KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Menjelang perayaan Idul Fitri, aparat kepolisian di berbagai daerah biasanya meningkatkan operasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menekan peredaran minuman keras yang kerap memicu berbagai gangguan kamtibmas. Di Kabupaten Kebumen, ribuan botol minuman keras hasil razia selama bulan Ramadan akhirnya dimusnahkan oleh jajaran kepolisian. Pemusnahan tersebut dilakukan secara terbuka di halaman Mapolres Kebumen pada Kamis, 12 Maret 2026. Ribuan botol miras yang terdiri dari minuman pabrikan dan minuman tradisional jenis ciu digilas menggunakan alat berat sebagai bentuk komitmen aparat dalam menekan peredaran miras di Kebumen sekaligus menjaga situasi wilayah tetap kondusif selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.
Kegiatan pemusnahan miras di Kebumen tersebut dilaksanakan setelah apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di halaman Mapolres Kebumen.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan bahwa barang bukti yang dimusnahkan berasal dari hasil Operasi Pekat Polres Kebumen yang digelar selama bulan Ramadan.
“Total yang dimusnahkan sebanyak 2.000 botol kaca minuman keras pabrikan dari berbagai merek serta 1.200 botol minuman jenis ciu yang dikemas dalam botol plastik,” ujar Kapolres.
Digilas Menggunakan Alat Berat
Ribuan botol yang disita dalam operasi tersebut dimusnahkan dengan cara digilas menggunakan alat berat jenis tandem roller atau mesin penggilas aspal.
Proses pemusnahan dilakukan langsung di halaman Mapolres Kebumen dan dapat disaksikan oleh para pejabat daerah serta masyarakat yang hadir.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk transparansi kepada publik terkait barang bukti hasil operasi yang dilakukan kepolisian.
Sebelum proses pemusnahan dimulai, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang hadir terlebih dahulu menandatangani berita acara pemusnahan barang bukti.
Penandatanganan juga dilakukan oleh sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ikut menyaksikan kegiatan tersebut.
Operasi Pekat Digelar Selama Ramadan
Kapolres Kebumen menjelaskan bahwa kegiatan Operasi Pekat Ramadan Kebumen merupakan upaya untuk menekan berbagai penyakit masyarakat yang berpotensi mengganggu ketertiban.
Menurutnya, peredaran miras di Kebumen kerap menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya tindak kriminal maupun gangguan keamanan di lingkungan masyarakat.
Karena itu, penindakan terhadap peredaran minuman keras terus dilakukan oleh jajaran kepolisian, mulai dari tingkat Polres hingga Polsek.
“Kegiatan ini bertujuan menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif selama bulan Ramadan,” kata Kapolres.
Operasi Akan Terus Dilakukan
Kapolres menegaskan bahwa meskipun ribuan botol miras telah dimusnahkan, operasi penertiban tidak akan berhenti sampai di sini.
Jajaran kepolisian akan terus melakukan kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya cipta kondisi menjelang perayaan Idul Fitri.
“Kegiatan ini akan terus kami lakukan, baik menjelang maupun setelah Idul Fitri, agar wilayah Kebumen tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Melalui langkah tersebut, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan serta merayakan Lebaran dengan suasana yang lebih aman dan nyaman. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Kegiatan pemusnahan miras di Kebumen tersebut dilaksanakan setelah apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di halaman Mapolres Kebumen.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan bahwa barang bukti yang dimusnahkan berasal dari hasil Operasi Pekat Polres Kebumen yang digelar selama bulan Ramadan.
“Total yang dimusnahkan sebanyak 2.000 botol kaca minuman keras pabrikan dari berbagai merek serta 1.200 botol minuman jenis ciu yang dikemas dalam botol plastik,” ujar Kapolres.
Digilas Menggunakan Alat Berat
Ribuan botol yang disita dalam operasi tersebut dimusnahkan dengan cara digilas menggunakan alat berat jenis tandem roller atau mesin penggilas aspal.
Proses pemusnahan dilakukan langsung di halaman Mapolres Kebumen dan dapat disaksikan oleh para pejabat daerah serta masyarakat yang hadir.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk transparansi kepada publik terkait barang bukti hasil operasi yang dilakukan kepolisian.
Sebelum proses pemusnahan dimulai, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang hadir terlebih dahulu menandatangani berita acara pemusnahan barang bukti.
Penandatanganan juga dilakukan oleh sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ikut menyaksikan kegiatan tersebut.
Operasi Pekat Digelar Selama Ramadan
Kapolres Kebumen menjelaskan bahwa kegiatan Operasi Pekat Ramadan Kebumen merupakan upaya untuk menekan berbagai penyakit masyarakat yang berpotensi mengganggu ketertiban.
Menurutnya, peredaran miras di Kebumen kerap menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya tindak kriminal maupun gangguan keamanan di lingkungan masyarakat.
Karena itu, penindakan terhadap peredaran minuman keras terus dilakukan oleh jajaran kepolisian, mulai dari tingkat Polres hingga Polsek.
“Kegiatan ini bertujuan menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif selama bulan Ramadan,” kata Kapolres.
Operasi Akan Terus Dilakukan
Kapolres menegaskan bahwa meskipun ribuan botol miras telah dimusnahkan, operasi penertiban tidak akan berhenti sampai di sini.
Jajaran kepolisian akan terus melakukan kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya cipta kondisi menjelang perayaan Idul Fitri.
“Kegiatan ini akan terus kami lakukan, baik menjelang maupun setelah Idul Fitri, agar wilayah Kebumen tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Melalui langkah tersebut, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan serta merayakan Lebaran dengan suasana yang lebih aman dan nyaman. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
