KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Putra Bangsa menyelenggarakan kegiatan strategis bertajuk “Entrepreneur Insight: From Experience to Future Business Leaders” pada hari Senin, 6 April 2026. Acara yang berlangsung di Aula Universitas Putra Bangsa Kebumen ini dihadiri oleh Wakil Rektor 1, Dr. Ika Neni Kristanti, S.E., M.Sc., Dekan Fakultas FEB Dr. Irfan Helmy, S.E., M.M. dan beserta seluruh Ketua Program Studi (Kaprodi) yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta ratusan mahasiswa yang antusias menyerap ilmu kewirausahaan.
Dalam sambutannya, Dekan FEB, Dr. Irfan Helmy, S.E., M.M., menekankan pentingnya membangun jembatan antara dunia akademik dan realitas industri. Beliau menyampaikan bahwa acara ini dirancang khusus untuk mempererat sinergi antara pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan mahasiswa.
“Acara ini bertujuan untuk membangun koneksi nyata antara pengalaman para pelaku UMKM dengan potensi mahasiswa kita. Kami ingin meningkatkan motivasi mahasiswa agar memiliki pola pikir sebagai job creator (pencipta lapangan kerja), bukan sekadar menjadi job seeker (pencari kerja) setelah lulus nanti,” tegas Dr. Irfan dalam pembukaannya.
Momen penting dalam acara ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang melibatkan empat program studi sekaligus, yakni Prodi S2 Manajemen, S1 Manajemen, S1 Bisnis Digital, dan S1 Akuntansi. Kerja sama ini dijalin dengan Pimpinan Paman Sam, Dwi Siwi Agustini, M.M., sebagai langkah nyata fakultas dalam memperluas jejaring kemitraan strategis.
Langkah ini dipandang sebagai upaya konkret FEB dalam menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Melalui MoU ini, mahasiswa diharapkan mendapatkan akses lebih luas untuk program magang, observasi bisnis, hingga bimbingan langsung dari para praktisi berpengalaman.
Memasuki acara inti, Dwi Siwi Agustini, M.M., selaku narasumber, membagikan pengalaman panjangnya dalam mengelola bisnis “Paman Sam”. Dipandu oleh moderator Yordan Hermawan Apidana, M.M., sesi ini mengupas tuntas tantangan transisi dari seorang pemula menjadi pemimpin bisnis yang visioner. Dwi Siwi menekankan bahwa menjadi pengusaha bukan sekadar soal modal materi, melainkan tentang ketangguhan mental dan kemampuan melihat peluang di tengah perubahan digital.
Dalam sambutannya, Dekan FEB, Dr. Irfan Helmy, S.E., M.M., menekankan pentingnya membangun jembatan antara dunia akademik dan realitas industri. Beliau menyampaikan bahwa acara ini dirancang khusus untuk mempererat sinergi antara pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan mahasiswa.
“Acara ini bertujuan untuk membangun koneksi nyata antara pengalaman para pelaku UMKM dengan potensi mahasiswa kita. Kami ingin meningkatkan motivasi mahasiswa agar memiliki pola pikir sebagai job creator (pencipta lapangan kerja), bukan sekadar menjadi job seeker (pencari kerja) setelah lulus nanti,” tegas Dr. Irfan dalam pembukaannya.
Momen penting dalam acara ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang melibatkan empat program studi sekaligus, yakni Prodi S2 Manajemen, S1 Manajemen, S1 Bisnis Digital, dan S1 Akuntansi. Kerja sama ini dijalin dengan Pimpinan Paman Sam, Dwi Siwi Agustini, M.M., sebagai langkah nyata fakultas dalam memperluas jejaring kemitraan strategis.
Langkah ini dipandang sebagai upaya konkret FEB dalam menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Melalui MoU ini, mahasiswa diharapkan mendapatkan akses lebih luas untuk program magang, observasi bisnis, hingga bimbingan langsung dari para praktisi berpengalaman.
Memasuki acara inti, Dwi Siwi Agustini, M.M., selaku narasumber, membagikan pengalaman panjangnya dalam mengelola bisnis “Paman Sam”. Dipandu oleh moderator Yordan Hermawan Apidana, M.M., sesi ini mengupas tuntas tantangan transisi dari seorang pemula menjadi pemimpin bisnis yang visioner. Dwi Siwi menekankan bahwa menjadi pengusaha bukan sekadar soal modal materi, melainkan tentang ketangguhan mental dan kemampuan melihat peluang di tengah perubahan digital.
Sesi diskusi pun berlangsung interaktif; para mahasiswa melontarkan berbagai pertanyaan kritis mengenai strategi bertahan bagi UMKM di tengah persaingan global.
Acara yang berlangsung khidmat namun dinamis ini diakhiri dengan sesi foto bersama. Semangat yang dibawa dari pertemuan ini diharapkan menjadi pemantik bagi lahirnya inovasi-inovasi bisnis baru dari tangan mahasiswa FEB yang siap berkontribusi bagi perekonomian lokal maupun nasional.(BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen


