KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa dan kelurahan kembali ditegaskan sebagai ujung tombak dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Hal ini mengemuka dalam kegiatan silaturahmi, halalbihalal, dan pembinaan UPZ se-Kabupaten Kebumen yang digelar di Gedung Pertemuan Setda Kebumen, Senin (13/4/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Baznas Kabupaten Kebumen ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di tingkat akar rumput.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani dalam sambutannya menegaskan bahwa pengurus UPZ memegang amanah besar dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Menurutnya, potensi zakat di wilayah pedesaan sangat besar dan dapat menjadi solusi nyata bagi berbagai persoalan sosial.
“Potensi zakat di desa sangat besar. Jika dikelola secara jujur dan transparan, dana tersebut bisa membantu warga yang sakit, mendukung pendidikan, hingga menguatkan pelaku usaha kecil,” ujarnya.
Ia berharap, melalui pembinaan ini, tata kelola administrasi zakat semakin tertata rapi dan penyalurannya lebih tepat sasaran, sehingga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja UPZ, kegiatan ini juga diwarnai dengan penganugerahan BAZNAS Awards 2025. Penghargaan diberikan kepada desa dengan capaian pengumpulan ZIS tertinggi sepanjang tahun.
Dalam ajang BAZNAS Awards 2025, sejumlah Unit Pengumpul Zakat (UPZ) desa berhasil mencatatkan capaian pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tertinggi. UPZ Desa Pesalakan, Kecamatan Kutowinangun, menempati posisi pertama dengan total Rp75.338.300. Disusul UPZ Desa Semanding, Kecamatan Gombong, sebesar Rp64.223.500, serta UPZ Desa Klegenwonosari, Kecamatan Klirong, dengan capaian Rp59.200.000.
Selanjutnya, UPZ Desa Menganti, Kecamatan Sruweng, mencatatkan pengumpulan sebesar Rp48.627.000, sementara UPZ Desa Ambarwinangun, Kecamatan Ambal, berada di posisi kelima dengan total Rp34.222.600. Capaian ini menjadi bukti tingginya partisipasi masyarakat dalam menyalurkan ZIS melalui UPZ di tingkat desa.
Selain penghargaan, Baznas Kabupaten Kebumen juga menyalurkan bantuan melalui program Replikasi Z-Mart sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi umat.
Bantuan senilai Rp22.500.000 diberikan kepada lima desa dengan capaian pengumpulan tertinggi, yakni Pesalakan, Semanding, Klegenwonosari, Menganti, dan Ambarwinangun. Sementara itu, bantuan senilai Rp15.000.000 disalurkan kepada lima desa lainnya, yaitu Klirong, Peneket, Jatipurus, Sidomulyo, dan Ampih.
Program ini diharapkan mampu mengembangkan usaha ritel berbasis komunitas sehingga manfaat zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri tokoh agama KH Nashirudin Al-Mansyur serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Kebumen. Suasana keakraban semakin terasa saat berlangsungnya ikrar halalbihalal.
Perwakilan ketua UPZ desa menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada Ketua Baznas Kebumen, Ahmad Sahli Syam, sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus bersinergi.
Momen tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pengelolaan zakat bukan hanya soal penghimpunan dana, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan menebar manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan penguatan peran UPZ di tingkat desa, diharapkan pengelolaan ZIS di Kabupaten Kebumen semakin optimal dan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan umat. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Baznas Kabupaten Kebumen ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di tingkat akar rumput.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani dalam sambutannya menegaskan bahwa pengurus UPZ memegang amanah besar dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Menurutnya, potensi zakat di wilayah pedesaan sangat besar dan dapat menjadi solusi nyata bagi berbagai persoalan sosial.
“Potensi zakat di desa sangat besar. Jika dikelola secara jujur dan transparan, dana tersebut bisa membantu warga yang sakit, mendukung pendidikan, hingga menguatkan pelaku usaha kecil,” ujarnya.
Ia berharap, melalui pembinaan ini, tata kelola administrasi zakat semakin tertata rapi dan penyalurannya lebih tepat sasaran, sehingga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja UPZ, kegiatan ini juga diwarnai dengan penganugerahan BAZNAS Awards 2025. Penghargaan diberikan kepada desa dengan capaian pengumpulan ZIS tertinggi sepanjang tahun.
Dalam ajang BAZNAS Awards 2025, sejumlah Unit Pengumpul Zakat (UPZ) desa berhasil mencatatkan capaian pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tertinggi. UPZ Desa Pesalakan, Kecamatan Kutowinangun, menempati posisi pertama dengan total Rp75.338.300. Disusul UPZ Desa Semanding, Kecamatan Gombong, sebesar Rp64.223.500, serta UPZ Desa Klegenwonosari, Kecamatan Klirong, dengan capaian Rp59.200.000.
Selanjutnya, UPZ Desa Menganti, Kecamatan Sruweng, mencatatkan pengumpulan sebesar Rp48.627.000, sementara UPZ Desa Ambarwinangun, Kecamatan Ambal, berada di posisi kelima dengan total Rp34.222.600. Capaian ini menjadi bukti tingginya partisipasi masyarakat dalam menyalurkan ZIS melalui UPZ di tingkat desa.
Selain penghargaan, Baznas Kabupaten Kebumen juga menyalurkan bantuan melalui program Replikasi Z-Mart sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi umat.
Bantuan senilai Rp22.500.000 diberikan kepada lima desa dengan capaian pengumpulan tertinggi, yakni Pesalakan, Semanding, Klegenwonosari, Menganti, dan Ambarwinangun. Sementara itu, bantuan senilai Rp15.000.000 disalurkan kepada lima desa lainnya, yaitu Klirong, Peneket, Jatipurus, Sidomulyo, dan Ampih.
Program ini diharapkan mampu mengembangkan usaha ritel berbasis komunitas sehingga manfaat zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri tokoh agama KH Nashirudin Al-Mansyur serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Kebumen. Suasana keakraban semakin terasa saat berlangsungnya ikrar halalbihalal.
Perwakilan ketua UPZ desa menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada Ketua Baznas Kebumen, Ahmad Sahli Syam, sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus bersinergi.
Momen tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pengelolaan zakat bukan hanya soal penghimpunan dana, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan menebar manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan penguatan peran UPZ di tingkat desa, diharapkan pengelolaan ZIS di Kabupaten Kebumen semakin optimal dan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan umat. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen


