DomaiNesia

Hari Pangan Sedunia 2026, Bupati Kebumen Ajak Warga Stop Buang Makanan

Hari Pangan Sedunia 2026, Bupati Kebumen Ajak Warga Stop Buang Makanan

KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 menjadi momentum bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan makan yang lebih bijak. Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengajak warga mengambil makanan secukupnya dan tidak membuang makanan yang masih layak dikonsumsi, baik saat makan bersama keluarga maupun ketika menghadiri hajatan dan jamuan.

Selain mengingatkan pentingnya mengurangi pemborosan makanan, Lilis juga mendorong masyarakat untuk mengenal beragam sumber pangan lokal. Ubi, singkong, dan kentang dapat menjadi pilihan sumber karbohidrat yang melengkapi konsumsi makanan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Lilis saat berinteraksi dengan para pelajar melalui kuis edukatif dalam kegiatan Senam Segar Bareng Biyunge di Alun-alun Pancasila Kebumen, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga sarana edukasi mengenai pentingnya pola makan sehat, keberagaman pangan, serta kebiasaan mengurangi makanan terbuang. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa menjaga pangan dapat dimulai dari tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Bupati Kebumen Ajak Warga Mengurangi Pemborosan Makanan


Lilis Nuryani mengingatkan masyarakat agar mengambil makanan sesuai kebutuhan. Kebiasaan mengambil makanan dalam jumlah berlebihan berpotensi menyebabkan makanan tersisa dan akhirnya terbuang.

Pesan tersebut relevan diterapkan dalam berbagai situasi, termasuk saat menghadiri hajatan, pesta, atau jamuan makan. Masyarakat diharapkan lebih memperhatikan porsi yang diambil dan menyesuaikannya dengan kemampuan untuk menghabiskan makanan.

Mengurangi makanan terbuang dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memperkirakan porsi makan, mengambil makanan sedikit demi sedikit, serta menambah porsi jika masih merasa lapar.

Selain membantu mengurangi sampah makanan, kebiasaan ini juga menjadi bentuk penghargaan terhadap pangan dan sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan makanan, mulai dari proses pertanian hingga penyajiannya di meja makan.

Ubi dan Singkong Bisa Menjadi Alternatif Sumber Karbohidrat


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kebumen juga mengenalkan beragam pangan lokal kepada para pelajar. Ubi, singkong, dan kentang disebut sebagai contoh sumber makanan pokok atau karbohidrat yang dapat dikonsumsi masyarakat.

“Ubi, singkong, dan kentang adalah contoh sumber makanan pokok atau karbohidrat kita,” ujar Lilis saat berinteraksi dengan para pelajar.

Pengenalan pangan lokal menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar tidak hanya bergantung pada satu jenis bahan pangan. Indonesia memiliki beragam sumber karbohidrat yang dapat diolah menjadi berbagai menu sesuai kebutuhan dan kebiasaan masyarakat.

Ubi dan singkong, misalnya, dapat diolah menjadi makanan rebus, kukus, maupun aneka hidangan lainnya. Dengan pengolahan yang tepat dan dipadukan dengan sumber protein, sayuran, serta buah-buahan, pangan lokal dapat menjadi bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang.

Pemanfaatan pangan lokal juga dapat membantu memperkenalkan kekayaan hasil pertanian kepada generasi muda sekaligus membuka peluang bagi pengembangan produk pangan daerah.

Ratusan Pelajar Kenali Prinsip Pangan B2SA


Kegiatan Senam Segar Bareng Biyunge di Alun-alun Pancasila Kebumen diikuti ratusan peserta. Di antara peserta yang hadir terdapat pelajar dari SMPN 1 Kebumen, SMP Taman Dewasa, dan SMAN 1 Kebumen.

Melalui kuis edukatif, para peserta diajak mengenal prinsip B2SA, yaitu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman. Prinsip ini menjadi pedoman untuk membangun kebiasaan mengonsumsi makanan yang lebih baik.

Beragam berarti mengonsumsi berbagai jenis pangan, sedangkan bergizi berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan zat gizi tubuh. Seimbang berarti memperhatikan proporsi makanan sesuai kebutuhan, sementara aman berarti memilih dan mengonsumsi makanan yang terjaga kebersihan serta keamanannya.

Pengenalan prinsip B2SA kepada pelajar diharapkan dapat membantu membangun pemahaman tentang pentingnya makanan bagi pertumbuhan dan kesehatan. Kebiasaan memilih makanan yang baik akan lebih mudah diterapkan apabila dikenalkan sejak usia sekolah.

Hari Pangan Sedunia Dirangkai Gerakan Pangan Murah


Peringatan Hari Pangan Sedunia di Kabupaten Kebumen juga dirangkai dengan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Pasar Mitra Tani yang digelar di depan Pendopo Kabumian.

Kegiatan tersebut memperkenalkan beragam pilihan pangan kepada masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya mendekatkan bahan pangan kepada konsumen.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diajak mengenal pangan lokal, tetapi juga diingatkan mengenai pentingnya memilih makanan secara bijak dan menerapkan pola konsumsi yang lebih beragam.

Peringatan Hari Pangan Sedunia menjadi pengingat bahwa upaya menjaga pangan dapat dilakukan melalui berbagai tindakan sederhana. Mulai dari mengambil makanan sesuai kebutuhan, tidak membuang makanan yang masih layak dikonsumsi, hingga memanfaatkan beragam sumber pangan lokal.

Dengan membangun kebiasaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat dapat ikut mengurangi pemborosan makanan sekaligus mendukung pola konsumsi pangan yang lebih baik. *

-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Previous Post Next Post