DomaiNesia

Remaja 16 Tahun Hilang Terseret Arus di Pantai Entak Ambal, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Remaja 16 Tahun Hilang Terseret Arus di Pantai Entak Ambal, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Suasana duka menyelimuti Desa Entak, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, setelah seorang remaja laki-laki dilaporkan hilang diduga terseret ombak saat mandi di laut, Rabu (20/5/2026) sore. Hingga Kamis (21/5/2026), proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan bersama warga sekitar.

Korban diketahui berinisial DW (14), warga Desa Entak, Kecamatan Ambal. Ia diduga terbawa arus saat mandi bersama teman-temannya di kawasan Pantai Entak yang berada di Dukuh Celengan.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, pencarian korban melibatkan sejumlah unsur, mulai dari kepolisian, tim SAR, pemerintah desa, hingga masyarakat sekitar.

“Tim gabungan masih melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Koordinasi dengan SAR dan warga juga terus dilakukan untuk memperluas area pencarian,” ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Kamis (21/5/2026).

Peristiwa itu bermula ketika korban bersama beberapa temannya, di antaranya FA dan AN, mandi di laut sejak sekitar pukul 15.00 WIB. Pantai Entak sendiri diketahui bukan kawasan wisata resmi dan minim pengawasan keselamatan.

Sekitar pukul 15.30 WIB, FA memilih beristirahat di bibir pantai, sementara DW dan AN masih bermain air di laut. Tak lama kemudian, ombak besar datang dan menyeret keduanya ke tengah.

Melihat kejadian tersebut, FA langsung berlari menuju arah Pantai Mliwis untuk meminta bantuan kepada warga sekitar.

Saat bantuan datang dan dilakukan pencarian awal, AN berhasil menyelamatkan diri dan menepi ke bibir pantai. Namun DW sudah tidak terlihat dan diduga kuat terseret arus laut.

Petugas Polsek Ambal yang menerima laporan dari Kepala Desa Entak segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal bersama warga dan tim terkait.

Di sekitar lokasi, petugas menemukan pakaian berwarna oranye dan sandal jepit yang diduga milik korban. Barang-barang tersebut ditinggalkan di bibir pantai sebelum korban mandi di laut.

Selain melakukan pencarian, polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi serta berkoordinasi dengan tim SAR dan Inafis Polres Kebumen guna mendukung proses penanganan.

Kapolres Kebumen turut mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama di lokasi yang tidak memiliki pengawasan keselamatan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mandi di laut, khususnya di area yang tidak terdapat pengawasan maupun fasilitas keselamatan,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, proses pencarian terhadap korban masih terus berlangsung. (BK/*)


-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Previous Post Next Post