KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Kebakaran melanda kawasan lahan milik Perum Perhutani di Petak 60 RPH Somagede, Dukuh Kedunglemah, Desa Glontor, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Selasa malam (11/8/2026). Api membakar sekitar setengah hektare lahan yang ditanami pohon pinus.
Kebakaran diketahui warga sekitar pukul 18.00 WIB. Beruntung, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke kawasan lain maupun mendekati permukiman warga.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui oleh Simun (58), warga Desa Glontor.
Setelah melihat adanya api, Simun kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Glontor, Rasman. Laporan itu selanjutnya diteruskan kepada Polsek Karanggayam.
"Setelah mendapat laporan, personel Polsek Karanggayam bersama Koramil, Perhutani, pemerintah desa dan warga langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman," kata AKBP Putu, Rabu (12/8/2026).
Petugas bersama warga mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 18.30 WIB. Kondisi lahan yang kering membuat proses pemadaman harus dilakukan dengan cepat agar api tidak meluas.
Setelah sekitar dua jam dilakukan penanganan, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan.
Dalam proses tersebut, sejumlah unsur terlibat, mulai dari Polsek Karanggayam, Koramil 05/Karanggayam, petugas RPH Somagede, Perhutani, pemerintah Desa Glontor hingga warga setempat.
Kebakaran terjadi di kawasan yang cukup jauh dari permukiman. Area tersebut merupakan lahan Perhutani yang ditanami pohon pinus.
Meski sempat membakar area sekitar setengah hektare, api tidak sampai merembet ke kawasan lain dan tidak mendekati rumah warga.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran tersebut.
Polisi bersama pihak terkait masih melakukan koordinasi untuk memastikan kondisi kawasan setelah api berhasil dipadamkan, termasuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
Kapolres Kebumen menyebut kebakaran tersebut diduga berkaitan dengan kondisi kemarau panjang yang membuat vegetasi dan permukaan lahan menjadi kering.
Namun, penyebab pasti munculnya api masih dalam penanganan dan koordinasi dengan pihak terkait.
Polisi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan selama musim kemarau.
Lahan kering dan vegetasi yang mudah terbakar dapat membuat api cepat meluas, terutama jika titik kebakaran berada di kawasan hutan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila melihat adanya asap atau titik api di kawasan hutan maupun lahan terbuka agar dapat segera ditangani sebelum meluas.
Kebakaran di Petak 60 RPH Somagede tersebut akhirnya dapat dikendalikan berkat penanganan bersama antara aparat, Perhutani, pemerintah desa dan masyarakat.
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Kebakaran diketahui warga sekitar pukul 18.00 WIB. Beruntung, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke kawasan lain maupun mendekati permukiman warga.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui oleh Simun (58), warga Desa Glontor.
Setelah melihat adanya api, Simun kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Glontor, Rasman. Laporan itu selanjutnya diteruskan kepada Polsek Karanggayam.
"Setelah mendapat laporan, personel Polsek Karanggayam bersama Koramil, Perhutani, pemerintah desa dan warga langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman," kata AKBP Putu, Rabu (12/8/2026).
Dua Jam Berjibaku Padamkan Api
Petugas bersama warga mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 18.30 WIB. Kondisi lahan yang kering membuat proses pemadaman harus dilakukan dengan cepat agar api tidak meluas.
Setelah sekitar dua jam dilakukan penanganan, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan.
Dalam proses tersebut, sejumlah unsur terlibat, mulai dari Polsek Karanggayam, Koramil 05/Karanggayam, petugas RPH Somagede, Perhutani, pemerintah Desa Glontor hingga warga setempat.
Kebakaran terjadi di kawasan yang cukup jauh dari permukiman. Area tersebut merupakan lahan Perhutani yang ditanami pohon pinus.
Meski sempat membakar area sekitar setengah hektare, api tidak sampai merembet ke kawasan lain dan tidak mendekati rumah warga.
Tidak Ada Korban Jiwa
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran tersebut.
Polisi bersama pihak terkait masih melakukan koordinasi untuk memastikan kondisi kawasan setelah api berhasil dipadamkan, termasuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
Kapolres Kebumen menyebut kebakaran tersebut diduga berkaitan dengan kondisi kemarau panjang yang membuat vegetasi dan permukaan lahan menjadi kering.
Namun, penyebab pasti munculnya api masih dalam penanganan dan koordinasi dengan pihak terkait.
Warga Diminta Waspada Selama Kemarau
Polisi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan selama musim kemarau.
Lahan kering dan vegetasi yang mudah terbakar dapat membuat api cepat meluas, terutama jika titik kebakaran berada di kawasan hutan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila melihat adanya asap atau titik api di kawasan hutan maupun lahan terbuka agar dapat segera ditangani sebelum meluas.
Kebakaran di Petak 60 RPH Somagede tersebut akhirnya dapat dikendalikan berkat penanganan bersama antara aparat, Perhutani, pemerintah desa dan masyarakat.
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen


