DomaiNesia

4.546 Buruh dan Petani Tembakau di Kebumen Terima BLT Rp600 Ribu

4.546 Buruh dan Petani Tembakau di Kebumen Terima BLT Rp600 Ribu

KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Sebanyak 4.546 warga yang bekerja sebagai buruh pabrik rokok, petani tembakau, dan buruh tani tembakau di Kabupaten Kebumen menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan total Rp600.000 yang disalurkan dalam dua tahap. 

Program tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana DBHCHT untuk membantu masyarakat yang kehidupannya berkaitan dengan sektor pertembakauan. Pemerintah berharap bantuan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan penting keluarga, terutama pangan, pendidikan, dan kesehatan.

Ribuan buruh dan petani tembakau menerima BLT


Dari 4.546 penerima bantuan, sebanyak 2.369 orang merupakan buruh pabrik rokok. Sementara itu, 2.177 penerima lainnya berasal dari kelompok petani dan buruh tani tembakau.

Bantuan diberikan secara bertahap dengan nominal Rp300.000 pada setiap tahap. Jika kedua tahap diterima secara penuh, masing-masing penerima memperoleh total Rp600.000.

Penyaluran BLT tersebut dilakukan di PT Mitra Prasmitha Selaras (MPS) Sempor, Rabu (30/9/2026). Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani kepada perwakilan penerima.

Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang memiliki keterkaitan langsung dengan sektor tembakau dan industri hasil tembakau.

Kebumen dapat alokasi DBHCHT Rp11,45 miliar


Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyebut Kabupaten Kebumen memperoleh alokasi DBHCHT sekitar Rp11,45 miliar pada 2026.

Sebagian dari dana tersebut digunakan untuk mendukung program BLT bagi buruh pabrik rokok, petani tembakau, dan buruh tani tembakau.

“Pada tahun 2026, Kabupaten Kebumen memperoleh alokasi DBHCHT sekitar Rp11,45 miliar. Khusus untuk program BLT ini, Pemkab Kebumen menyiapkan anggaran sebesar Rp3,04 miliar,” ujar Bupati Kebumen Lilis Nuryani.

Berdasarkan data penyaluran, total bantuan yang diterima oleh 4.546 orang mencapai sekitar Rp2,72 miliar.

Pemerintah mengingatkan para penerima agar bantuan tersebut digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar diperlukan keluarga.

Beberapa kebutuhan yang menjadi prioritas antara lain makanan, biaya pendidikan anak, serta kebutuhan kesehatan.

Bupati ajak masyarakat hindari rokok ilegal


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lilis juga menjelaskan kaitan penerimaan cukai dengan berbagai program yang kembali diberikan kepada masyarakat.

Karena itu, masyarakat diajak untuk ikut mendukung peredaran produk tembakau yang legal dan tidak membeli maupun mengedarkan rokok ilegal.

“Penerimaan cukai ini kembali kepada masyarakat dalam berbagai bentuk program. Karena itu, mari bersama-sama mendukung peredaran rokok legal dan menghindari rokok ilegal,” ujarnya.

Imbauan tersebut disampaikan seiring dengan pemanfaatan DBHCHT untuk berbagai program yang menyasar masyarakat di daerah penghasil maupun penerima dana bagi hasil cukai.

Bupati bertemu mantan Bupati Kebumen


Selain menyerahkan bantuan, Bupati Lilis juga bertemu dengan Direktur PT MPS Sempor, Rustriningsih.

Rustriningsih diketahui pernah menjabat sebagai Bupati Kebumen. Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan dukungan terhadap hubungan kerja sama antara perusahaan dan Pemerintah Kabupaten Kebumen.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat terus mendukung keberadaan pekerja sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

Bagi masyarakat yang bekerja di sektor pertembakauan, bantuan BLT DBHCHT menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah di tengah kebutuhan ekonomi keluarga. *






-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Previous Post Next Post