
Sosialisasi dan edukasi dari Tim PKM UPB (foto:Istimewa)
KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Tim PKM Universitas Putra Bangsa (UPB) melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2026 dengan mengusung tema "Penguatan Tata Kelola TPS3R Berbasis Partisipasi Masyarakat dan Ekonomi Sirkular dalam Mewujudkan Limberber (Limbah Berkah Selang)". Kegiatan berlangsung di Aula Kelurahan Selang, Kecamatan Kebumen, Jumat (3/7/2026).
Program yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiksaintek) tersebut diketuai oleh Dr. Dani Rizana, S.Pd., M.Pd., M.M., bersama anggota tim Dr. Prihartini Budi Astuti, S.E., M.Si., Irawan Wibisonya, S.P., M.Si., Dini Kusumawati, dan Zaki Saputra. Kegiatan diikuti pengurus TPS3R Limbersel Kelurahan Selang serta para ketua RW sebagai mitra program.
Program ini menekankan penguatan kapasitas pengurus TPS3R melalui pelatihan pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan sampah menjadi produk yang memiliki nilai tambah secara ekonomi. Selain meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, kegiatan pengabdian ini mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular agar sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bermanfaat dan bernilai jual.
Ketua Tim Pengabdian, Dani Rizana, mengatakan kegiatan diawali dengan sosialisasi dan edukasi kepada mitra sebagai langkah awal pelaksanaan program pengabdian yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan di TPS3R Limbersel Kelurahan Selang.
"Hari ini kami melaksanakan sosialisasi dan edukasi terkait Program Kemitraan Masyarakat. Program ini akan kami jalankan di Kelurahan Selang, khususnya di TPS3R Limbersel, bersama mitra kami yaitu pengurus TPS3R dan para ketua RW," ujarnya.
Menurut Dani, persoalan sampah saat ini bukan lagi sekadar masalah lingkungan di tingkat lokal, melainkan telah menjadi isu nasional hingga global. Karena itu, diperlukan tata kelola sampah yang lebih baik dengan melibatkan partisipasi masyarakat.
"Kelurahan Selang sebenarnya sudah memiliki TPS3R, namun pengelolaannya masih belum maksimal. Melalui program ini kami ingin memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola sehingga sampah tidak hanya dapat ditangani, tetapi juga diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi," katanya.
Selain itu, tim juga akan membeli alat pencacah sampah organik yang nantinya diolah menjadi pakan magot. Tidak hanya itu, program ini juga mencakup pembelian bibit magot dan ikan untuk dibudidayakan, serta pembuatan tempat budidaya magot dan ikan sebagai bagian dari pengembangan usaha berbasis ekonomi sirkular.
"Kami berharap pengabdian masyarakat ini mampu mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga sehingga dapat mengurangi volume sampah di Kelurahan Selang. Selain itu, pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai juga diharapkan mampu mendukung ekonomi sirkular dan perputaran ekonomi masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Ketua TPS3R Limbersel Kelurahan Selang, Brahmono Suryo Wibowo, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya TPS3R Limbersel sebagai mitra dalam program pengabdian masyarakat Universitas Putra Bangsa.
"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas program pengabdian masyarakat dari Tim PKM Universitas Putra Bangsa di TPS3R Kelurahan Selang. Saat ini kami mengelola kurang lebih satu ton sampah perhari, namun karena keterbatasan kami pengelolaannya belum maksimal. Selain itu, proses pemilahan sampah juga masih dilakukan secara manual," ungkapnya.
Ia berharap melalui pendampingan tersebut, tata kelola TPS3R Limbersel semakin baik sehingga sampah dapat dikelola secara optimal, dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kelurahan Selang (BK/DR)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen


.jpeg)