KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Sejumlah pemilik rental PlayStation (PS) di Kebumen dan Yogyakarta berhasil menggagalkan dugaan aksi penggelapan unit PS dan televisi yang dilakukan oleh seorang pria. Pelaku diamankan setelah hendak mengambil unit rental di salah satu tempat penyewaan PS di Kebumen, Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 20.00–21.00 WIB.
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Informasi tersebut disampaikan salah satu pemilik rental PS di Kebumen yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Menurutnya, dugaan aksi tersebut terungkap setelah sejumlah rental PS di Kebumen menerima pesan WhatsApp dari nomor yang sama dengan modus memesan PS4 beserta televisi untuk disewa.
Pelaku sebelumnya menghubungi beberapa rental PS pada Senin (14/9/2026) untuk melakukan booking. Unit yang dipesan rencananya diambil pada Selasa (15/9/2026). Namun, pola pemesanan tersebut mulai dicurigai setelah salah satu pemilik rental menemukan informasi mengenai orang yang diduga merupakan buronan kasus serupa di sejumlah daerah.
"Semua berawal dari beberapa rental sudah di-WA dengan modus sewa PS dan TV dengan nomor WhatsApp yang sama dan hari yang sama. Dari situ sudah janggal. Salah satu owner kemudian menemukan postingan buronan tersebut," ujar pelapor yang menceritakan kepada beritakebumen.co.id.
Pemilik rental di Kebumen kemudian berkoordinasi dengan sejumlah pemilik rental di Yogyakarta yang sebelumnya diduga menjadi korban. Dari koordinasi tersebut, para pemilik rental mengetahui adanya dugaan modus serupa yang telah terjadi di beberapa kota, di antaranya Kudus, Semarang, dan Yogyakarta.
Menurut informasi yang diterima, pelaku diduga telah melakukan aksi serupa dan sedikitnya tiga rental PS disebut telah menjadi korban. Pelaku juga diduga menyiapkan dokumen identitas palsu untuk meyakinkan pemilik rental saat melakukan transaksi.
Dalam pengakuannya kepada pemilik rental, pria yang diamankan tersebut menyebut berasal dari Kudus. Namun, asal-usul tersebut belum dapat dipastikan karena informasi tersebut masih sebatas pengakuan pelaku.
Pelaku juga disebut memiliki beberapa KTP yang mencantumkan alamat di wilayah Kebumen. Kepada pemilik rental, pelaku mengaku KTP tersebut dibuat di Semarang. Keaslian dokumen tersebut masih perlu dipastikan oleh pihak berwenang.
Untuk menggagalkan aksi, para pemilik rental kemudian menyusun rencana dengan menunggu pelaku di salah satu rental PS di Kebumen. Saat pelaku datang untuk mengambil unit yang telah dipesan, pemilik rental langsung mengamankannya dan kemudian menyerahkan kasus tersebut kepada kepolisian.
Pelaku diketahui datang menggunakan satu unit mobil Daihatsu Xenia berwarna hitam. Menurut sumber, terdapat sekitar tiga hingga empat orang yang diduga bersama pelaku di dalam kendaraan tersebut. Namun, hanya satu orang yang turun dan berhasil diamankan, sementara beberapa orang lainnya melarikan diri.
"Pelaku ada tiga sampai empat orang, tetapi hanya satu orang yang turun dari mobil dan berhasil kami amankan," kata pelapor pada beritakebumen.co.id.
Setelah berhasil diamankan, salah satu pemilik rental kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Pelaku selanjutnya dibawa dan diamankan di Polres Kebumen untuk menjalani proses pemeriksaan.
Pemilik rental yang menyampaikan informasi tersebut berharap kejadian ini menjadi peringatan bagi para pelaku usaha persewaan, bukan hanya rental PS, tetapi juga rental mobil, sepeda motor, kamera, dan berbagai jenis barang lainnya.
Ia mengimbau pemilik usaha rental agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi, terutama ketika menerima pesanan dalam jumlah atau jenis barang yang berisiko tinggi, serta melakukan verifikasi identitas dan informasi calon penyewa sebelum menyerahkan barang.
"Harapannya dengan adanya informasi ini, para owner rental lebih berhati-hati dan waspada terhadap modus seperti ini. Semoga juga bisa menjadi peringatan bagi pelaku lain agar kasus serupa tidak terjadi lagi," ujarnya.
Kasus tersebut kini telah ditangani pihak kepolisian. Informasi mengenai jumlah pelaku, identitas, dugaan keterlibatan dalam kasus di daerah lain, serta keaslian dokumen yang digunakan masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. (BK/Yog)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen


