KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Suasana Lebaran selalu identik dengan berkumpul bersama keluarga. Namun bagi sebagian orang, momen ini juga menjadi waktu terbaik untuk memulai kehidupan baru melalui pernikahan. Di Kabupaten Kebumen, fenomena ini terlihat jelas. Di tengah kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara, layanan pernikahan tetap berjalan tanpa hambatan. Para penghulu justru menjadi garda terdepan, memastikan setiap akad tetap terlaksana dengan khidmat. Di balik suasana libur panjang, ada dedikasi yang terus bekerja untuk melayani masyarakat.
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kebumen mencatat peningkatan signifikan dalam layanan nikah Kebumen selama periode Idulfitri 1447 Hijriah. Sejak H-1 hingga H+7 Lebaran, sebanyak 49 pasangan melangsungkan akad nikah.
Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat hingga 117 peristiwa pernikahan Kebumen 2026 sampai akhir bulan Syawal. Dari total tersebut, 14 akad digelar di kantor KUA Kebumen, sementara lainnya dilakukan di luar kantor atau layanan bedolan.
Tetap Melayani Meski WFA ASN Berlaku
Meski kebijakan WFA ASN diterapkan, pelayanan publik tetap berjalan normal. Para penghulu tetap hadir di tengah masyarakat, bahkan harus menjangkau wilayah yang cukup luas.
Kepala KUA Kecamatan Kebumen, Sucatmiko Rohmatan Maskuro, menyebut kondisi ini sebagai rutinitas tahunan.
"Ini sudah biasa bagi kami. Ketika sebagian ASN menikmati libur, kami tetap fokus melayani masyarakat," ujarnya.
Salah satu pasangan, Juli Irfanto dan Sulistiowati asal Desa Jatisari, memilih menikah saat Lebaran karena menyesuaikan jadwal kerja.
"Waktunya pas dengan cuti, jadi lebih efisien," kata Juli.
Fenomena ini menunjukkan bahwa akad nikah Lebaran menjadi pilihan banyak pasangan, terutama bagi mereka yang bekerja di luar daerah.
Peningkatan layanan nikah Kebumen, tingginya angka pernikahan Kebumen 2026, serta konsistensi pelayanan oleh penghulu Kebumen di tengah kebijakan WFA ASN menjadi indikator kuat bahwa kualitas layanan publik tetap terjaga. Hal ini sekaligus memperkuat peran Kemenag Kebumen dalam menjaga pelayanan keagamaan yang responsif dan profesional.
Jangkauan Luas, Tantangan Pelayanan
Wilayah Kecamatan Kebumen meliputi 24 desa dan 5 kelurahan. Kondisi ini membuat para penghulu harus siap melayani di berbagai lokasi, tidak hanya di kantor.
Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kebumen, Makruf Widodo, menegaskan bahwa profesionalisme menjadi kunci utama.
"Menjadi penghulu adalah pilihan profesi. Maka tugas harus dijalankan dengan tanggung jawab penuh," ujarnya.
Di tengah kebijakan kerja fleksibel, layanan tetap menjadi prioritas. Kemenag Kebumen memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan pencatatan nikah tanpa hambatan.
Para penghulu pun menunjukkan dedikasi tinggi. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat, memastikan setiap prosesi berjalan lancar.
Lebaran bukan hanya soal pulang kampung. Bagi sebagian orang, ini adalah awal perjalanan hidup baru.
Di Kebumen, puluhan pasangan memilih mengikat janji suci di tengah suasana Idulfitri. Di balik itu, ada para penghulu yang tetap bekerja tanpa henti.
Saat sebagian ASN bekerja dari mana saja, mereka justru hadir langsung di tengah masyarakat. Dari satu desa ke desa lain, memastikan satu hal: setiap akad berjalan dengan penuh makna. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kebumen mencatat peningkatan signifikan dalam layanan nikah Kebumen selama periode Idulfitri 1447 Hijriah. Sejak H-1 hingga H+7 Lebaran, sebanyak 49 pasangan melangsungkan akad nikah.
Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat hingga 117 peristiwa pernikahan Kebumen 2026 sampai akhir bulan Syawal. Dari total tersebut, 14 akad digelar di kantor KUA Kebumen, sementara lainnya dilakukan di luar kantor atau layanan bedolan.
Tetap Melayani Meski WFA ASN Berlaku
Meski kebijakan WFA ASN diterapkan, pelayanan publik tetap berjalan normal. Para penghulu tetap hadir di tengah masyarakat, bahkan harus menjangkau wilayah yang cukup luas.
Kepala KUA Kecamatan Kebumen, Sucatmiko Rohmatan Maskuro, menyebut kondisi ini sebagai rutinitas tahunan.
"Ini sudah biasa bagi kami. Ketika sebagian ASN menikmati libur, kami tetap fokus melayani masyarakat," ujarnya.
Salah satu pasangan, Juli Irfanto dan Sulistiowati asal Desa Jatisari, memilih menikah saat Lebaran karena menyesuaikan jadwal kerja.
"Waktunya pas dengan cuti, jadi lebih efisien," kata Juli.
Fenomena ini menunjukkan bahwa akad nikah Lebaran menjadi pilihan banyak pasangan, terutama bagi mereka yang bekerja di luar daerah.
Peningkatan layanan nikah Kebumen, tingginya angka pernikahan Kebumen 2026, serta konsistensi pelayanan oleh penghulu Kebumen di tengah kebijakan WFA ASN menjadi indikator kuat bahwa kualitas layanan publik tetap terjaga. Hal ini sekaligus memperkuat peran Kemenag Kebumen dalam menjaga pelayanan keagamaan yang responsif dan profesional.
Jangkauan Luas, Tantangan Pelayanan
Wilayah Kecamatan Kebumen meliputi 24 desa dan 5 kelurahan. Kondisi ini membuat para penghulu harus siap melayani di berbagai lokasi, tidak hanya di kantor.
Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kebumen, Makruf Widodo, menegaskan bahwa profesionalisme menjadi kunci utama.
"Menjadi penghulu adalah pilihan profesi. Maka tugas harus dijalankan dengan tanggung jawab penuh," ujarnya.
Di tengah kebijakan kerja fleksibel, layanan tetap menjadi prioritas. Kemenag Kebumen memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan pencatatan nikah tanpa hambatan.
Para penghulu pun menunjukkan dedikasi tinggi. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat, memastikan setiap prosesi berjalan lancar.
Lebaran bukan hanya soal pulang kampung. Bagi sebagian orang, ini adalah awal perjalanan hidup baru.
Di Kebumen, puluhan pasangan memilih mengikat janji suci di tengah suasana Idulfitri. Di balik itu, ada para penghulu yang tetap bekerja tanpa henti.
Saat sebagian ASN bekerja dari mana saja, mereka justru hadir langsung di tengah masyarakat. Dari satu desa ke desa lain, memastikan satu hal: setiap akad berjalan dengan penuh makna. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
