KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Malam itu, hujan turun cukup deras disertai angin kencang. Suasana di Desa Kalirejo yang biasanya tenang, mendadak berubah ketika sebuah bangunan dapur milik warga tiba-tiba roboh. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem bisa datang tanpa aba-aba.
Peristiwa dapur roboh di Kebumen tersebut terjadi pada Kamis malam, 26 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 WIB, di Dukuh Cawangan RT 02 RW 02, Desa Kalirejo, Kecamatan Karanggayam.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menjelaskan bahwa bangunan yang roboh merupakan milik Teguh Purwanto. Dapur tersebut berukuran sekitar 2,5 meter x 6 meter, dengan konstruksi campuran bata merah dan papan, serta beratap genteng.
“Bangunan diduga sudah dalam kondisi rapuh, sehingga tidak mampu menahan beban atap saat diguyur hujan deras yang disertai angin,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Meski kejadian ini cukup mengagetkan warga sekitar, tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun, kerugian material ditaksir mencapai jutaan rupiah.
Kejadian ini menambah daftar cuaca ekstrem Kebumen yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. Petugas dari Polsek Karanggayam bersama perangkat desa dan BPBD Kebumen langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta asesmen.
Kapolsek Karanggayam Iptu Sumaryadi bersama tim melakukan pendataan sekaligus memberikan imbauan kepada warga sekitar agar lebih waspada terhadap kondisi lingkungan.
Fenomena hujan deras disertai angin kencang di Kebumen dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian serius. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti bangunan roboh, pohon tumbang, hingga banjir lokal. Masyarakat diimbau untuk secara rutin memeriksa kondisi rumah, terutama bagian atap dan struktur bangunan yang sudah tua atau mengalami kerusakan, guna menghindari kejadian serupa.
Kapolres juga menegaskan pentingnya kesadaran warga terhadap kondisi bangunan rumah masing-masing.
“Kami mengimbau warga untuk segera melakukan perbaikan jika terdapat bagian rumah yang berpotensi membahayakan, terlebih di tengah cuaca yang tidak menentu,” tegasnya.
Sebagai langkah lanjutan, kerja bakti akan dilaksanakan pada Sabtu pagi, 28 Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan unsur TNI-Polri, pemerintah desa, serta masyarakat setempat untuk membersihkan puing dan memperbaiki bagian bangunan yang terdampak.
Selain itu, Polres Kebumen hingga jajaran Polsek telah menyiagakan personel guna mengantisipasi potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Masyarakat pun diminta untuk tetap siaga dan segera melapor apabila menemukan kondisi berbahaya di lingkungan sekitar. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Peristiwa dapur roboh di Kebumen tersebut terjadi pada Kamis malam, 26 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 WIB, di Dukuh Cawangan RT 02 RW 02, Desa Kalirejo, Kecamatan Karanggayam.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menjelaskan bahwa bangunan yang roboh merupakan milik Teguh Purwanto. Dapur tersebut berukuran sekitar 2,5 meter x 6 meter, dengan konstruksi campuran bata merah dan papan, serta beratap genteng.
“Bangunan diduga sudah dalam kondisi rapuh, sehingga tidak mampu menahan beban atap saat diguyur hujan deras yang disertai angin,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Meski kejadian ini cukup mengagetkan warga sekitar, tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun, kerugian material ditaksir mencapai jutaan rupiah.
Cuaca Ekstrem Kebumen Perlu Diwaspadai
Kejadian ini menambah daftar cuaca ekstrem Kebumen yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. Petugas dari Polsek Karanggayam bersama perangkat desa dan BPBD Kebumen langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta asesmen.
Kapolsek Karanggayam Iptu Sumaryadi bersama tim melakukan pendataan sekaligus memberikan imbauan kepada warga sekitar agar lebih waspada terhadap kondisi lingkungan.
Fenomena hujan deras disertai angin kencang di Kebumen dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian serius. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti bangunan roboh, pohon tumbang, hingga banjir lokal. Masyarakat diimbau untuk secara rutin memeriksa kondisi rumah, terutama bagian atap dan struktur bangunan yang sudah tua atau mengalami kerusakan, guna menghindari kejadian serupa.
Kapolres juga menegaskan pentingnya kesadaran warga terhadap kondisi bangunan rumah masing-masing.
“Kami mengimbau warga untuk segera melakukan perbaikan jika terdapat bagian rumah yang berpotensi membahayakan, terlebih di tengah cuaca yang tidak menentu,” tegasnya.
Sebagai langkah lanjutan, kerja bakti akan dilaksanakan pada Sabtu pagi, 28 Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan unsur TNI-Polri, pemerintah desa, serta masyarakat setempat untuk membersihkan puing dan memperbaiki bagian bangunan yang terdampak.
Selain itu, Polres Kebumen hingga jajaran Polsek telah menyiagakan personel guna mengantisipasi potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Masyarakat pun diminta untuk tetap siaga dan segera melapor apabila menemukan kondisi berbahaya di lingkungan sekitar. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
