KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Kebakaran terjadi di teras depan rumah milik Sutarti (63), warga Dusun Karangnangka RT 004 RW 002, Desa Karanggedang, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, Senin (15/6/2026). Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan pada bangunan rumah.
Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 10.10 WIB ketika seorang warga melihat kepulan asap muncul dari tumpukan barang bekas yang berada di teras rumah korban. Temuan itu segera dilaporkan kepada pemilik rumah dan warga sekitar.
Kapolres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama, mengatakan respons cepat warga menjadi faktor penting yang mencegah api menjalar ke bagian rumah lainnya.
"Saat mengetahui adanya asap, saksi langsung memberi tahu pemilik rumah dan warga sekitar. Mereka kemudian berupaya memadamkan api agar tidak merambat ke bangunan rumah," ujar Kapolres, Senin (15/6/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, material yang terbakar merupakan tumpukan barang bekas atau rongsok yang sebagian besar terdiri dari kertas dan plastik. Kedua material tersebut diketahui sangat mudah terbakar sehingga api dengan cepat membesar setelah muncul sumber panas.
Warga bersama personel Polsek Sruweng berupaya mengendalikan kobaran api sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Laporan kejadian diterima kepolisian sekitar pukul 10.20 WIB, kemudian petugas langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kebumen.
Tak lama berselang, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kebumen dan Gombong tiba di lokasi sekitar pukul 10.40 WIB. Petugas segera melakukan proses pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menyala.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 11.10 WIB. Berkat kerja sama warga, kepolisian, dan petugas pemadam kebakaran, kebakaran berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan utama rumah.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sisa puing barang bekas yang hangus terbakar di area teras depan rumah. Berdasarkan keterangan korban dan sejumlah saksi, kebakaran diduga dipicu oleh puntung rokok yang masih menyisakan bara api.
"Diduga ada puntung rokok yang masih menyimpan bara lalu dibuang di dekat tumpukan kertas dan plastik. Bara tersebut kemudian memicu munculnya api yang perlahan membesar hingga akhirnya diketahui warga," jelas Kapolres.
Petugas memperkirakan titik api mulai muncul sekitar pukul 09.30 WIB atau sekitar 40 menit sebelum asap terlihat oleh warga. Kondisi tumpukan barang bekas yang mudah terbakar diduga mempercepat penyebaran api di area teras rumah.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap sumber api sekecil apa pun.
"Kelalaian kecil seperti membuang puntung rokok sembarangan dapat menimbulkan kebakaran yang merugikan. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan sumber api benar-benar padam sebelum dibuang," tegas Kapolres.
Setelah proses pemadaman dan pemeriksaan lokasi selesai dilakukan, situasi di sekitar rumah korban dilaporkan aman dan kondusif. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan bersyukur karena kebakaran tidak menimbulkan korban maupun kerusakan yang lebih besar. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 10.10 WIB ketika seorang warga melihat kepulan asap muncul dari tumpukan barang bekas yang berada di teras rumah korban. Temuan itu segera dilaporkan kepada pemilik rumah dan warga sekitar.
Kapolres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama, mengatakan respons cepat warga menjadi faktor penting yang mencegah api menjalar ke bagian rumah lainnya.
"Saat mengetahui adanya asap, saksi langsung memberi tahu pemilik rumah dan warga sekitar. Mereka kemudian berupaya memadamkan api agar tidak merambat ke bangunan rumah," ujar Kapolres, Senin (15/6/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, material yang terbakar merupakan tumpukan barang bekas atau rongsok yang sebagian besar terdiri dari kertas dan plastik. Kedua material tersebut diketahui sangat mudah terbakar sehingga api dengan cepat membesar setelah muncul sumber panas.
Warga bersama personel Polsek Sruweng berupaya mengendalikan kobaran api sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Laporan kejadian diterima kepolisian sekitar pukul 10.20 WIB, kemudian petugas langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kebumen.
Tak lama berselang, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kebumen dan Gombong tiba di lokasi sekitar pukul 10.40 WIB. Petugas segera melakukan proses pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menyala.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 11.10 WIB. Berkat kerja sama warga, kepolisian, dan petugas pemadam kebakaran, kebakaran berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan utama rumah.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sisa puing barang bekas yang hangus terbakar di area teras depan rumah. Berdasarkan keterangan korban dan sejumlah saksi, kebakaran diduga dipicu oleh puntung rokok yang masih menyisakan bara api.
"Diduga ada puntung rokok yang masih menyimpan bara lalu dibuang di dekat tumpukan kertas dan plastik. Bara tersebut kemudian memicu munculnya api yang perlahan membesar hingga akhirnya diketahui warga," jelas Kapolres.
Petugas memperkirakan titik api mulai muncul sekitar pukul 09.30 WIB atau sekitar 40 menit sebelum asap terlihat oleh warga. Kondisi tumpukan barang bekas yang mudah terbakar diduga mempercepat penyebaran api di area teras rumah.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap sumber api sekecil apa pun.
"Kelalaian kecil seperti membuang puntung rokok sembarangan dapat menimbulkan kebakaran yang merugikan. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan sumber api benar-benar padam sebelum dibuang," tegas Kapolres.
Setelah proses pemadaman dan pemeriksaan lokasi selesai dilakukan, situasi di sekitar rumah korban dilaporkan aman dan kondusif. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan bersyukur karena kebakaran tidak menimbulkan korban maupun kerusakan yang lebih besar. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen


