DomaiNesia

Bupati Kebumen Ungkap Penurunan Kemiskinan 2,13 Persen Saat Serahkan Insentif Guru Ngaji

Bupati Kebumen Ungkap Penurunan Kemiskinan 2,13 Persen Saat Serahkan Insentif Guru Ngaji

KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Pendopo Kabupaten Kebumen pada Jumat (6/3/2026). Pemerintah Kabupaten Kebumen menggelar kegiatan Buka Bersama Ulama dan Umaro yang dirangkai dengan penyerahan insentif guru ngaji tahap pertama tahun 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan para tokoh agama yang selama ini memiliki peran besar dalam membina kehidupan spiritual masyarakat.

Dalam tradisi masyarakat Indonesia, terutama di daerah, ulama dan guru ngaji sering kali menjadi rujukan warga dalam berbagai persoalan kehidupan. Tidak hanya soal agama, mereka juga menjadi penyejuk ketika masyarakat menghadapi berbagai tantangan sosial. Karena itulah, pemerintah daerah berupaya menjaga komunikasi yang harmonis dengan para ulama melalui kegiatan silaturahmi seperti ini. Selain sebagai ajang kebersamaan di bulan Ramadan, acara tersebut juga menjadi bentuk penghargaan terhadap pengabdian para guru ngaji yang selama ini mengajarkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda.

300 Guru Ngaji Terima Insentif

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kebumen, Tjahjo Sambodo, menjelaskan bahwa penyaluran insentif guru ngaji Kebumen merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun oleh pemerintah daerah.

Menurutnya, pada tahap pertama tahun anggaran 2026 ini terdapat sekitar 300 penerima manfaat yang terdiri dari pengajar TPQ, Madrasah Diniyah, serta guru ngaji di berbagai masjid dan musala di seluruh wilayah Kabupaten Kebumen.

"Insentif ini diberikan kepada 300 penerima, mulai dari guru TPQ, Madrasah Diniyah hingga pengajar di masjid dan musala. Besarannya berkisar antara Rp300.000 hingga Rp600.000, disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen untuk secara bertahap menyamakan besaran bantuan tersebut di masa mendatang.

Bupati Apresiasi Peran Ulama

Dalam sambutannya, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para guru ngaji dan ulama yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membimbing masyarakat.

Menurutnya, keberadaan guru ngaji memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia.

"Di desa-desa, panjenengan semua sering menjadi tempat masyarakat bertanya dan meminta nasihat saat menghadapi berbagai persoalan. Dari tangan panjenengan lahir generasi yang berbakti kepada orang tua dan bermanfaat bagi bangsa," ujar Bupati.

Ia juga menilai bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak terlepas dari peran ulama yang selama ini menjaga kerukunan dan nilai-nilai moral di tengah masyarakat.

Kebumen Lepas dari Predikat Kabupaten Termiskin

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga merefleksikan perjalanan satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Kebumen.

Salah satu capaian yang disampaikan adalah keberhasilan Kabupaten Kebumen keluar dari status kabupaten termiskin di Jawa Tengah.

"Alhamdulillah, angka kemiskinan di Kebumen berhasil turun sebesar 2,13 persen. Penurunan ini menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, serta para ulama yang terus menjaga persatuan di tengah masyarakat.

Tausiyah tentang Hakikat Syukur

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan insentif dan bingkisan secara simbolis oleh Bupati bersama jajaran Forkopimda Kebumen kepada perwakilan guru ngaji.

Kegiatan tersebut ditutup dengan tausiyah dari Pengasuh Pondok Pesantren Al-Furqon, KH Mudhofir.

Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa makna syukur tidak hanya diucapkan melalui kata-kata, tetapi juga harus diwujudkan dalam perbuatan sehari-hari.

"Syukur tidak cukup hanya mengucap Alhamdulillah. Syukur sejati adalah menyesuaikan perilaku kita dengan tujuan Sang Pemberi Nikmat. Di bulan Ramadan ini, mari kita tingkatkan ibadah agar setelah Ramadan kita menjadi pribadi yang lebih bertakwa," pesannya.

Melalui kegiatan silaturahmi ulama dan umaro Kebumen ini, diharapkan hubungan antara pemerintah dan tokoh agama semakin erat sehingga dapat bersama-sama membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera. (BK/*)

-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Previous Post Next Post