak lagi bekerja sendiri-sendiri, tetapi terhubung dalam jaringan produksi yang lebih terorganisir. Pada Januari 2026, permintaan bahan baku bahkan meningkat hingga sekitar 10.000 rol seiring tingginya kebutuhan jas hujan di musim penghujan.

Perkembangan KDMP Bojongsari turut mendapat perhatian pemerintah pusat dan daerah. Saat meninjau kesiapan operasional KDMP di Kabupaten Kebumen, Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop), Ahmad Zabadi, menilai Bojongsari memiliki potensi kuat sebagai sentra UMKM berbasis koperasi.

“Di Bojongsari, kami melihat prospek yang menjanjikan untuk produk UMKM seperti jas hujan dan songkok. Pengelola koperasi juga telah kami pertemukan dengan LPDB untuk memperluas akses pembiayaan,” kata Zabadi.

Peninjauan tersebut dilakukan bersama Bupati Kebumen Lilis Nuryani di sejumlah titik KDMP, termasuk Bojongsari, Karangtanjung, Tanggulangin, dan Karangrejo. Secara keseluruhan, pembangunan KDMP di Kabupaten Kebumen telah mencapai 204 unit dari target 460 desa dan kelurahan.

Bupati Lilis Nuryani menilai keberadaan KDMP bukan sekadar proyek fisik, melainkan strategi jangka panjang untuk memperkuat ekonomi desa. Ia menyebut pemerintah daerah menargetkan penyelesaian penuh sejumlah titik KDMP agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Kami ingin koperasi desa benar-benar menjadi penggerak ekonomi lokal. Ketika koperasi hidup, UMKM desa akan ikut tumbuh,” ujar Bupati.

Di Bojongsari, sinergi antara koperasi dan pelaku usaha lokal mulai terlihat nyata. Kehadiran KDMP tidak hanya mempermudah akses bahan baku, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antarpelaku usaha, memperkuat daya tawar perajin, serta menciptakan ekosistem produksi yang lebih efisien.

Gunadi berharap, ketika pembangunan fisik KDMP Bojongsari selesai, koperasi dapat memperluas unit usaha, tidak hanya pada sektor jas hujan, tetapi juga produk UMKM lainnya. Dengan dukungan pemerintah, perbankan, dan lembaga pembiayaan, KDMP Bojongsari diyakini mampu menjadi model pengembangan ekonomi desa berbasis koperasi di Kebumen.

“Target kami bukan hanya transaksi besar, tetapi kemandirian perajin desa. Koperasi harus menjadi rumah bersama bagi pelaku UMKM,” pungkasnya.


-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Previous Post Next Post