KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Penguatan ketahanan lingkungan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, partisipasi masyarakat, serta konsistensi dalam menjaga ekosistem. Berangkat dari semangat tersebut, Ikatan Pemuda Penggerak Desa Indonesia (IPDA) menggerakkan program IPDA Jaga Iklim melalui aksi lingkungan bertajuk Pemuda Desa Jaga Iklim di kawasan Pantai Kaliratu, Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, Kamis (29/10).
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemuda desa terlibat langsung dalam agenda pelestarian lingkungan. Bagi IPDA, isu perubahan iklim tidak cukup ditempatkan sebagai wacana global, tetapi perlu diterjemahkan menjadi inisiatif konkret di tingkat lokal melalui penanaman pohon, pemulihan ekosistem, pengelolaan sampah, serta penguatan kesadaran kolektif masyarakat.
Kepala BPDAS Serayu Opak Progo (SOP), Rochimah Nugrahini, M.Si., menekankan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan aktif seluruh unsur masyarakat, termasuk generasi muda. Peran pemuda dinilai penting untuk memperluas partisipasi publik dan membangun praktik konservasi yang berkelanjutan.
Menurutnya, kegiatan penanaman pohon, pembersihan lingkungan, dan pemilahan sampah perlu dijalankan secara konsisten, bukan hanya sebagai kegiatan sesaat. Keberlanjutan aksi perlu didukung pemeliharaan, pemantauan, dan keterlibatan masyarakat agar kegiatan lingkungan memberikan manfaat nyata bagi ekosistem.
Pesan tersebut sejalan dengan pendekatan IPDA Jaga Iklim, yang menempatkan pemuda desa sebagai bagian dari upaya kolektif menjaga lingkungan. Program ini tidak semata berorientasi pada pelaksanaan aksi lapangan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa perlindungan lingkungan merupakan bagian dari pembangunan desa yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanaan di Kebumen, IPDA menargetkan penanaman 1.000 bibit pohon. Rencana kegiatan mencakup 250 bibit mangrove dan 250 bibit cemara laut sebagai bagian awal dari target tersebut. Aksi ini melibatkan sekitar 50 peserta dari jajaran dan pengurus IPDA yang berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Kebumen.
Penanggung jawab Program Jaga Iklim IPDA Kebumen, Muhammad Sakur, menyampaikan bahwa keterlibatan pemuda dalam isu lingkungan perlu dibangun melalui kerja nyata yang relevan dengan kondisi wilayah. Menurutnya, desa memiliki potensi untuk menjadi ruang tumbuhnya inisiatif konservasi sekaligus penguatan ketahanan masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan.
“IPDA Jaga Iklim berangkat dari pemahaman bahwa upaya menjaga lingkungan harus dimulai dari tindakan yang dapat dilakukan di tingkat lokal. Pemuda desa memiliki potensi untuk mengambil peran, mulai dari penanaman dan perawatan pohon, menjaga kebersihan lingkungan, hingga membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keberlanjutan ekosistem,” ujar Sakur.
Ia menegaskan bahwa indikator keberhasilan gerakan lingkungan tidak berhenti pada jumlah bibit yang ditanam atau terlaksananya sebuah kegiatan. Keberhasilan juga ditentukan oleh tingkat keberlangsungan tanaman, keterlibatan masyarakat dalam pemeliharaan, serta kemampuan membangun kebiasaan yang mendukung kelestarian lingkungan.
“Karena itu, kami memandang kolaborasi sebagai kebutuhan utama. Pemerintah, organisasi kepemudaan, masyarakat, dan pemangku kepentingan perlu membangun keterhubungan program agar aksi lingkungan tidak berjalan sendiri-sendiri. IPDA ingin mengambil bagian dengan menggerakkan potensi pemuda desa menjadi kekuatan sosial yang berkontribusi bagi keberlanjutan lingkungan,” lanjutnya.
Dalam perspektif pembangunan desa, agenda lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan keberlanjutan sumber daya alam, kualitas hidup masyarakat, dan ketahanan wilayah. Desa bukan hanya menjadi pihak yang merasakan dampak perubahan lingkungan, tetapi juga memiliki ruang untuk membangun solusi melalui pengetahuan lokal, partisipasi warga, dan pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab.
Melalui IPDA Jaga Iklim, IPDA mendorong agar kegiatan lingkungan berkembang menjadi gerakan yang terencana, kolaboratif, dan berkelanjutan. Langkah tersebut membutuhkan kesinambungan antara aksi lapangan, edukasi publik, pemeliharaan hasil kegiatan, serta penguatan kemitraan dengan pihak-pihak yang memiliki perhatian terhadap konservasi.
Aksi di Kebumen diharapkan menjadi salah satu titik penggerak partisipasi pemuda desa dalam menjaga lingkungan. Dengan memperkuat kolaborasi dan memastikan keberlanjutan tindak lanjut, gerakan ini diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan yang berakar di masyarakat dan berkontribusi pada agenda pembangunan yang lebih luas.
IPDA Jaga Iklim menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan pekerjaan satu hari, melainkan tanggung jawab bersama yang perlu dirawat dari desa.
Ikatan Pemuda Penggerak Desa Indonesia (IPDA)
Dari Desa untuk Indonesia.
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen


