KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Sebanyak 130 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kebumen menerima bantuan modal usaha masing-masing Rp2,5 juta. Pada saat yang sama, sebanyak 26 rumah guru ngaji mendapatkan bantuan rehabilitasi dengan alokasi maksimal Rp15 juta untuk setiap rumah.
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026 yang berlangsung di halaman Pendopo Kabumian, Kamis (22/10/2026). Program ini menyasar pelaku UMKM dan guru ngaji sebagai bagian dari upaya mendukung kegiatan ekonomi masyarakat serta membantu perbaikan tempat tinggal.
Bantuan modal diharapkan dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan usaha dan pengembangan bisnis para penerima. Sementara bantuan rehabilitasi rumah ditujukan untuk membantu memperbaiki hunian guru ngaji yang membutuhkan perbaikan.
Dalam rangkaian kegiatan yang sama, penyaluran zakat produktif dilaporkan mencapai Rp957,5 juta, di luar jumlah total zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Kebumen. Program pemberdayaan juga menyasar kalangan pesantren melalui pelatihan keterampilan dan dukungan peralatan usaha.
130 UMKM Kebumen Mendapat Bantuan Modal Usaha
Setiap pelaku UMKM penerima bantuan memperoleh modal sebesar Rp2,5 juta. Jika dihitung berdasarkan jumlah penerima, total alokasi bantuan modal untuk 130 UMKM mencapai Rp325 juta.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha memenuhi kebutuhan pengembangan usaha, mulai dari pengadaan bahan baku hingga kebutuhan operasional sesuai kondisi masing-masing bisnis.
Selain bantuan untuk UMKM, pemerintah juga mengalokasikan bantuan rehabilitasi bagi 26 rumah guru ngaji dengan nilai maksimal Rp15 juta per rumah. Jika seluruh penerima memperoleh bantuan pada batas maksimal tersebut, total alokasinya dapat mencapai Rp390 juta.
Penyaluran bantuan ini menjadi salah satu bentuk dukungan kepada masyarakat yang menjalankan kegiatan ekonomi sekaligus berperan dalam pendidikan keagamaan di lingkungan masing-masing.
Lima Pesantren di Kebumen Ikuti Pelatihan Usaha Laundry
Program pemberdayaan dalam rangka Hari Santri 2026 juga menyasar pondok pesantren. Sebanyak lima pesantren mengikuti pelatihan usaha laundry yang berlangsung pada 15–17 Oktober 2026.
Setiap pesantren mengirimkan dua santri untuk mempelajari keterampilan mencuci, mengelola layanan laundry, dan memahami dasar-dasar menjalankan usaha.
Tidak hanya memperoleh pelatihan, masing-masing pesantren juga mendapat dukungan mesin cuci dan perlengkapan usaha. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi pesantren untuk merintis layanan laundry secara mandiri.
Program ini membuka kesempatan bagi santri untuk mengembangkan keterampilan praktis di luar kegiatan pembelajaran keagamaan. Jika dikelola dengan baik, usaha laundry juga berpotensi menjadi sumber pemasukan bagi pesantren.
Hari Santri 2026, Bupati Kebumen Bacakan Amanat Menteri Agama
Rangkaian penyaluran bantuan berlangsung bersamaan dengan upacara peringatan Hari Santri 2026 di halaman Pendopo Kabumian. Bupati Kebumen Lilis Nuryani memimpin upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Agama RI Nasaruddin Umar.
Dalam amanat tersebut, santri diingatkan untuk terus berperan dalam kehidupan berbangsa, tidak hanya melalui penguatan nilai-nilai agama, tetapi juga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Santri tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai agama, tetapi juga bagian penting dari perjalanan bangsa. Hari ini, santri harus menguatkan negeri melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan akhlak mulia,” demikian petikan amanat Menteri Agama.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya pengembangan kemampuan santri agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan dan akhlak.
Kemenag Kebumen Serahkan Izin Operasional Lembaga Pendidikan Al-Qur'an
Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Agama Kebumen juga menyerahkan izin operasional baru dan perpanjangan izin bagi Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ).
Penyerahan izin menjadi bagian dari dukungan terhadap keberlangsungan lembaga pendidikan keagamaan yang berperan dalam pembelajaran Al-Qur'an di tengah masyarakat.
Legalitas operasional menjadi salah satu aspek penting bagi lembaga pendidikan untuk menjalankan kegiatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dua Santri Kebumen Raih Juara PORSADIN VIII Jawa Tengah
Peringatan Hari Santri 2026 juga menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada santri Kebumen yang berprestasi di Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII tingkat Jawa Tengah.
Dua santri yang mendapat apresiasi tersebut adalah Rasyid Akbar Diandra Putra, yang meraih juara pertama pidato Bahasa Arab putra, serta Fahri Ardiansyah, yang menjadi juara pertama kategori Murottal wal-Imla.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa santri memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan dalam bidang seni, bahasa, dan keterampilan keagamaan.
Melalui rangkaian bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, dukungan pendidikan, dan apresiasi prestasi, peringatan Hari Santri 2026 di Kebumen diisi dengan sejumlah program yang menyasar masyarakat dan lingkungan pesantren. (*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen


