Cegah Stunting Sejak Dini, Puskesmas Kebumen I Laksanakan SUCI

Narasumber SUCI, Ika Maryati, Amd. Gz. (Foto: Nisa)

KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Kasus stunting di Indonesia cukup tinggi, termasuk di Kebumen. Di beberapa desa masih ditemukan adanya kasus stunting. Hal ini tentunya menjadikan keresahan tersendiri.

Melatarbelakangi hal tersebut, UPTD Puskesmas Kebumen 1 menyelenggarakan Sosialisasi Kesehatan untuk Calon Istri dan Ibu (SUCI) untuk mencegah terjadinya stuntung pada generasi selanjutnya. Acara berlangsung pada Sabtu (18/9/2021) kemarin dengan mengusung tema “Remaja Sehat, Bebas Anemia, Gizi Seimbang Remaja Sehat Indonesia Kuat.”

Tidak hanya stunting, masalah lain seperti kesehatan reproduksi dan anemia pada masa kehamilan juga menjadi perhatian khusus untuk segera dilakukan upaya pencegahannya sejak dini.

Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, acara sosialisasi ini berlangsung kondusif di aula puskesmas. Acara ini disambut antusias remaja-remaja putri yang hadir mewakili 11 desa di wilayah Puskesmas Kebumen I dan terbagi menjadi dua sesi. Sebelas desa tersebut meliputi desa Bandung, Candimulyo, Candiwulan, Murtirejo, Kelurahan Panjer, Kawedusan, Kalijirek, Kembaran, Muktisari, Sumberadi, dan Kelurahan Tamanwinangun.

“Ya, peserta dari perwakilan 11 desa. Setiap desa 7 orang, untuk desa yang besar ada 10 orang” terang Ika Maryati, Amd. Gz., ahli gizi sekaligus penanggungjawab acara SUCI.

Petugas promosi kesehatan, Puji Rahayu, S. ST., MM bertindak sebagai moderator acara ini. Ada tiga materi yang disampaikan kepada para calon ibu yang hadir. Yakni materi mengenai kesehatan reproduksi oleh dr. Ainingtyas Marda Rizkani, kesehatan kehamilan tanpa anemia oleh Ernawati, Amd. Keb., dan gizi seimbang untuk generasi milenial oleh Ika Maryati, Amd. Gz.

Menurut Ika, acara sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri khususnya di wilayah Puskesmas Kebumen I mengenai kesehatan reproduksi, kesehatan kehamilan, gizi seimbang, serta tujuan jangka panjang untuk pencegahan stunting.

“Meskipun upaya pencegahan stunting pada anak sangat penting dilakukan di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), akan tetapi itu masih belum cukup, paling tidak, upaya ini dilakukan sampai 8.000 HPK. Jadi, sejak dari sebelum lahir sampai remaja, atau sampai kita (perempuan) siap menjadi seorang Ibu.” Ujar Ika di sela-sela presentasinya.

Dr. Ainingtyas selaku pemateri kesehatan reproduksi juga memberikan edukasi mengenai penyakit-penyakit reproduksi beserta penyebab dan upaya pencegahannya, serta mengingatkan peserta sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini. 

Edukasi mengenai bahaya anemia serta upaya pencegahannya disampaikan Ernawati. Menurutnya, masalah kesehatan selama masa kehamilan juga cukup berisiko menjadi pemicu stunting, terutama rendahnya Hb. Erna juga menyampaikan bahwa rutin meminum tablet tambah darah ketika menstruasi sangat disarankan untuk remaja putri.

Dengan diadakannya acara SUCI ini, Ika berharap dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri di wilayah Puskesmas Kebumen I dan mereka mampu menerapkan saran-saran baik dari para pembicara. Hingga kelak ketika para remaja ini sudah siap menjadi seorang ibu, mereka mampu menjadi ibu yang baik dan menciptakan kehidupan yang lebih baik dengan tingkat kesehatan dan kemakmuran yang lebih baik juga. 

“Selalu tingkatkan dan perluas pengetahuan ya, apalagi sekarang zamannya gadget, smartphone, teknologi sudah canggih, jadi tolong dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mengakses informasi-informasi, termasuk informasi kesehatan. ” pesan Ika kepada remaja-remaja perempuan di Kebumen.

Selain itu Ika juga berpesan agar remaja putri selalu menjaga kesehatan, pola makan sehat, dan juga meminum tablet tambah darah secara rutin. 

“Persiapkan diri dengan baik untuk jadi Ibu yang baik”, pungkasnya.
(Nisa/bk1)

Previous Post Next Post