KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Suasana perayaan ulang tahun biasanya identik dengan lilin yang dinyalakan di atas kue. Namun sebuah video yang beredar di media sosial justru menampilkan hal berbeda, bahkan membuat banyak orang terkejut sekaligus tertawa.
Video viral ultah pakai gas LPG tersebut diunggah oleh akun Instagram @saliksabilallah. Dalam unggahannya, perayaan ulang tahun dilakukan tanpa lilin, melainkan menggunakan gas elpiji 3 kilogram yang dinyalakan.
Dalam keterangan unggahannya, pemilik akun menuliskan harapan sederhana namun penuh makna. “Perayaan ulang tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, semoga Allah memudahkan, melancarkan, dan menambah kebaikan agar bisa terus berbagi dengan sesama,” tulisnya.
Dalam video terlihat seorang pria memegang tabung gas 3 kg yang menyala, sementara di sampingnya seorang anak perempuan tampak ceria menyanyikan lagu ulang tahun. Suasana berlangsung hangat, diakhiri tepuk tangan sebelum api dari gas tersebut dimatikan.
Reaksi Warganet: Antara Lucu dan Khawatir
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan menuai berbagai komentar dari warganet. Sebagian menganggapnya lucu dan unik, namun tidak sedikit yang menyoroti potensi bahaya.
Beberapa komentar warganet bahkan bernada candaan: “mereka bahagia, tapi petugas damkar mungkin tidak,” tulis salah satu pengguna.
Ada juga yang berkomentar, “belum pernah lihat ulang tahun seberani ini.”
Komentar lain menyinggung isu efisiensi energi, “nanti dimarahi soal penggunaan gas,” tulis warganet lainnya.
Fenomena video viral media sosial Indonesia seperti perayaan ulang tahun ini menunjukkan bagaimana konten unik dan tidak biasa cepat menarik perhatian publik. Namun di sisi lain, penggunaan gas LPG 3 kg sebagai bagian dari perayaan memunculkan kekhawatiran terkait aspek keselamatan. Para ahli keselamatan kerap mengingatkan bahwa penggunaan gas elpiji harus sesuai standar untuk menghindari risiko kebakaran atau ledakan yang dapat membahayakan.
Meski tidak ada insiden dalam video tersebut, banyak warganet berharap agar kreativitas dalam membuat konten tetap mempertimbangkan faktor keamanan, terutama jika melibatkan anak-anak.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik konten viral yang menghibur, selalu ada aspek keselamatan yang tidak boleh diabaikan. (BK/Yog)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Video viral ultah pakai gas LPG tersebut diunggah oleh akun Instagram @saliksabilallah. Dalam unggahannya, perayaan ulang tahun dilakukan tanpa lilin, melainkan menggunakan gas elpiji 3 kilogram yang dinyalakan.
Dalam keterangan unggahannya, pemilik akun menuliskan harapan sederhana namun penuh makna. “Perayaan ulang tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, semoga Allah memudahkan, melancarkan, dan menambah kebaikan agar bisa terus berbagi dengan sesama,” tulisnya.
Dalam video terlihat seorang pria memegang tabung gas 3 kg yang menyala, sementara di sampingnya seorang anak perempuan tampak ceria menyanyikan lagu ulang tahun. Suasana berlangsung hangat, diakhiri tepuk tangan sebelum api dari gas tersebut dimatikan.
Reaksi Warganet: Antara Lucu dan Khawatir
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan menuai berbagai komentar dari warganet. Sebagian menganggapnya lucu dan unik, namun tidak sedikit yang menyoroti potensi bahaya.
Beberapa komentar warganet bahkan bernada candaan: “mereka bahagia, tapi petugas damkar mungkin tidak,” tulis salah satu pengguna.
Ada juga yang berkomentar, “belum pernah lihat ulang tahun seberani ini.”
Komentar lain menyinggung isu efisiensi energi, “nanti dimarahi soal penggunaan gas,” tulis warganet lainnya.
Fenomena video viral media sosial Indonesia seperti perayaan ulang tahun ini menunjukkan bagaimana konten unik dan tidak biasa cepat menarik perhatian publik. Namun di sisi lain, penggunaan gas LPG 3 kg sebagai bagian dari perayaan memunculkan kekhawatiran terkait aspek keselamatan. Para ahli keselamatan kerap mengingatkan bahwa penggunaan gas elpiji harus sesuai standar untuk menghindari risiko kebakaran atau ledakan yang dapat membahayakan.
Meski tidak ada insiden dalam video tersebut, banyak warganet berharap agar kreativitas dalam membuat konten tetap mempertimbangkan faktor keamanan, terutama jika melibatkan anak-anak.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik konten viral yang menghibur, selalu ada aspek keselamatan yang tidak boleh diabaikan. (BK/Yog)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen


