KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Malam pergantian tahun 2025 menuju 2026 di Kabupaten Kebumen berlangsung meriah namun tetap tertib. Ribuan warga tumpah ruah memadati kawasan Kapal Mendoan dan pusat kuliner di sekitar Alun-Alun Pancasila Kebumen, Rabu malam (31/12/2025). Antusiasme masyarakat dipicu oleh program 20.000 porsi makan gratis yang digelar Pemerintah Kabupaten Kebumen sebagai bagian dari rangkaian perayaan malam Tahun Baru 2026.
Sejak sore hari, arus warga sudah terlihat mengalir ke lokasi kegiatan. Bahkan sebelum acara resmi dibuka, sejumlah titik antrean mulai dipadati pengunjung yang ingin mendapatkan sajian kuliner khas lokal. Petugas gabungan dari unsur keamanan dan relawan dikerahkan untuk mengatur lalu lintas pengunjung dan menjaga ketertiban. Melalui pengeras suara, imbauan terus disampaikan agar masyarakat tetap tertib, sabar, dan saling menghormati demi kenyamanan bersama.
Tepat pukul 18.31 WIB, Bupati Kebumen Lilis Nuryani secara simbolis membuka pesta rakyat tersebut dengan menekan tombol sirine dari lantai atas Kapal Mendoan. Hitung mundur bersama pun menggema di tengah kerumunan warga.
“Bismillahirrahmanirrahim, tiga, dua, satu!” ujar Bupati Lilis yang disambut sorak sorai ribuan pengunjung.
Program bertajuk “Cita Rasa Lokal, Semangat Kebersamaan” ini melibatkan ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. Total terdapat 234 PKL yang berpartisipasi, tersebar di lima titik strategis pusat kota Kebumen, yakni Jalan Sutoyo, Jalan Veteran, Jalan Pahlawan, serta Kapal Mendoan lantai atas dan lantai bawah.
Beragam menu disajikan secara gratis kepada masyarakat, mulai dari nasi goreng, mi goreng, soto, hingga aneka makanan khas Kebumen. Program ini tak hanya menjadi hiburan warga di malam pergantian tahun, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi ekonomi masyarakat sekaligus penguatan UMKM lokal.
Ina, warga asal Desa Karangjambu, Kecamatan Sruweng, mengaku sangat senang bisa ikut merasakan suasana pesta rakyat tersebut.
“Alhamdulillah, dapat nasi goreng, mi goreng, sama soto. Tinggal uangnya saja yang belum dapat,” ujarnya sambil tersenyum. Ia mengapresiasi langkah Pemkab Kebumen yang menghadirkan perayaan tahun baru dengan konsep kebersamaan dan berbagi.
Dari sisi pedagang, kegiatan ini juga dirasakan manfaatnya. Feri Astuti, penjual ayam geprek di kawasan Kapal Mendoan, mengaku terbantu dengan adanya program makan gratis tersebut. Ia mendapat kuota 125 porsi dengan kompensasi sebesar Rp12.000 per porsi dari pemerintah daerah.
“Terima kasih sekali. Mudah-mudahan acara seperti ini sering diadakan. Biasanya kalau malam tahun baru tanpa acara, penjualan bisa sepi,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Kebumen berharap, kegiatan kuliner gratis malam Tahun Baru 2026 ini tidak hanya menghadirkan kegembiraan bagi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi rakyat, memperkuat solidaritas sosial, serta menjaga situasi kota tetap aman dan kondusif di momen pergantian tahun.
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Sejak sore hari, arus warga sudah terlihat mengalir ke lokasi kegiatan. Bahkan sebelum acara resmi dibuka, sejumlah titik antrean mulai dipadati pengunjung yang ingin mendapatkan sajian kuliner khas lokal. Petugas gabungan dari unsur keamanan dan relawan dikerahkan untuk mengatur lalu lintas pengunjung dan menjaga ketertiban. Melalui pengeras suara, imbauan terus disampaikan agar masyarakat tetap tertib, sabar, dan saling menghormati demi kenyamanan bersama.
Tepat pukul 18.31 WIB, Bupati Kebumen Lilis Nuryani secara simbolis membuka pesta rakyat tersebut dengan menekan tombol sirine dari lantai atas Kapal Mendoan. Hitung mundur bersama pun menggema di tengah kerumunan warga.
“Bismillahirrahmanirrahim, tiga, dua, satu!” ujar Bupati Lilis yang disambut sorak sorai ribuan pengunjung.
Program bertajuk “Cita Rasa Lokal, Semangat Kebersamaan” ini melibatkan ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. Total terdapat 234 PKL yang berpartisipasi, tersebar di lima titik strategis pusat kota Kebumen, yakni Jalan Sutoyo, Jalan Veteran, Jalan Pahlawan, serta Kapal Mendoan lantai atas dan lantai bawah.
Beragam menu disajikan secara gratis kepada masyarakat, mulai dari nasi goreng, mi goreng, soto, hingga aneka makanan khas Kebumen. Program ini tak hanya menjadi hiburan warga di malam pergantian tahun, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi ekonomi masyarakat sekaligus penguatan UMKM lokal.
Ina, warga asal Desa Karangjambu, Kecamatan Sruweng, mengaku sangat senang bisa ikut merasakan suasana pesta rakyat tersebut.
“Alhamdulillah, dapat nasi goreng, mi goreng, sama soto. Tinggal uangnya saja yang belum dapat,” ujarnya sambil tersenyum. Ia mengapresiasi langkah Pemkab Kebumen yang menghadirkan perayaan tahun baru dengan konsep kebersamaan dan berbagi.
Dari sisi pedagang, kegiatan ini juga dirasakan manfaatnya. Feri Astuti, penjual ayam geprek di kawasan Kapal Mendoan, mengaku terbantu dengan adanya program makan gratis tersebut. Ia mendapat kuota 125 porsi dengan kompensasi sebesar Rp12.000 per porsi dari pemerintah daerah.
“Terima kasih sekali. Mudah-mudahan acara seperti ini sering diadakan. Biasanya kalau malam tahun baru tanpa acara, penjualan bisa sepi,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Kebumen berharap, kegiatan kuliner gratis malam Tahun Baru 2026 ini tidak hanya menghadirkan kegembiraan bagi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi rakyat, memperkuat solidaritas sosial, serta menjaga situasi kota tetap aman dan kondusif di momen pergantian tahun.
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen


.jpeg)