KEBUMEN, beritakebumen.co.id - PT Luk Ulo Farma menargetkan biaya pengadaan obat untuk 35 puskesmas dan dua rumah sakit umum daerah (RSUD) di Kabupaten Kebumen dapat turun sebesar 8–12 persen pada 2027. Target tersebut akan diupayakan melalui rencana pengembangan perusahaan menjadi Pedagang Besar Farmasi (PBF) agar distribusi obat dapat dilakukan dengan lebih efisien.
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Perusahaan milik daerah tersebut berencana memangkas rantai distribusi yang selama ini melibatkan distributor dari luar daerah. Dengan mengambil peran lebih besar dalam penyaluran obat, Luk Ulo Farma berharap dapat menekan biaya distribusi sekaligus mendukung kebutuhan obat bagi fasilitas kesehatan di Kebumen.
Direktur PT Luk Ulo Farma, Suharyanto, menjelaskan bahwa selama ini terdapat margin distribusi obat sebesar 12–18 persen yang dinikmati distributor di luar daerah. Rencana menjadi PBF diharapkan membuka peluang bagi perusahaan untuk mengambil bagian lebih besar dalam rantai penyediaan obat.
Meski demikian, target penurunan biaya tersebut masih bergantung pada realisasi rencana pengembangan perusahaan dan keberhasilan memperoleh status PBF pada 2027.
Selain menyiapkan pengembangan distribusi obat, Luk Ulo Farma juga mencatat peningkatan laba bersih dan memperluas jaringan apotek. Langkah tersebut menjadi bagian dari pengembangan usaha perusahaan daerah sekaligus upaya mendekatkan akses obat kepada masyarakat.
Luk Ulo Farma Bidik Status PBF pada 2027
Rencana menjadi Pedagang Besar Farmasi menjadi salah satu langkah yang disiapkan PT Luk Ulo Farma untuk meningkatkan efisiensi pengadaan obat di Kebumen.
Selama ini, pengadaan obat masih melibatkan distributor dari luar daerah. Kondisi tersebut membuat biaya distribusi menjadi salah satu komponen yang perlu diperhitungkan dalam penyediaan obat bagi fasilitas kesehatan.
Dengan menjadi PBF, Luk Ulo Farma berharap dapat mengambil peran lebih besar dalam rantai distribusi. Perusahaan menargetkan langkah tersebut dapat menekan biaya pengadaan obat sekitar 8–12 persen untuk 35 puskesmas dan dua RSUD di Kebumen.
Untuk mendukung rencana itu, perusahaan telah mengajukan permohonan penggunaan aset milik Pemerintah Kabupaten Kebumen. Dua opsi lokasi yang dipertimbangkan adalah bekas Gedung Pramuka atau gedung PMI.
Penggunaan lokasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan kegiatan distribusi obat apabila rencana pendirian PBF dapat direalisasikan.
Namun, pencapaian target efisiensi tetap memerlukan kesiapan sarana, pemenuhan persyaratan perizinan, serta sistem pengadaan dan distribusi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Laba Bersih Luk Ulo Farma Meningkat
Pengembangan usaha Luk Ulo Farma juga didukung peningkatan kinerja keuangan perusahaan.
Berdasarkan data yang disampaikan manajemen, laba bersih perusahaan meningkat dari sekitar Rp280 juta pada akhir 2025 menjadi Rp780 juta pada 2026.
Peningkatan laba tersebut membuka peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan kontribusi dividen kepada pemerintah daerah sebagai bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bagi perusahaan milik daerah, peningkatan kinerja usaha tidak hanya berkaitan dengan keberlanjutan bisnis, tetapi juga potensi manfaat ekonomi yang dapat diberikan kepada daerah.
Meski begitu, besaran dividen yang dapat disetorkan tetap bergantung pada hasil usaha dan keputusan sesuai mekanisme yang berlaku.
Ke depan, pengembangan bisnis distribusi obat diharapkan dapat memperkuat kegiatan usaha perusahaan sekaligus mendukung penyediaan kebutuhan farmasi bagi fasilitas kesehatan di Kabupaten Kebumen.
Luk Ulo Farma Buka Apotek Keenam di Ambal
Selain merencanakan pengembangan distribusi obat, PT Luk Ulo Farma memperluas jangkauan pelayanan melalui pembukaan apotek cabang keenam di Jalan Daendels, tepatnya di seberang SMPN 1 Ambal.
Apotek baru tersebut diresmikan pada Jumat (9/10/2026). Kehadirannya diharapkan mempermudah masyarakat Kecamatan Ambal, Bonorowo, Mirit, dan wilayah sekitarnya dalam memperoleh kebutuhan obat.
Dengan adanya cabang baru, warga di kawasan tersebut memiliki pilihan tempat untuk mendapatkan obat tanpa harus menempuh perjalanan lebih jauh ke wilayah lain.
Perluasan jaringan apotek juga menjadi bagian dari upaya perusahaan mendekatkan layanan kepada masyarakat. Selain lokasi yang lebih mudah dijangkau, ketersediaan obat dan pelayanan sesuai ketentuan kefarmasian tetap menjadi hal penting dalam memenuhi kebutuhan konsumen.
Pembukaan cabang keenam ini sekaligus menandai perluasan jaringan usaha Luk Ulo Farma di Kabupaten Kebumen.
Pemkab Kebumen Harapkan Akses Kesehatan Semakin Luas
Bupati Kebumen Lilis Nuryani berharap pengembangan usaha PT Luk Ulo Farma dapat berjalan seiring dengan peningkatan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Rencana efisiensi pengadaan obat dan perluasan jaringan apotek diharapkan dapat memberikan manfaat bagi fasilitas kesehatan maupun warga yang membutuhkan obat.
Apabila rencana menjadi PBF terealisasi, perusahaan berpeluang mengambil peran lebih besar dalam penyediaan obat bagi puskesmas dan rumah sakit daerah. Sementara itu, pembukaan apotek di Ambal diharapkan membantu mendekatkan akses obat bagi masyarakat di wilayah pesisir selatan Kebumen.
Peresmian apotek keenam tersebut juga dirangkai dengan kegiatan sosial berupa pemberian santunan kepada anak yatim dan bantuan sembako bagi warga yang membutuhkan.
Melalui pengembangan usaha dan kegiatan sosial tersebut, Luk Ulo Farma diharapkan dapat terus berkembang sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ke depan, realisasi rencana PBF pada 2027 akan menjadi salah satu hal yang menentukan apakah target penurunan biaya pengadaan obat sebesar 8–12 persen dapat tercapai. Efisiensi distribusi, kesiapan operasional, dan pemenuhan persyaratan yang berlaku menjadi faktor penting agar rencana tersebut dapat memberikan hasil sesuai harapan. *
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen


