KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Penerapan edukasi pangan bergizi menjadi salah satu upaya penting dalam membentuk generasi yang sehat dan cerdas, terutama di daerah yang memiliki tantangan geografis dan sosial seperti Kabupaten Kebumen. Di tengah perkembangan zaman dan perubahan pola makan anak-anak, kebutuhan akan pemahaman gizi yang benar semakin mendesak. Pemerintah daerah pun terus menggencarkan program yang mengajak masyarakat, khususnya para pelajar dan orang tua, untuk memahami pentingnya konsumsi pangan yang beragam dan aman.
Melalui berbagai kegiatan langsung di sekolah, kampanye ini tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga mengajak orang tua untuk lebih sadar terhadap penyusunan menu harian di rumah. Dengan edukasi yang komunikatif dan melibatkan banyak pihak, diharapkan anak-anak di Kebumen dapat tumbuh lebih kuat, aktif, dan berprestasi melalui asupan makanan yang berkualitas.
Pemerintah Kabupaten Kebumen kembali menghadirkan program edukasi pangan bergizi melalui Gerakan Promosi dan Edukasi Konsumsi Pangan B2SA yang digelar di SDN 1 Pucangan, Kecamatan Sadang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan daerah “Mangan Wareg Bergizi Bareng Biyunge” yang dirancang untuk membangun kebiasaan makan sehat sejak usia dini.
Gerakan Edukasi Pangan Bergizi Melalui Program B2SA
Pemerintah Kabupaten Kebumen kembali menghadirkan program edukasi pangan bergizi melalui Gerakan Promosi dan Edukasi Konsumsi Pangan B2SA yang digelar di SDN 1 Pucangan, Kecamatan Sadang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan daerah “Mangan Wareg Bergizi Bareng Biyunge” yang dirancang untuk membangun kebiasaan makan sehat sejak usia dini.
Acara tersebut berlangsung meriah dengan keikutsertaan murid dari SDN 1 dan SDN 2 Pucangan. Mulai dari senam pagi hingga penyerahan bantuan pangan, rangkaian kegiatan berjalan penuh antusias. Kehadiran Bupati Lilis Nuryani pun disambut hangat oleh para pelajar yang tampak menikmati setiap agenda acara.
Suasana makin hidup ketika Bupati Lilis mengajak para siswa berdialog ringan seputar sarapan dan makanan bergizi. Dalam momen ini, edukasi diberikan secara santai agar mudah diterima anak-anak.
“Tadi sudah senam kan? Sudah pada sarapan belum? Siapa yang suka makan sayur?,” sapa Bupati Lilis ramah kepada murid-murid.
Pertanyaan tersebut kemudian berkembang pada penjelasan mengenai kandungan karbohidrat dan protein pada makanan sehari-hari. Bupati ingin memastikan para siswa memahami manfaat makanan yang mereka konsumsi. Ia bahkan menyiapkan hadiah sebagai bentuk apresiasi bagi anak-anak yang berani menjawab. Kegiatan berlangsung penuh tawa, membuat pesan edukasi tersampaikan lebih efektif.
Pada awalnya, Bupati berencana memberikan sepeda sebagai hadiah. Namun, mengingat kondisi wilayah Desa Pucangan yang berbukit, hadiah tersebut diganti dengan uang tunai. Sebanyak 20 siswa menerima masing-masing Rp50.000 setelah berhasil menjawab pertanyaan dengan baik. Selain pemberian hadiah, Bupati juga menyampaikan pesan kepada para pelajar agar menggunakan gawai dengan bijak.
Interaksi Hangat Bupati dan Edukasi Pangan Bergizi untuk Anak
Suasana makin hidup ketika Bupati Lilis mengajak para siswa berdialog ringan seputar sarapan dan makanan bergizi. Dalam momen ini, edukasi diberikan secara santai agar mudah diterima anak-anak.
“Tadi sudah senam kan? Sudah pada sarapan belum? Siapa yang suka makan sayur?,” sapa Bupati Lilis ramah kepada murid-murid.
Pertanyaan tersebut kemudian berkembang pada penjelasan mengenai kandungan karbohidrat dan protein pada makanan sehari-hari. Bupati ingin memastikan para siswa memahami manfaat makanan yang mereka konsumsi. Ia bahkan menyiapkan hadiah sebagai bentuk apresiasi bagi anak-anak yang berani menjawab. Kegiatan berlangsung penuh tawa, membuat pesan edukasi tersampaikan lebih efektif.
Hadiah dan Pesan Bijak Tentang Gawai sebagai Bagian dari Edukasi Pangan Bergizi
Pada awalnya, Bupati berencana memberikan sepeda sebagai hadiah. Namun, mengingat kondisi wilayah Desa Pucangan yang berbukit, hadiah tersebut diganti dengan uang tunai. Sebanyak 20 siswa menerima masing-masing Rp50.000 setelah berhasil menjawab pertanyaan dengan baik. Selain pemberian hadiah, Bupati juga menyampaikan pesan kepada para pelajar agar menggunakan gawai dengan bijak.
Ia mengingatkan bahwa ponsel lebih bermanfaat bila digunakan untuk belajar atau mencari informasi tentang makanan sehat. Pesan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat edukasi pangan bergizi melalui kebiasaan digital yang positif.
Kepala Distapang, Teguh Yuliono, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya fokus pada penyuluhan, tetapi juga penyaluran bantuan pangan pemerintah. Melalui Bulog, sebanyak 450 porsi makanan B2SA dibagikan kepada para murid. Menu tersebut terdiri dari nasi sorgum, telur, katsu, dan buah pisang—semuanya dipilih untuk memenuhi standar gizi seimbang.
Distribusi Makanan B2SA untuk Perkuat Edukasi Pangan Bergizi
Kepala Distapang, Teguh Yuliono, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya fokus pada penyuluhan, tetapi juga penyaluran bantuan pangan pemerintah. Melalui Bulog, sebanyak 450 porsi makanan B2SA dibagikan kepada para murid. Menu tersebut terdiri dari nasi sorgum, telur, katsu, dan buah pisang—semuanya dipilih untuk memenuhi standar gizi seimbang.
Teguh berharap para orang tua dapat lebih konsisten menyiapkan menu bergizi di rumah setelah memahami konsep B2SA. Ia juga menjelaskan bahwa bantuan pangan yang disalurkan merupakan alokasi untuk dua bulan, yaitu Oktober dan November, sehingga keluarga dapat mencukupi kebutuhan pokok selama periode tersebut.
Dari Kantor Bulog Cabang Magelang, Edi Wibowo merinci penyaluran bantuan pangan di Kecamatan Sadang. Total bantuan mencakup 51,9 ton beras dan 10.384 liter minyak goreng untuk 2.596 penerima manfaat. Khusus di Desa Pucangan, terdapat 383 Kepala Keluarga yang menerima bantuan tersebut. Secara keseluruhan di Kabupaten Kebumen, jumlah penerima mencapai 128.579 KK.
Penyaluran Bantuan Pangan dan Efeknya bagi Edukasi Pangan Bergizi
Dari Kantor Bulog Cabang Magelang, Edi Wibowo merinci penyaluran bantuan pangan di Kecamatan Sadang. Total bantuan mencakup 51,9 ton beras dan 10.384 liter minyak goreng untuk 2.596 penerima manfaat. Khusus di Desa Pucangan, terdapat 383 Kepala Keluarga yang menerima bantuan tersebut. Secara keseluruhan di Kabupaten Kebumen, jumlah penerima mencapai 128.579 KK.
Edi menjelaskan bahwa penambahan minyak goreng pada alokasi ini merupakan hasil usulan pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga. Ia juga menegaskan kualitas beras yang digunakan adalah beras medium hasil panen petani Kebumen, yang sekaligus mendukung perekonomian lokal.
Selain penyaluran bantuan gratis, Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Disperindag KUKM membuka Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Beras medium, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, hingga bawang merah dan bawang putih tersedia di lokasi kegiatan.
Gerakan Pangan Murah dan Penguatan Edukasi Pangan Bergizi
Selain penyaluran bantuan gratis, Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Disperindag KUKM membuka Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Beras medium, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, hingga bawang merah dan bawang putih tersedia di lokasi kegiatan.
Kehadiran GPM ini menjadi sarana penting untuk memastikan masyarakat memiliki akses terhadap bahan pangan yang berkualitas. Dengan harga yang lebih murah, keluarga diharapkan lebih mudah menyediakan makanan bergizi di rumah, yang sejalan dengan konsep edukasi pangan bergizi yang sedang dicanangkan pemerintah.
Kegiatan edukasi B2SA ini turut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Ketua TP PKK Kabupaten Kebumen Nurjanah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sri Kuntarti, Kepala Distapang Teguh Yuliono, hingga Kepala Disperindag KUKM Haryono Wahyudi.
Tokoh dan Instansi Turut Mendukung Edukasi Pangan Bergizi
Kegiatan edukasi B2SA ini turut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Ketua TP PKK Kabupaten Kebumen Nurjanah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sri Kuntarti, Kepala Distapang Teguh Yuliono, hingga Kepala Disperindag KUKM Haryono Wahyudi.
Hadir pula jajaran Forkopimcam Sadang, para guru, serta ratusan pelajar dari dua sekolah. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bukti bahwa edukasi pangan bergizi tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Kerja sama lintas sektor sangat dibutuhkan untuk menciptakan perubahan berkelanjutan dalam pola konsumsi masyarakat, khususnya generasi muda.
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
