JAKARTA, beritakebumen.co.id - Harapan masyarakat Kebumen untuk menikmati layanan transportasi kereta api yang lebih murah dan mudah semakin mendekati kenyataan. Pemerintah Kabupaten Kebumen terus mengintensifkan upaya agar layanan Kereta Commuter Line Prameks yang selama ini berakhir di Stasiun Kutoarjo dapat diperpanjang hingga Stasiun Kebumen dan Stasiun Gombong.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui rangkaian audiensi maraton yang dipimpin langsung Bupati Kebumen, Lilis Nuryani. Bersama Sekretaris Daerah Edi Rianto dan jajaran perangkat daerah terkait, rombongan lebih dulu mengunjungi Kantor Pusat PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Bandung pada Selasa (21/7/2026), kemudian melanjutkan pertemuan dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan di Jakarta pada Rabu (22/7/2026).
Dalam dua pertemuan itu, Bupati Lilis membawa aspirasi masyarakat yang menginginkan layanan Prameks menjangkau Kebumen dan Gombong agar akses menuju Yogyakarta menjadi lebih mudah, cepat, dan terjangkau.
"Kami datang membawa harapan masyarakat agar layanan Prameks dapat diperpanjang hingga Stasiun Kebumen dan Gombong. Banyak mahasiswa asal Kebumen yang kuliah di Yogyakarta. Jika rute ini diperpanjang, biaya transportasi masyarakat akan jauh lebih ringan dan dapat membantu perekonomian keluarga," ujar Bupati Lilis Nuryani.
Mobilitas Warga Kebumen ke Yogyakarta Sangat Tinggi
Menurut Pemkab Kebumen, kebutuhan transportasi menuju Yogyakarta terus meningkat setiap hari. Kereta api menjadi pilihan utama bagi mahasiswa, pekerja, pedagang, hingga masyarakat yang melakukan perjalanan untuk berobat.
Selama ini, warga Kebumen yang ingin menggunakan layanan Prameks harus terlebih dahulu menuju Stasiun Kutoarjo. Kondisi tersebut dinilai menambah biaya perjalanan, memperpanjang waktu tempuh, sekaligus meningkatkan potensi kemacetan di jalan raya.
Karena itu, perpanjangan rute dinilai akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antardaerah.
Data Penumpang Dinilai Sangat Potensial
Pemkab Kebumen juga memaparkan sejumlah data yang menjadi dasar pengajuan tersebut. Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 40 hingga 50 persen penumpang Prameks yang berangkat dari Stasiun Kutoarjo berasal dari wilayah Kebumen.
Selain melayani mobilitas pelajar dan pekerja, jalur tersebut juga banyak dimanfaatkan wisatawan serta pelaku UMKM yang membawa berbagai produk unggulan Kebumen ke Yogyakarta.
Dari sisi infrastruktur, usulan tersebut dinilai realistis karena jalur kereta menuju Kebumen dan Gombong telah didukung jalur ganda (double track), peron tinggi, serta stasiun yang dinilai siap melayani operasional kereta komuter.
Pemkab menilai perpanjangan layanan Prameks akan membuka akses pendidikan yang lebih terjangkau, memperkuat daya saing UMKM, hingga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, terutama setelah Kebumen ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark.
PT KAI Siap Mendukung Usulan Pemkab Kebumen
Audiensi di Kantor Pusat PT KAI mendapat respons positif. Direktur Komersial PT KAI, Dendy Kurniawan, bersama Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi dan jajaran direksi menyatakan siap mendukung usulan tersebut.
"Kami sangat mengapresiasi langkah proaktif Ibu Bupati yang datang langsung menyampaikan aspirasi masyarakat. Terkait rencana perpanjangan layanan Prameks hingga Kebumen dan Gombong, kami siap mendukung. Untuk pelaksanaannya nanti akan kami koordinasikan bersama Kementerian Perhubungan dan DJKA," kata Dendy Kurniawan.
Kemenhub Nilai Usulan Sangat Rasional
Dukungan serupa juga datang dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Dirjen Perkeretaapian, Ir. Allan Tandiono, menilai usulan tersebut layak dipertimbangkan karena didukung data okupansi penumpang yang tinggi.
"Melihat data yang ada, usulan ini sangat memungkinkan untuk segera ditindaklanjuti. Tingkat okupansinya sangat baik dan kami mendukung penuh. Untuk tarif, nantinya akan kami hitung bersama KAI agar tetap terjangkau bagi seluruh masyarakat," ujar Allan Tandiono.
Meski demikian, Kemenhub mencatat masih terdapat tantangan berupa keterbatasan sarana. Pada musim liburan atau peak season, tingkat keterisian Prameks bahkan disebut kerap melampaui 150 persen.
Sebagai tindak lanjut, DJKA bersama PT KAI dan KAI Commuter akan melakukan kajian teknis mengenai kebutuhan penambahan sarana sekaligus mengevaluasi kesiapan operasional hingga Stasiun Gombong.
Di akhir pertemuan, Dirjen Perkeretaapian juga menginstruksikan agar PT KAI, KAI Commuter, dan Pemerintah Kabupaten Kebumen segera menggelar rapat teknis lanjutan untuk mempercepat proses pembahasan.
Pemkab Juga Usulkan Pembukaan Perlintasan Mekarsari
Selain memperjuangkan perpanjangan layanan Prameks, Pemkab Kebumen turut menyampaikan aspirasi masyarakat terkait pembukaan kembali perlintasan sebidang Mekarsari (JPL 583) yang sebelumnya ditutup setelah terjadi kecelakaan.
Menanggapi hal tersebut, DJKA meminta Pemkab Kebumen segera berkoordinasi dengan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Semarang serta Daop 5 Purwokerto guna melengkapi proses verifikasi lapangan dan memenuhi seluruh persyaratan keselamatan sesuai regulasi.
Melalui rangkaian komunikasi dan lobi strategis yang telah dilakukan sejak Maret 2026, Pemkab Kebumen optimistis masyarakat akan segera memperoleh layanan transportasi massal yang lebih aman, nyaman, terjangkau, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah Kebumen dan Gombong. *
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui rangkaian audiensi maraton yang dipimpin langsung Bupati Kebumen, Lilis Nuryani. Bersama Sekretaris Daerah Edi Rianto dan jajaran perangkat daerah terkait, rombongan lebih dulu mengunjungi Kantor Pusat PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Bandung pada Selasa (21/7/2026), kemudian melanjutkan pertemuan dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan di Jakarta pada Rabu (22/7/2026).
Dalam dua pertemuan itu, Bupati Lilis membawa aspirasi masyarakat yang menginginkan layanan Prameks menjangkau Kebumen dan Gombong agar akses menuju Yogyakarta menjadi lebih mudah, cepat, dan terjangkau.
"Kami datang membawa harapan masyarakat agar layanan Prameks dapat diperpanjang hingga Stasiun Kebumen dan Gombong. Banyak mahasiswa asal Kebumen yang kuliah di Yogyakarta. Jika rute ini diperpanjang, biaya transportasi masyarakat akan jauh lebih ringan dan dapat membantu perekonomian keluarga," ujar Bupati Lilis Nuryani.
Mobilitas Warga Kebumen ke Yogyakarta Sangat Tinggi
Menurut Pemkab Kebumen, kebutuhan transportasi menuju Yogyakarta terus meningkat setiap hari. Kereta api menjadi pilihan utama bagi mahasiswa, pekerja, pedagang, hingga masyarakat yang melakukan perjalanan untuk berobat.
Selama ini, warga Kebumen yang ingin menggunakan layanan Prameks harus terlebih dahulu menuju Stasiun Kutoarjo. Kondisi tersebut dinilai menambah biaya perjalanan, memperpanjang waktu tempuh, sekaligus meningkatkan potensi kemacetan di jalan raya.
Karena itu, perpanjangan rute dinilai akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antardaerah.
Data Penumpang Dinilai Sangat Potensial
Pemkab Kebumen juga memaparkan sejumlah data yang menjadi dasar pengajuan tersebut. Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 40 hingga 50 persen penumpang Prameks yang berangkat dari Stasiun Kutoarjo berasal dari wilayah Kebumen.
Selain melayani mobilitas pelajar dan pekerja, jalur tersebut juga banyak dimanfaatkan wisatawan serta pelaku UMKM yang membawa berbagai produk unggulan Kebumen ke Yogyakarta.
Dari sisi infrastruktur, usulan tersebut dinilai realistis karena jalur kereta menuju Kebumen dan Gombong telah didukung jalur ganda (double track), peron tinggi, serta stasiun yang dinilai siap melayani operasional kereta komuter.
Pemkab menilai perpanjangan layanan Prameks akan membuka akses pendidikan yang lebih terjangkau, memperkuat daya saing UMKM, hingga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, terutama setelah Kebumen ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark.
PT KAI Siap Mendukung Usulan Pemkab Kebumen
Audiensi di Kantor Pusat PT KAI mendapat respons positif. Direktur Komersial PT KAI, Dendy Kurniawan, bersama Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi dan jajaran direksi menyatakan siap mendukung usulan tersebut.
"Kami sangat mengapresiasi langkah proaktif Ibu Bupati yang datang langsung menyampaikan aspirasi masyarakat. Terkait rencana perpanjangan layanan Prameks hingga Kebumen dan Gombong, kami siap mendukung. Untuk pelaksanaannya nanti akan kami koordinasikan bersama Kementerian Perhubungan dan DJKA," kata Dendy Kurniawan.
Kemenhub Nilai Usulan Sangat Rasional
Dukungan serupa juga datang dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Dirjen Perkeretaapian, Ir. Allan Tandiono, menilai usulan tersebut layak dipertimbangkan karena didukung data okupansi penumpang yang tinggi.
"Melihat data yang ada, usulan ini sangat memungkinkan untuk segera ditindaklanjuti. Tingkat okupansinya sangat baik dan kami mendukung penuh. Untuk tarif, nantinya akan kami hitung bersama KAI agar tetap terjangkau bagi seluruh masyarakat," ujar Allan Tandiono.
Meski demikian, Kemenhub mencatat masih terdapat tantangan berupa keterbatasan sarana. Pada musim liburan atau peak season, tingkat keterisian Prameks bahkan disebut kerap melampaui 150 persen.
Sebagai tindak lanjut, DJKA bersama PT KAI dan KAI Commuter akan melakukan kajian teknis mengenai kebutuhan penambahan sarana sekaligus mengevaluasi kesiapan operasional hingga Stasiun Gombong.
Di akhir pertemuan, Dirjen Perkeretaapian juga menginstruksikan agar PT KAI, KAI Commuter, dan Pemerintah Kabupaten Kebumen segera menggelar rapat teknis lanjutan untuk mempercepat proses pembahasan.
Pemkab Juga Usulkan Pembukaan Perlintasan Mekarsari
Selain memperjuangkan perpanjangan layanan Prameks, Pemkab Kebumen turut menyampaikan aspirasi masyarakat terkait pembukaan kembali perlintasan sebidang Mekarsari (JPL 583) yang sebelumnya ditutup setelah terjadi kecelakaan.
Menanggapi hal tersebut, DJKA meminta Pemkab Kebumen segera berkoordinasi dengan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Semarang serta Daop 5 Purwokerto guna melengkapi proses verifikasi lapangan dan memenuhi seluruh persyaratan keselamatan sesuai regulasi.
Melalui rangkaian komunikasi dan lobi strategis yang telah dilakukan sejak Maret 2026, Pemkab Kebumen optimistis masyarakat akan segera memperoleh layanan transportasi massal yang lebih aman, nyaman, terjangkau, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah Kebumen dan Gombong. *
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen


