KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dirasakan masyarakat, capaian keuangan daerah sering kali menjadi cermin seberapa kuat sebuah wilayah bertahan dan berkembang. Kabupaten Kebumen menunjukkan hal tersebut dengan cukup meyakinkan. Di saat banyak daerah harus berhemat akibat kebijakan efisiensi nasional, Kebumen justru mampu mencatatkan kinerja fiskal yang melampaui target. Angka-angka yang disampaikan bukan sekadar statistik, melainkan gambaran dari kerja kolektif berbagai sektor, mulai dari petani, pelaku usaha, hingga pemerintah daerah. Capaian ini menjadi harapan baru bahwa pembangunan daerah tetap bisa berjalan di tengah keterbatasan.
Pemerintah Kabupaten Kebumen mencatat pendapatan Kebumen 2025 mencapai Rp3,069 triliun. Angka tersebut melampaui target dengan capaian 102,17 persen. Hal ini disampaikan Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, dalam rapat paripurna DPRD pada Kamis (26/3/2026).
Dalam laporan LKPJ Kebumen 2025, dijelaskan bahwa capaian tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program pembangunan jangka menengah yang fokus pada sektor pertanian, industri, dan jasa.
Lonjakan Sektor Unggulan Dongkrak Ekonomi
Sejumlah sektor menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2025. Sektor pertanian mencatat lonjakan produksi hingga 851,79 persen. Sementara sektor perikanan tumbuh sebesar 362,27 persen.
Di sisi lain, sektor pariwisata juga memberikan kontribusi besar terhadap PAD Kebumen, yakni sebesar 48,34 persen. Hal ini menunjukkan bahwa potensi wisata daerah mulai menjadi salah satu penopang ekonomi utama.
Secara keseluruhan, ekonomi Kebumen juga mengalami pertumbuhan positif dengan capaian 106 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat berada di angka 100,95%.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp580,48 miliar, sedangkan pendapatan transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp2,488 triliun.
Capaian pendapatan Kebumen 2025, peningkatan PAD Kebumen, serta penguatan sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata menjadi indikator penting dalam pertumbuhan ekonomi Kebumen yang stabil. Data ini memperkuat posisi Kebumen sebagai daerah dengan kinerja fiskal positif di Jawa Tengah, sekaligus meningkatkan daya tarik investasi dan pembangunan berkelanjutan di masa mendatang.
Tiga Raperda Strategis Resmi Disahkan
Dalam rapat yang sama, DPRD Kebumen juga menyetujui tiga Raperda Kebumen menjadi Peraturan Daerah.
Pertama, Raperda tentang pengembangan kawasan Geopark Kebumen yang telah diakui sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark. Regulasi ini bertujuan menjaga warisan alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekowisata.
Kedua, perubahan Perda terkait Perseroda Luk Ulo Farma, yang difokuskan pada peningkatan tata kelola perusahaan di sektor farmasi.
Ketiga, perubahan Perda Perseroda Aneka Usaha Kebumen Jaya untuk memperkuat daya saing BUMD melalui penerapan tata kelola yang profesional.
Bupati Lilis menegaskan bahwa regulasi tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.
"Kami akan terus melakukan pembinaan agar perusahaan daerah dikelola secara profesional dan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah indikator yang perlu ditingkatkan, seperti sektor infrastruktur dan lingkungan hidup yang belum mencapai target maksimal.
Di balik angka triliunan rupiah yang dicapai, ada cerita tentang kerja keras masyarakat Kebumen—petani yang tetap turun ke sawah, nelayan yang melaut, hingga pelaku usaha kecil yang terus bertahan.
Saat banyak daerah menghadapi tekanan ekonomi, Kebumen justru menunjukkan bahwa harapan itu masih ada. Pendapatan daerah yang menembus Rp3 triliun bukan hanya soal angka, tetapi tentang bagaimana sebuah daerah terus bergerak maju.
