KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Hujan deras yang turun sejak sore hingga malam hari kembali meninggalkan jejak kerusakan di sejumlah wilayah. Di Kabupaten Kebumen, derasnya curah hujan tidak hanya menggenangi permukiman, tetapi juga memicu longsor yang berdampak langsung pada aktivitas warga. Di tengah suasana malam yang mulai sepi, warga Dukuh Kaum, Desa Karangbolong, Kecamatan Buayan, dikejutkan oleh amblesnya badan jalan desa yang selama ini menjadi jalur penghubung utama.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, sekitar pukul 21.00 WIB, setelah hujan mengguyur wilayah itu selama beberapa jam tanpa henti. Tanah yang jenuh air tak lagi mampu menahan beban, hingga akhirnya longsor terjadi dan menggerus sebagian badan jalan.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menjelaskan bahwa tingginya intensitas hujan menjadi faktor utama terjadinya longsor.
“Curah hujan yang tinggi membuat struktur tanah melemah, sehingga tidak kuat menahan beban dan akhirnya longsor,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Dari hasil pendataan di lokasi, longsor menyebabkan jalan desa ambles sepanjang kurang lebih 8 meter, dengan lebar 3 meter dan tinggi sekitar 2 meter. Kondisi tersebut membuat separuh badan jalan hilang dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Kini, akses hanya bisa digunakan oleh kendaraan roda dua dengan kehati-hatian tinggi. Warga pun diimbau untuk lebih waspada, terutama saat melintas di area tersebut.
Dua warga setempat, Marimin dan Watini, menyebut hujan yang turun sebelum kejadian berlangsung cukup lama dan deras.
“Sejak sore hujan tidak berhenti, deras sekali,” ungkap mereka.
Peristiwa longsor Kebumen di wilayah Karangbolong Kebumen yang menyebabkan jalan desa ambles menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada akses masyarakat. Kejadian ini dipicu oleh hujan deras Kebumen dengan intensitas tinggi, yang meningkatkan risiko bencana alam Kebumen di sejumlah titik rawan, khususnya di wilayah perbukitan seperti Kecamatan Buayan.
Setelah kejadian, aparat kepolisian bersama perangkat desa dan warga langsung bergerak melakukan penanganan awal. Garis pengaman dipasang di sekitar lokasi untuk mencegah risiko kecelakaan.
“Langkah ini untuk memastikan keselamatan warga dan mencegah kejadian yang tidak diinginkan,” kata Kapolres.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan jalan tersebut diperkirakan menyebabkan kerugian material sekitar Rp7 juta.
Saat ini, pemerintah desa bersama pihak terkait tengah merencanakan langkah penanganan lanjutan agar akses jalan bisa kembali normal dan aktivitas warga tidak terganggu lebih lama.
Di tengah cuaca yang masih tidak menentu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi, mengingat potensi longsor masih bisa terjadi di wilayah rawan. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, sekitar pukul 21.00 WIB, setelah hujan mengguyur wilayah itu selama beberapa jam tanpa henti. Tanah yang jenuh air tak lagi mampu menahan beban, hingga akhirnya longsor terjadi dan menggerus sebagian badan jalan.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menjelaskan bahwa tingginya intensitas hujan menjadi faktor utama terjadinya longsor.
“Curah hujan yang tinggi membuat struktur tanah melemah, sehingga tidak kuat menahan beban dan akhirnya longsor,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Akses Jalan Terbatas, Warga Diminta Waspada
Dari hasil pendataan di lokasi, longsor menyebabkan jalan desa ambles sepanjang kurang lebih 8 meter, dengan lebar 3 meter dan tinggi sekitar 2 meter. Kondisi tersebut membuat separuh badan jalan hilang dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Kini, akses hanya bisa digunakan oleh kendaraan roda dua dengan kehati-hatian tinggi. Warga pun diimbau untuk lebih waspada, terutama saat melintas di area tersebut.
Dua warga setempat, Marimin dan Watini, menyebut hujan yang turun sebelum kejadian berlangsung cukup lama dan deras.
“Sejak sore hujan tidak berhenti, deras sekali,” ungkap mereka.
Peristiwa longsor Kebumen di wilayah Karangbolong Kebumen yang menyebabkan jalan desa ambles menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada akses masyarakat. Kejadian ini dipicu oleh hujan deras Kebumen dengan intensitas tinggi, yang meningkatkan risiko bencana alam Kebumen di sejumlah titik rawan, khususnya di wilayah perbukitan seperti Kecamatan Buayan.
Setelah kejadian, aparat kepolisian bersama perangkat desa dan warga langsung bergerak melakukan penanganan awal. Garis pengaman dipasang di sekitar lokasi untuk mencegah risiko kecelakaan.
“Langkah ini untuk memastikan keselamatan warga dan mencegah kejadian yang tidak diinginkan,” kata Kapolres.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan jalan tersebut diperkirakan menyebabkan kerugian material sekitar Rp7 juta.
Saat ini, pemerintah desa bersama pihak terkait tengah merencanakan langkah penanganan lanjutan agar akses jalan bisa kembali normal dan aktivitas warga tidak terganggu lebih lama.
Di tengah cuaca yang masih tidak menentu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi, mengingat potensi longsor masih bisa terjadi di wilayah rawan. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