Bupati Lilis Nuryani menyebut capaian ini sebagai hasil kerja bersama. "Ini bukan hanya kerja pemerintah, tapi kerja seluruh masyarakat Kebumen," ujarnya.
Dengan disahkannya tiga regulasi strategis, Kebumen kini bersiap melangkah lebih jauh—bukan hanya bertahan, tetapi berkembang. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Pemerintah Kabupaten Kebumen mencatat pendapatan Kebumen 2025 mencapai Rp3,069 triliun. Angka tersebut melampaui target dengan capaian 102,17 persen. Hal ini disampaikan Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, dalam rapat paripurna DPRD pada Kamis (26/3/2026).
Dalam laporan LKPJ Kebumen 2025, dijelaskan bahwa capaian tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program pembangunan jangka menengah yang fokus pada sektor pertanian, industri, dan jasa.
Lonjakan Sektor Unggulan Dongkrak Ekonomi
Sejumlah sektor menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2025. Sektor pertanian mencatat lonjakan produksi hingga 851,79 persen. Sementara sektor perikanan tumbuh sebesar 362,27 persen.
Di sisi lain, sektor pariwisata juga memberikan kontribusi besar terhadap PAD Kebumen, yakni sebesar 48,34 persen. Hal ini menunjukkan bahwa potensi wisata daerah mulai menjadi salah satu penopang ekonomi utama.
Secara keseluruhan, ekonomi Kebumen juga mengalami pertumbuhan positif dengan capaian 106 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat berada di angka 100,95%.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp580,48 miliar, sedangkan pendapatan transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp2,488 triliun.
Capaian pendapatan Kebumen 2025, peningkatan PAD Kebumen, serta penguatan sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata menjadi indikator penting dalam pertumbuhan ekonomi Kebumen yang stabil. Data ini memperkuat posisi Kebumen sebagai daerah dengan kinerja fiskal positif di Jawa Tengah, sekaligus meningkatkan daya tarik investasi dan pembangunan berkelanjutan di masa mendatang.
Tiga Raperda Strategis Resmi Disahkan
Dalam rapat yang sama, DPRD Kebumen juga menyetujui tiga Raperda Kebumen menjadi Peraturan Daerah.
Pertama, Raperda tentang pengembangan kawasan Geopark Kebumen yang telah diakui sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark. Regulasi ini bertujuan menjaga warisan alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekowisata.
Kedua, perubahan Perda terkait Perseroda Luk Ulo Farma, yang difokuskan pada peningkatan tata kelola perusahaan di sektor farmasi.
Ketiga, perubahan Perda Perseroda Aneka Usaha Kebumen Jaya untuk memperkuat daya saing BUMD melalui penerapan tata kelola yang profesional.
Bupati Lilis menegaskan bahwa regulasi tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.
"Kami akan terus melakukan pembinaan agar perusahaan daerah dikelola secara profesional dan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah indikator yang perlu ditingkatkan, seperti sektor infrastruktur dan lingkungan hidup yang belum mencapai target maksimal.
Di balik angka triliunan rupiah yang dicapai, ada cerita tentang kerja keras masyarakat Kebumen—petani yang tetap turun ke sawah, nelayan yang melaut, hingga pelaku usaha kecil yang terus bertahan.
Saat banyak daerah menghadapi tekanan ekonomi, Kebumen justru menunjukkan bahwa harapan itu masih ada. Pendapatan daerah yang menembus Rp3 triliun bukan hanya soal angka, tetapi tentang bagaimana sebuah daerah terus bergerak maju.
Bupati Lilis Nuryani menyebut capaian ini sebagai hasil kerja bersama. "Ini bukan hanya kerja pemerintah, tapi kerja seluruh masyarakat Kebumen," ujarnya.
Dengan disahkannya tiga regulasi strategis, Kebumen kini bersiap melangkah lebih jauh—bukan hanya bertahan, tetapi berkembang. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
